Gempa M4,6 Guncang Gunung Kidul, Tidak Berpotensi Tsunami

Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta diguncang gempa M4,6 pada Selasa (27/4) pukul 10.22 WIB. 

Berdasarkan info Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berlokasi di 8,74 Lintang Selatan,110.27 Bujur Timur.

Pusat gempa berada di laut yang berjarak 91 km arah barat daya Gunung Kidul. Gempa berkedalaman 24 km itu dirasakan dengan skala Modified Mercalli Intensity (MMI) II Gunung Kidul, II Bantul, II Sleman, II Wonogiri.

Dalam gempa berskala II MMI, getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Kepala Stasiun Geofisika Sleman, Ikhsan menjelaskan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal, akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Indo Australia.

“Hingga saat ini, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan, gempa ini tidak berpotensi tsunami.Sampai pukul 10.45 WIB siang ini, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock),” papar Ikhsan dalam keterangannya, Selasa (27/4).

Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Selain itu, masyarakat juga diminta menghindari dari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa, atau tidak mengalami kerusakan akibat getaran gempa, yang membahayakan kestabilan bangunan, sebelum Anda kembali ke dalam rumah.

Pastikan informasi resmi soal gempa hanya bersumber dari BMKG, yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website ( http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg (user pemda ,pwd pemda-bmkg) atau infobmkg. [HES]

 

]]> Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta diguncang gempa M4,6 pada Selasa (27/4) pukul 10.22 WIB. 

Berdasarkan info Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berlokasi di 8,74 Lintang Selatan,110.27 Bujur Timur.

Pusat gempa berada di laut yang berjarak 91 km arah barat daya Gunung Kidul. Gempa berkedalaman 24 km itu dirasakan dengan skala Modified Mercalli Intensity (MMI) II Gunung Kidul, II Bantul, II Sleman, II Wonogiri.

Dalam gempa berskala II MMI, getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Kepala Stasiun Geofisika Sleman, Ikhsan menjelaskan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal, akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Indo Australia.

“Hingga saat ini, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan, gempa ini tidak berpotensi tsunami.Sampai pukul 10.45 WIB siang ini, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock),” papar Ikhsan dalam keterangannya, Selasa (27/4).

Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Selain itu, masyarakat juga diminta menghindari dari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa, atau tidak mengalami kerusakan akibat getaran gempa, yang membahayakan kestabilan bangunan, sebelum Anda kembali ke dalam rumah.

Pastikan informasi resmi soal gempa hanya bersumber dari BMKG, yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website ( http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg (user pemda ,pwd pemda-bmkg) atau infobmkg. [HES]

 
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories