Gelar Seminar Khusus, UNJ Beri Kontribusi Pemikiran Untuk Peta Jalan Pendidikan

Universitas Negeri Jakarta (UNJ) turut memberikan kontribusi pemikiran dalam Rancangan Peta Jalan Pendidikan (PJP) 2020-2035 yang sedang disusun Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek). UNJ menggelar seminar nasional yang khusus membahas ini, di Aula Gedung University Training Center, Kampus A UNJ, Jakarta Timur, Rabu (5/5).

Seminar nasional ini mengangkat tema “Peta Jalan Pendidikan Indonesia Menuju tahun 2035”. Seminar siarkan secara langsung dan melalui live streaming di Channel YouTube Universitas Negeri Jakarta dan Channel YouTube Edura TV. Seminar ini merupakan rangkaian kegiatan Dies Natalis UNJ ke-57, dengan panitia pelaksana dari Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNJ. 

Rektor UNJ Prof Komarudin menjelaskan, sebagai salah satu Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), UNJ memiliki tanggung jawab untuk mengawal penyelenggaraan pendidikan bermutu untuk menghasilkan SDM unggul dan berdaya saing dan mencerdaskan kehidupan bangsa. “Saat ini, UNJ sedang menggodok Peta Jalan Pendidikan Indonesia 2020-2035 sebagai wujud tanggung jawab nasional,” ungkapnya.

Seminar nasional ini menghadirkan pemangku kebijakan dari pemerintah dan DPR serta para tokoh pendidikan nasional. Seminar dibuka Dirjen Dikti Kemdikbud Dikti Prof Nizam, sebagai pembicara kunci.

Melalui seminar ini, dihimpun berbagai pemikiran positif dan kontributif untuk kemudian diformulasikan Tim UNJ. “Inilah urgensi seminar nasional tersebut. Hal ini sesuai dengan tema Dies Natalis UNJ ke-57 yang mengusung tema ‘Unggul dan Bereputasi’,” ujar Komarudin.

Materi pertama dibawakan Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda. Politisi PKB itu berbicara tentang refleksi Peta Jalan Pendidikan menuju Indonesia maju. Pembicara berikutnya adalah Duta Besar Indonesia untuk Uzbekistan Prof Sunaryo, yang membawa materi tentang Peta Jalan Pendidikan dan kaitannya dengan sistem pendidikan nasional. 

Pembicara berikutnya adalah Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) Prof Ganefri dan Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Prof Solehudin, yang membawakan materi tentang kontribusi pemikiran Peta Jalan Pendidikan Indonesia menuju tahun 2035. Sedangkan pembicara terakhir adalah Ketua Senat UNJ Prof Hafid Abas yang membawakan tema Peta Jalan Pendidikan terkait dengan penegakan HAM untuk memperoleh pendidikan yang layak.

Seminar ini dihadiri para wakil rektor, para ketua lembaga, para dekan di lingkungan UNJ, Direktur Pascasarjana, dan para pejabat lainnya di lingkungan UNJ. Selain itu, UNJ mencatat, seminar ini juga diikuti 1.600 peserta dari seluruh Indonesia dan internasional. 

Kebijakan PJP 2020-2035 bertujuan untuk mendorong terciptanya kualitas SDM Indonesia yang unggul, berakhlak, dan mampu bersaing di era revolusi industri 4.0. UNJ memiliki peran sentral sebagai mitra Kemendikbud Ristek dalam penerapan PJP 2020-2035. Kegiatan seminar nasional yang diinisiasi oleh UNJ ini diharapkan dapat menghasilkan konsep strategis dan pemikiran-pemikiran inovatif yang berguna dalam pelaksanaan dan mengawal jalan nya PJP.

Setelah seminar ini Tim UNJ akan bekerja merumuskan atau mensintesiskan berbagai pemikiran yang terhimpun dengan pemikiran para ahli pendidikan UNJ. “Hasil perumusan ini akan disampaikan kepada Mendikbud Ristek Nadiem Makarim dan Komisi X DPR,” ungkap Komarudin. [KW]

]]> Universitas Negeri Jakarta (UNJ) turut memberikan kontribusi pemikiran dalam Rancangan Peta Jalan Pendidikan (PJP) 2020-2035 yang sedang disusun Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek). UNJ menggelar seminar nasional yang khusus membahas ini, di Aula Gedung University Training Center, Kampus A UNJ, Jakarta Timur, Rabu (5/5).

Seminar nasional ini mengangkat tema “Peta Jalan Pendidikan Indonesia Menuju tahun 2035”. Seminar siarkan secara langsung dan melalui live streaming di Channel YouTube Universitas Negeri Jakarta dan Channel YouTube Edura TV. Seminar ini merupakan rangkaian kegiatan Dies Natalis UNJ ke-57, dengan panitia pelaksana dari Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNJ. 

Rektor UNJ Prof Komarudin menjelaskan, sebagai salah satu Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), UNJ memiliki tanggung jawab untuk mengawal penyelenggaraan pendidikan bermutu untuk menghasilkan SDM unggul dan berdaya saing dan mencerdaskan kehidupan bangsa. “Saat ini, UNJ sedang menggodok Peta Jalan Pendidikan Indonesia 2020-2035 sebagai wujud tanggung jawab nasional,” ungkapnya.

Seminar nasional ini menghadirkan pemangku kebijakan dari pemerintah dan DPR serta para tokoh pendidikan nasional. Seminar dibuka Dirjen Dikti Kemdikbud Dikti Prof Nizam, sebagai pembicara kunci.

Melalui seminar ini, dihimpun berbagai pemikiran positif dan kontributif untuk kemudian diformulasikan Tim UNJ. “Inilah urgensi seminar nasional tersebut. Hal ini sesuai dengan tema Dies Natalis UNJ ke-57 yang mengusung tema ‘Unggul dan Bereputasi’,” ujar Komarudin.

Materi pertama dibawakan Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda. Politisi PKB itu berbicara tentang refleksi Peta Jalan Pendidikan menuju Indonesia maju. Pembicara berikutnya adalah Duta Besar Indonesia untuk Uzbekistan Prof Sunaryo, yang membawa materi tentang Peta Jalan Pendidikan dan kaitannya dengan sistem pendidikan nasional. 

Pembicara berikutnya adalah Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) Prof Ganefri dan Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Prof Solehudin, yang membawakan materi tentang kontribusi pemikiran Peta Jalan Pendidikan Indonesia menuju tahun 2035. Sedangkan pembicara terakhir adalah Ketua Senat UNJ Prof Hafid Abas yang membawakan tema Peta Jalan Pendidikan terkait dengan penegakan HAM untuk memperoleh pendidikan yang layak.

Seminar ini dihadiri para wakil rektor, para ketua lembaga, para dekan di lingkungan UNJ, Direktur Pascasarjana, dan para pejabat lainnya di lingkungan UNJ. Selain itu, UNJ mencatat, seminar ini juga diikuti 1.600 peserta dari seluruh Indonesia dan internasional. 

Kebijakan PJP 2020-2035 bertujuan untuk mendorong terciptanya kualitas SDM Indonesia yang unggul, berakhlak, dan mampu bersaing di era revolusi industri 4.0. UNJ memiliki peran sentral sebagai mitra Kemendikbud Ristek dalam penerapan PJP 2020-2035. Kegiatan seminar nasional yang diinisiasi oleh UNJ ini diharapkan dapat menghasilkan konsep strategis dan pemikiran-pemikiran inovatif yang berguna dalam pelaksanaan dan mengawal jalan nya PJP.

Setelah seminar ini Tim UNJ akan bekerja merumuskan atau mensintesiskan berbagai pemikiran yang terhimpun dengan pemikiran para ahli pendidikan UNJ. “Hasil perumusan ini akan disampaikan kepada Mendikbud Ristek Nadiem Makarim dan Komisi X DPR,” ungkap Komarudin. [KW]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories