Gerakan Patungan Beli Kapal Selam Jubir Prabowo: Semangatnya Positif, Jangan Dinyinyirin

Juru Bicara (Jubir) Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, Dahnil Anzar, angkat bicara terkait inisiasi sejumlah kelompok masyarakat patungan untuk membeli kapal selam. Ini dilakukan usai Kapal Sekam KRI Nanggala-402 tenggelam di perairan Bali beberapa hari lalu.

Selain kelompok masyarakat, sejumlah pendakwah seperti Ustadz Abdul Somad (UAS) juga mengajak umat menggalang donasi untuk membeli kapal selam pengganti KRI Nanggala-402.

Kata Dahnil, negara menangkap pesan penting dari dukungan ajakan patungan beli kapal selam yang digagas oleh aktivis masjid Jogokariyan, Yogyakarta. Terdapat pesan semangat patriotisme untuk bergotong-royong dan bangkit bersama.

“Negara menangkap pesan semangat patriotisme untuk bergotong royong dan bangkit bersama, itu yang paling penting,” ujar Dahnil dalam pesannya kepada RM.id, Selasa (27/4).

Dahnil menambahkan, semangat patriotisme yang ditebar oleh para tokoh agama tersebut patut diapresiasi. Selain itu, negara sangat menghormati inisiasi tersebut.

“Indonesia sangat berduka dengan gugurnya para prajurit terbaik bangsa dan kru KRI Nanggala-402. Segala upaya ajakan untuk bersatu dan saling tolong menolong, berempati, dan simpati patut terus disuarakan, sebagai anak bangsa kita harus saling menguatkan bukan saling menegasikan,” ungkapnya.

Dahnil mengajak publik tidak perlu nyinyir dam berburuk sangka dengan berbagai praduga atas gerakan positif ini.

“Kami concern menangkap pesan dan semangat tokoh agama tersebut sebagai pendakwah. Dan semangat itu positif tanpa perlu berburuk sangka dengan berbagai praduga,” pungkasnya.

Donasi Tembus Rp 300 Juta Lebih

Setelah insiden tenggelamnya KRI Nanggala-402, muncul inisiatif dari Himpunan Anak-anak Masjid (Hamas) Jogokariyan, Yogyakarta, yang menggalang dana untuk pembelian kapal selam baru. Ketua Dewan Syuro Takmir Masjid Jogokariyan Ustaz Muhammad Jazir mengatakan, penghimpunan dana oleh Hamas ini mengajak rakyat Indonesia untuk bersama-sama memperkuat armada laut agar menjaga keutuhan NKRI.

“Laut Indonesia adalah masa depan Indonesia, sumber kekayaan Indonesia, sumber kehormatan Indonesia yang merupakan 2/3 dari wilayah nasional,” kata Jazir saat menyerahkan dana infak di Pangkalan TNI AL Yogyakarta, Senin (26/4).

Dana pengganti kapal selam RI Nanggala-402 yang diserahkan mencapai sekitar Rp 6,58 juta. Selain itu, Masjid Jogokariyan juga menyerahkan dana simpati dan kehormatan bagi keluarga awak kapal selam KRI Nanggala-402. Dana untuk keluarga awak kapal selam yang diserahkan tersebut mencapai Rp 15 juta.

Open donasi pun berlanjut hingga hari ini. Kabarnya, baru dua hari dibuka, sudah ada dana masuk mencapai Rp 300 juta. “Pagi tadi sudah tembus sampai Rp 300-an juta, Masyaallah,” kata Muhammad Jazir, Selasa (27/4).

Tepatnya hingga pukul 11.00 WIB, sekitar Rp 365 juta donasi terkumpul dari tangan donatur. Donasi ini merupakan lanjutan dari penggalangan dana oleh sejumlah anak di sekitar Pasar Sore Ramadhan Jogokariyan, Minggu (25/4).

Setelah aksi penggalangan pertama, respons masyarakat cukup baik, sehingga dibuatkan rekening khusus untuk pembelian kapal selam. “Jadi rekening itu atas nama Masjid ya. Jadi berapa pun nanti yang kami terima akan kami berikan untuk pembelian kapal selam baru. Jika nanti bisa mencapai target ingin kami belikan langsung dari PT PAL. Jika tidak mencapai target, kami serahkan ke angkatan laut,” jelasnya.

Dari berbagai informasi, harga satu buah kapal selam baru sekelas Nanggala-402 mencapai Rp 4,7 triliun. Jika dibuat oleh PT PAL, harganya sekitar Rp 1,7 triliun. Jazir optimistis, penggalangan dana ini sesuai dengan jumlah yang ditarget.

Inisiatif donasi ini juga mendapat perhatian Ustadz Abdul Somad (UAS) yang juga mengajak masyarakat patungan beli kapal selam lewat rekening Masjid Jogokariyan. Ustadz Yusuf Mansur pun ikut mendukung ajakan patungan ini.

Menurut UAS, kegiatan donasi ini mengajarkan rakyat Indonesia bahu membahu mengulurkan tangan untuk membangun kekuatan armada laut. “Rakyat bersatu. Jaga kedaulatan laut kita. Open Donasi, Patungan Rakyat Indonesia, Untuk Pembelian Kapal Selam Pengganti Nanggala 402 Bersama Masjid Jogokariyan Jogja,” tulis Ustadz Abdul Somad dalam unggahan di Instagram pribadinya. [FAQ]

]]> Juru Bicara (Jubir) Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, Dahnil Anzar, angkat bicara terkait inisiasi sejumlah kelompok masyarakat patungan untuk membeli kapal selam. Ini dilakukan usai Kapal Sekam KRI Nanggala-402 tenggelam di perairan Bali beberapa hari lalu.

Selain kelompok masyarakat, sejumlah pendakwah seperti Ustadz Abdul Somad (UAS) juga mengajak umat menggalang donasi untuk membeli kapal selam pengganti KRI Nanggala-402.

Kata Dahnil, negara menangkap pesan penting dari dukungan ajakan patungan beli kapal selam yang digagas oleh aktivis masjid Jogokariyan, Yogyakarta. Terdapat pesan semangat patriotisme untuk bergotong-royong dan bangkit bersama.

“Negara menangkap pesan semangat patriotisme untuk bergotong royong dan bangkit bersama, itu yang paling penting,” ujar Dahnil dalam pesannya kepada RM.id, Selasa (27/4).

Dahnil menambahkan, semangat patriotisme yang ditebar oleh para tokoh agama tersebut patut diapresiasi. Selain itu, negara sangat menghormati inisiasi tersebut.

“Indonesia sangat berduka dengan gugurnya para prajurit terbaik bangsa dan kru KRI Nanggala-402. Segala upaya ajakan untuk bersatu dan saling tolong menolong, berempati, dan simpati patut terus disuarakan, sebagai anak bangsa kita harus saling menguatkan bukan saling menegasikan,” ungkapnya.

Dahnil mengajak publik tidak perlu nyinyir dam berburuk sangka dengan berbagai praduga atas gerakan positif ini.

“Kami concern menangkap pesan dan semangat tokoh agama tersebut sebagai pendakwah. Dan semangat itu positif tanpa perlu berburuk sangka dengan berbagai praduga,” pungkasnya.

Donasi Tembus Rp 300 Juta Lebih

Setelah insiden tenggelamnya KRI Nanggala-402, muncul inisiatif dari Himpunan Anak-anak Masjid (Hamas) Jogokariyan, Yogyakarta, yang menggalang dana untuk pembelian kapal selam baru. Ketua Dewan Syuro Takmir Masjid Jogokariyan Ustaz Muhammad Jazir mengatakan, penghimpunan dana oleh Hamas ini mengajak rakyat Indonesia untuk bersama-sama memperkuat armada laut agar menjaga keutuhan NKRI.

“Laut Indonesia adalah masa depan Indonesia, sumber kekayaan Indonesia, sumber kehormatan Indonesia yang merupakan 2/3 dari wilayah nasional,” kata Jazir saat menyerahkan dana infak di Pangkalan TNI AL Yogyakarta, Senin (26/4).

Dana pengganti kapal selam RI Nanggala-402 yang diserahkan mencapai sekitar Rp 6,58 juta. Selain itu, Masjid Jogokariyan juga menyerahkan dana simpati dan kehormatan bagi keluarga awak kapal selam KRI Nanggala-402. Dana untuk keluarga awak kapal selam yang diserahkan tersebut mencapai Rp 15 juta.

Open donasi pun berlanjut hingga hari ini. Kabarnya, baru dua hari dibuka, sudah ada dana masuk mencapai Rp 300 juta. “Pagi tadi sudah tembus sampai Rp 300-an juta, Masyaallah,” kata Muhammad Jazir, Selasa (27/4).

Tepatnya hingga pukul 11.00 WIB, sekitar Rp 365 juta donasi terkumpul dari tangan donatur. Donasi ini merupakan lanjutan dari penggalangan dana oleh sejumlah anak di sekitar Pasar Sore Ramadhan Jogokariyan, Minggu (25/4).

Setelah aksi penggalangan pertama, respons masyarakat cukup baik, sehingga dibuatkan rekening khusus untuk pembelian kapal selam. “Jadi rekening itu atas nama Masjid ya. Jadi berapa pun nanti yang kami terima akan kami berikan untuk pembelian kapal selam baru. Jika nanti bisa mencapai target ingin kami belikan langsung dari PT PAL. Jika tidak mencapai target, kami serahkan ke angkatan laut,” jelasnya.

Dari berbagai informasi, harga satu buah kapal selam baru sekelas Nanggala-402 mencapai Rp 4,7 triliun. Jika dibuat oleh PT PAL, harganya sekitar Rp 1,7 triliun. Jazir optimistis, penggalangan dana ini sesuai dengan jumlah yang ditarget.

Inisiatif donasi ini juga mendapat perhatian Ustadz Abdul Somad (UAS) yang juga mengajak masyarakat patungan beli kapal selam lewat rekening Masjid Jogokariyan. Ustadz Yusuf Mansur pun ikut mendukung ajakan patungan ini.

Menurut UAS, kegiatan donasi ini mengajarkan rakyat Indonesia bahu membahu mengulurkan tangan untuk membangun kekuatan armada laut. “Rakyat bersatu. Jaga kedaulatan laut kita. Open Donasi, Patungan Rakyat Indonesia, Untuk Pembelian Kapal Selam Pengganti Nanggala 402 Bersama Masjid Jogokariyan Jogja,” tulis Ustadz Abdul Somad dalam unggahan di Instagram pribadinya. [FAQ]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories