Gelar Seminar Bisnis KBRI Moskow Ajak Pengusaha Indonesia Gali Potensi Ekonomi Rusia .

Duta Besar RI Moskow untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, Jose Tavares mengatakan, Rusia merupakan pasar yang belum tersentuh (untapped market) yang perlu terus digali bagi kepentingan ekonomi Indonesia.

Hal tersebut dikatakan Dubes Jose Tavares saat membuka  seminar bisnis bertema Overview of the Russian Economy and Its Opportunities for Indonesia yang diselenggarakan KBRI Moskow, Jumat (6/2). Acara digelar secara virtual.

Dalam Seminar Bisnis tersebut KBRI Moskow menghadirkan pembicara Sergey Khitrov dari RosBusinessConsulting (RBC) Market Research; Ivan Polyakov, Ketua Russia-ASEAN Business Council (RABC) dan Rainer Tobing pelaku usaha dari Jakarta. Sebagai moderator Dr. Yose Rizal Damuri, Head of the Department of Economics Center for Strategic and International Studies (CSIS).

KBRI Moskow terus berupaya melakukan terobosan dan membuka pasar Rusia untuk pebisnis Indonesia. Guna menghimpun data ekonomi Rusia, KBRI Moskow bekerja sama dengan RBC Market Research menghasilkan sebuah buku yang diharapkan dapat menjadi pegangan para pelaku usaha Indonesia.

Dubes Jose Tavares menjelaskan, buku yang diterbitkan oleh KBRI Moskow ini memiliki gambaran makroekonomi yang dilengkapi oleh angka dan statistik mengenai perdagangan luar negeri, investasi dan pariwisata Rusia dan hubungannya dengan Indonesia. Seminar ditujukan untuk mengulas buku tersebut, memberi ruang kepada pemangku kepentingan untuk menanggapi dan mengidentifikasi sisi-sisi ekonomi Rusia yang dapat dimanfaatkan untuk bisnis Indonesia. 

Cerminan ekonomi Rusia secara lugas dibahas oleh Sergey Khitrov, yang juga mengulas potensi kerja sama ekonomi Indonesia–Rusia. Khitrov menilai langkah Pemerintah Rusia yang mendorong vaksinasi Covid-19 guna penanggulangan pandemi akan berdampak positif bagi stabilitas ekonomi Rusia, yang hasilnya diharapkan mulai terlihat pada kuartal IV-2021.

“Area kerja sama Rusia–Indonesia yang prospektif ada pada bidang energi, farmasi, infrastruktur, agrifood, aviasi, teknologi informasi dan komunikasi serta ekonomi digital dan media” kata Ivan Polyakov.

Polyakov menambahkan, perdagangan ekonomi dan investasi dapat dipromosikan antara lain melalui fasilitasi infrastruktur digital, penghapusan non-tariff barriers dan lokalisasi produksi dan processing.

Rainer Tobing berbagi pengalaman dalam membangun hubungan bisnis dengan pelaku usaha Rusia. Moderator Dr. Yose Rizal Damuri menambahkan bahwa pemerintah setempat berperan penting dalam peningkatan hubungan ekonomi kedua negara.

Data Kementerian Perdagangan RI mencatat tren positif perdagangan bilateral Indonesia dengan Rusia pada periode 2015-2019. Namun demikian, pandemi Covid-19 berpengaruh besar terhadap penurunan angka perdagangan dan investasi kedua negara, khususnya pada 2020. [DIT]

]]> .
Duta Besar RI Moskow untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, Jose Tavares mengatakan, Rusia merupakan pasar yang belum tersentuh (untapped market) yang perlu terus digali bagi kepentingan ekonomi Indonesia.

Hal tersebut dikatakan Dubes Jose Tavares saat membuka  seminar bisnis bertema Overview of the Russian Economy and Its Opportunities for Indonesia yang diselenggarakan KBRI Moskow, Jumat (6/2). Acara digelar secara virtual.

Dalam Seminar Bisnis tersebut KBRI Moskow menghadirkan pembicara Sergey Khitrov dari RosBusinessConsulting (RBC) Market Research; Ivan Polyakov, Ketua Russia-ASEAN Business Council (RABC) dan Rainer Tobing pelaku usaha dari Jakarta. Sebagai moderator Dr. Yose Rizal Damuri, Head of the Department of Economics Center for Strategic and International Studies (CSIS).

KBRI Moskow terus berupaya melakukan terobosan dan membuka pasar Rusia untuk pebisnis Indonesia. Guna menghimpun data ekonomi Rusia, KBRI Moskow bekerja sama dengan RBC Market Research menghasilkan sebuah buku yang diharapkan dapat menjadi pegangan para pelaku usaha Indonesia.

Dubes Jose Tavares menjelaskan, buku yang diterbitkan oleh KBRI Moskow ini memiliki gambaran makroekonomi yang dilengkapi oleh angka dan statistik mengenai perdagangan luar negeri, investasi dan pariwisata Rusia dan hubungannya dengan Indonesia. Seminar ditujukan untuk mengulas buku tersebut, memberi ruang kepada pemangku kepentingan untuk menanggapi dan mengidentifikasi sisi-sisi ekonomi Rusia yang dapat dimanfaatkan untuk bisnis Indonesia. 

Cerminan ekonomi Rusia secara lugas dibahas oleh Sergey Khitrov, yang juga mengulas potensi kerja sama ekonomi Indonesia–Rusia. Khitrov menilai langkah Pemerintah Rusia yang mendorong vaksinasi Covid-19 guna penanggulangan pandemi akan berdampak positif bagi stabilitas ekonomi Rusia, yang hasilnya diharapkan mulai terlihat pada kuartal IV-2021.

“Area kerja sama Rusia–Indonesia yang prospektif ada pada bidang energi, farmasi, infrastruktur, agrifood, aviasi, teknologi informasi dan komunikasi serta ekonomi digital dan media” kata Ivan Polyakov.

Polyakov menambahkan, perdagangan ekonomi dan investasi dapat dipromosikan antara lain melalui fasilitasi infrastruktur digital, penghapusan non-tariff barriers dan lokalisasi produksi dan processing.

Rainer Tobing berbagi pengalaman dalam membangun hubungan bisnis dengan pelaku usaha Rusia. Moderator Dr. Yose Rizal Damuri menambahkan bahwa pemerintah setempat berperan penting dalam peningkatan hubungan ekonomi kedua negara.

Data Kementerian Perdagangan RI mencatat tren positif perdagangan bilateral Indonesia dengan Rusia pada periode 2015-2019. Namun demikian, pandemi Covid-19 berpengaruh besar terhadap penurunan angka perdagangan dan investasi kedua negara, khususnya pada 2020. [DIT]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories