Geluti Bisnis Transportasi Laut, Lian Tje Komit Dukung Target Zero Emisi 2060

Pengusaha asal Bangka Belitung, Lian Tje mengaku tertarik untuk mendalami industri ramah lingkungan, salah satunya pada kendaraan dan properti.

Menurutnya, pengusaha juga punya kewajiban untuk mendukung target zero emisi 2060 guna menghindari perubahan iklim dan menjaga kesehatan udara.

Lian Tje yang kini mulai merambah bisnis transportasi laut yakni pembuatan kapal dan galangan kapal ini pun mendukung ikhtiar pemerintah dalam mengalihkan kendaraan bahan bakar minyak menjadi kendaraan listrik.

“Kita memiliki target bagaimana masa depan bangsa kita merasakan udara dan lingkungan yang sehat. Terlebih, sebagai negara Kepulauan, kita sangat harus menjaga perubahan iklim melalui pemanfaatan energi baru terbarukan, di antaranya pada kendaraan laut,” ujar Lian Tje usai diskusi bersama Taprof Lemhannas RI, Dadang Solihin di Jakarta, Rabu (5/10).

Lebih lanjut Lian Tje berharap, khususnya untuk kebutuhan kendaraan listrik yang tiap hari semakin bertambah penggunanya, pemerintah juga menyiapkan berbagai kemudahan. Seperti, memperbanyak stasiun pengisian listrik baik di Jakarta maupun Jakarta dan menginformasikan lokasinya di sosial media.

“Tentu saja yang paling mendasar perlu dipersiapkan adalah memperbanyak stasiun pengisian listrik. Tidak hanya kendaraan darat, tapi juga mesti mulai digagas kendaraan rendah emisi untuk transportasi laut,” katanya.

Pengusaha yang sukses menjadi partner project B2B dengan LG ini pun menyampaikan dukungannya terhadap konsep green building yang saat ini sedang digencarkan.

“Misalnya bagaimana konsep green building dapat diterapkan oleh industri properti di Indonesia. Appreciated bahwa Jakarta hari ini sudah mulai menggagas sekolah rendah emisi pertama di Indonesia,” sebutnya.

Sebagai informasi, Lian Tje merupakan CEO dan Founder PT Megah Sakti Mandiri (MSM) yang bergerak pada bidang electronic trading company dan menjadi partner B2B project LG & Daikin. Berkat keuletannya, Lian Tje meraih sedikitnya lima penghargaan bergengsi.

Taprof Lemhannas RI, Dadang Solihin menilai perlu kolaborasi Pentahelix untuk mencapai target zero emisi 2060 serta menyikapi ancaman perubahan iklim.

“Tentu tidak bisa jalan sendiri, mesti ada kolaborasi lima unsur atau Pentahelix, di antaranya pemerintah, akademisi, pengusaha, media massa dan komunitas atau masyarakat,” ujar mantan Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Budaya dan Pariwisata ini. ■

]]> Pengusaha asal Bangka Belitung, Lian Tje mengaku tertarik untuk mendalami industri ramah lingkungan, salah satunya pada kendaraan dan properti.

Menurutnya, pengusaha juga punya kewajiban untuk mendukung target zero emisi 2060 guna menghindari perubahan iklim dan menjaga kesehatan udara.

Lian Tje yang kini mulai merambah bisnis transportasi laut yakni pembuatan kapal dan galangan kapal ini pun mendukung ikhtiar pemerintah dalam mengalihkan kendaraan bahan bakar minyak menjadi kendaraan listrik.

“Kita memiliki target bagaimana masa depan bangsa kita merasakan udara dan lingkungan yang sehat. Terlebih, sebagai negara Kepulauan, kita sangat harus menjaga perubahan iklim melalui pemanfaatan energi baru terbarukan, di antaranya pada kendaraan laut,” ujar Lian Tje usai diskusi bersama Taprof Lemhannas RI, Dadang Solihin di Jakarta, Rabu (5/10).

Lebih lanjut Lian Tje berharap, khususnya untuk kebutuhan kendaraan listrik yang tiap hari semakin bertambah penggunanya, pemerintah juga menyiapkan berbagai kemudahan. Seperti, memperbanyak stasiun pengisian listrik baik di Jakarta maupun Jakarta dan menginformasikan lokasinya di sosial media.

“Tentu saja yang paling mendasar perlu dipersiapkan adalah memperbanyak stasiun pengisian listrik. Tidak hanya kendaraan darat, tapi juga mesti mulai digagas kendaraan rendah emisi untuk transportasi laut,” katanya.

Pengusaha yang sukses menjadi partner project B2B dengan LG ini pun menyampaikan dukungannya terhadap konsep green building yang saat ini sedang digencarkan.

“Misalnya bagaimana konsep green building dapat diterapkan oleh industri properti di Indonesia. Appreciated bahwa Jakarta hari ini sudah mulai menggagas sekolah rendah emisi pertama di Indonesia,” sebutnya.

Sebagai informasi, Lian Tje merupakan CEO dan Founder PT Megah Sakti Mandiri (MSM) yang bergerak pada bidang electronic trading company dan menjadi partner B2B project LG & Daikin. Berkat keuletannya, Lian Tje meraih sedikitnya lima penghargaan bergengsi.

Taprof Lemhannas RI, Dadang Solihin menilai perlu kolaborasi Pentahelix untuk mencapai target zero emisi 2060 serta menyikapi ancaman perubahan iklim.

“Tentu tidak bisa jalan sendiri, mesti ada kolaborasi lima unsur atau Pentahelix, di antaranya pemerintah, akademisi, pengusaha, media massa dan komunitas atau masyarakat,” ujar mantan Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Budaya dan Pariwisata ini. ■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories