Gerindra Sebut Banyak Pinjol Jadi Lintah Darat Online, Minta OJK Bertindak

Pinjaman online (pinjol) berupa fintech semakin marak di masyarakat. Bahkan banyak yang ilegal, yang menipu dan menjerat masyarakat.

Melihat hal ini, Anggota Komisi XI DPR Kamrussamad meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bertindak tegas. Terutama bagi pinjol yang menerapkan bunga yang justru malah memberatkan.

“Kami meminta OJK untuk proaktif melakukan sosialisasi edukasi dan advokasi tentang pinjaman online ilegal ini. Jangan sampai masyarakat terjerat lintah darat online,” katanya, yang dikutip dari video streaming TV Parlemen, Jumat (9/4).

Politisi Partai Gerindra ini menyarankan OJK untuk melibatkan akademisi perguruan tinggi dalam edukasi masyarakat agar tak terjerat lintah darat online berkedok fintech ini. Dia menegaskan, peranan OJK harus maksimal, karena pengawasan terhadap fintech adalah tugas dan wewenang OJK.

“Bagimana caranya sehingga pinjol ilegal tak ada tempat di hati dan pikiran masyarakat,” imbuhnya.

Di era Revolusi Digital 4.0, teknologi digitalisasi berkembang sangat pesat. Tak heran jika masyarakat mengajukan pinjaman bukan hanya ke lembaga perbankan, tapi juga beralih ke online, ke lembaga nonbank melalui gawai.

Kamrussamad menyambut baik munculnya banyak pelaku usaha fintech, terutama yang bergerak di pinjaman online. Namun begitu, ia tetap mengingatkan tindakan tegas dari OJK jika fintech pinjol ini terbukti ilegal. [DWI]

]]> Pinjaman online (pinjol) berupa fintech semakin marak di masyarakat. Bahkan banyak yang ilegal, yang menipu dan menjerat masyarakat.

Melihat hal ini, Anggota Komisi XI DPR Kamrussamad meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bertindak tegas. Terutama bagi pinjol yang menerapkan bunga yang justru malah memberatkan.

“Kami meminta OJK untuk proaktif melakukan sosialisasi edukasi dan advokasi tentang pinjaman online ilegal ini. Jangan sampai masyarakat terjerat lintah darat online,” katanya, yang dikutip dari video streaming TV Parlemen, Jumat (9/4).

Politisi Partai Gerindra ini menyarankan OJK untuk melibatkan akademisi perguruan tinggi dalam edukasi masyarakat agar tak terjerat lintah darat online berkedok fintech ini. Dia menegaskan, peranan OJK harus maksimal, karena pengawasan terhadap fintech adalah tugas dan wewenang OJK.

“Bagimana caranya sehingga pinjol ilegal tak ada tempat di hati dan pikiran masyarakat,” imbuhnya.

Di era Revolusi Digital 4.0, teknologi digitalisasi berkembang sangat pesat. Tak heran jika masyarakat mengajukan pinjaman bukan hanya ke lembaga perbankan, tapi juga beralih ke online, ke lembaga nonbank melalui gawai.

Kamrussamad menyambut baik munculnya banyak pelaku usaha fintech, terutama yang bergerak di pinjaman online. Namun begitu, ia tetap mengingatkan tindakan tegas dari OJK jika fintech pinjol ini terbukti ilegal. [DWI]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories