Generasi Rebahan Makin Banyak, Dede Yusuf Minta Mas Menteri Nadiem Wajibkan Kembali Pelajaran Olahraga

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf mengingatkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim soal potensi selain learning loss atau kerugian pelajaran dalam pembelajaran jarak jauh. Yakni, physical loss alias kerugian fisik.

Kalau physical loss tak diperhatikan, bisa-bisa makin banyak generasi rebahan atau generasi malas gerak alias mager di kalangan anak-anak Indonesia, yang sudah satu tahun lebih menjalani sekolah dari rumah.

“Sekarang sudah ada generasi namanya generasi rebahan, Mas Menteri mungkin paham ya. Jadi mager, generasi mager, yang akhirnya tidak bergerak,” ujar Dede dalam raker bersama Kemendikbud di DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (18/3).

Karena itu, Dede meminta Nadiem untuk mewajibkan kembali pelajaran olahraga jika sekolah sudah melakukan pembelajaran tatap muka. “Ini penting sekali didorong,” imbuh mantan aktor laga itu.

Mantan Wakil Gubernur Jawa Barat ini menyebut, generasi rebahan ini sangat akan berbahaya bagi anak Indonesia. Jika anak tidak sehat secara fisik, maka mereka juga akan kesulitan untuk menjadi pintar.

“Secara fisik dan motorik mereka tidak terlatih atau berkompetisi, berkoordinasi team work dengan yang lain mungkin semangat mereka untuk maju bisa berkurang,” tegas Dede.

Selain itu, dia juga mengusulkan Mendikbud menyediakan beasiswa untuk jalur khusus prestasi olahraga. Dede mengatakan program ini juga tengah disiapkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Tetapi menurutnya, masih kurang. “Ini PR, mudah-mudahan Mas Menteri sudah punya grand design untuk dilakukan,” tutupnya.

Sementara, Nadiem menyebut kegiatan olahraga dan ekstrakurikuler belum bisa digelar karena program vaksinasi untuk para guru dan tenaga pendidik masih berlangsung. “Kegiatan ekskul pun masih belum, kita masih akan observasi,” tutur Nadiem.

Sementara soal beasiswa, Nadiem menyebut, Kementeriannya sebenarnya tengah menggodok kebijakan terkait hal tersebut. Namun dia mengaku belum dapat membeberkan seperti apa kebijakan itu.

“Ditunggu episode untuk yang olahraga. Itu salah satu passion personal saya untuk bisa benar-benar membantu dan mendukung Menpora untuk mencapai ini, tapi saya belum siap buka-bukaan,” tuturnya. [OKT]

]]> Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf mengingatkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim soal potensi selain learning loss atau kerugian pelajaran dalam pembelajaran jarak jauh. Yakni, physical loss alias kerugian fisik.

Kalau physical loss tak diperhatikan, bisa-bisa makin banyak generasi rebahan atau generasi malas gerak alias mager di kalangan anak-anak Indonesia, yang sudah satu tahun lebih menjalani sekolah dari rumah.

“Sekarang sudah ada generasi namanya generasi rebahan, Mas Menteri mungkin paham ya. Jadi mager, generasi mager, yang akhirnya tidak bergerak,” ujar Dede dalam raker bersama Kemendikbud di DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (18/3).

Karena itu, Dede meminta Nadiem untuk mewajibkan kembali pelajaran olahraga jika sekolah sudah melakukan pembelajaran tatap muka. “Ini penting sekali didorong,” imbuh mantan aktor laga itu.

Mantan Wakil Gubernur Jawa Barat ini menyebut, generasi rebahan ini sangat akan berbahaya bagi anak Indonesia. Jika anak tidak sehat secara fisik, maka mereka juga akan kesulitan untuk menjadi pintar.

“Secara fisik dan motorik mereka tidak terlatih atau berkompetisi, berkoordinasi team work dengan yang lain mungkin semangat mereka untuk maju bisa berkurang,” tegas Dede.

Selain itu, dia juga mengusulkan Mendikbud menyediakan beasiswa untuk jalur khusus prestasi olahraga. Dede mengatakan program ini juga tengah disiapkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Tetapi menurutnya, masih kurang. “Ini PR, mudah-mudahan Mas Menteri sudah punya grand design untuk dilakukan,” tutupnya.

Sementara, Nadiem menyebut kegiatan olahraga dan ekstrakurikuler belum bisa digelar karena program vaksinasi untuk para guru dan tenaga pendidik masih berlangsung. “Kegiatan ekskul pun masih belum, kita masih akan observasi,” tutur Nadiem.

Sementara soal beasiswa, Nadiem menyebut, Kementeriannya sebenarnya tengah menggodok kebijakan terkait hal tersebut. Namun dia mengaku belum dapat membeberkan seperti apa kebijakan itu.

“Ditunggu episode untuk yang olahraga. Itu salah satu passion personal saya untuk bisa benar-benar membantu dan mendukung Menpora untuk mencapai ini, tapi saya belum siap buka-bukaan,” tuturnya. [OKT]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories