Gelar RUPST, Kimia Farma Tetapkan Direksi Dan Komisaris Baru .

PT Kimia Farma Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2019 yang dihadiri oleh pemegang 5.000.349.700 saham atau 90,03 persen dari keseluruhan Pemegang Saham Kimia Farma di Ballroom Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (28/4).

RUPST tersebut dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat telah ditetapkan oleh pemerintah dan tetap menjaga physical distancing, serta mengoptimalkan sistem e-proxy yang disediakan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), sehingga Pemegang Saham yang tidak dapat hadir secara langsung dapat menggunakan hak suaranya.

Dalam RUPST tersebut diputuskan perubahan Susunan Pengurus Kimia Farma dimana RUPS menyetujui dan mengangkat: 

Abdul Kadir (Komisaris Utama), Kamelia Faisal (Komisaris Independen), Dwi Ary Purnomo (Komisaris) dan Lina Sari (Direktur Keuangan dan Manajemen Resiko).

RUPST juga memberhentikan dengan hormat Alexander K. Ginting sebagai Komisaris Utama, Saudara Nurrachman sebagai Komisaris Independen, Chrisma Aryani Albandjar sebagai Komisaris dan Pardiman sebagai Direktur Keuangan terhitung sejak ditutupnya RUPST ini.

RUPST juga memutuskan mengubah nomenklatur direksi PT Kimia Farma Tbk yaitu Direktur Keuangan menjadi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko.

 

Sehingga susunan dan jabatan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan terbaru sebagai berikut:

DEWAN KOMISARIS

Komisaris Utama : Abdul Kadir

Komisaris : Dwi Ary Purnomo

Komisaris : Subandi Sardjoko

Komisaris Independen : Musthofa Fauzi

Komisaris Independen : Kamelia Faisal

DIREKSI

Direktur Utama : Verdi Budidarmo

Direktur Keuangan & Manajemen Risiko : Lina Sari

Direktur Pengembangan Bisnis : Imam Fathorrahman

Direktur Produksi & Supply Chain : Andi Prazos

Direktur Umum & Human Capital : Dharma Syahputra

Di tengah kondisi pandemi Covid-19 dan berbagai tantangan yang dihadapi sepanjang tahun 2020, Perseroan dapat membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 6,44.persen dibandingkan dengan tahun 2019.

Peningkatan tersebut ditopang oleh peningkatan segmen distribusi sebesar Rp 814,68 miliar atau meningkat 26,81 persen dari tahun sebelumnya Rp 3.038,93 miliar. [NOV]

]]> .
PT Kimia Farma Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2019 yang dihadiri oleh pemegang 5.000.349.700 saham atau 90,03 persen dari keseluruhan Pemegang Saham Kimia Farma di Ballroom Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (28/4).

RUPST tersebut dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat telah ditetapkan oleh pemerintah dan tetap menjaga physical distancing, serta mengoptimalkan sistem e-proxy yang disediakan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), sehingga Pemegang Saham yang tidak dapat hadir secara langsung dapat menggunakan hak suaranya.

Dalam RUPST tersebut diputuskan perubahan Susunan Pengurus Kimia Farma dimana RUPS menyetujui dan mengangkat: 

Abdul Kadir (Komisaris Utama), Kamelia Faisal (Komisaris Independen), Dwi Ary Purnomo (Komisaris) dan Lina Sari (Direktur Keuangan dan Manajemen Resiko).

RUPST juga memberhentikan dengan hormat Alexander K. Ginting sebagai Komisaris Utama, Saudara Nurrachman sebagai Komisaris Independen, Chrisma Aryani Albandjar sebagai Komisaris dan Pardiman sebagai Direktur Keuangan terhitung sejak ditutupnya RUPST ini.

RUPST juga memutuskan mengubah nomenklatur direksi PT Kimia Farma Tbk yaitu Direktur Keuangan menjadi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko.

 

Sehingga susunan dan jabatan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan terbaru sebagai berikut:

DEWAN KOMISARIS

Komisaris Utama : Abdul Kadir

Komisaris : Dwi Ary Purnomo

Komisaris : Subandi Sardjoko

Komisaris Independen : Musthofa Fauzi

Komisaris Independen : Kamelia Faisal

DIREKSI

Direktur Utama : Verdi Budidarmo

Direktur Keuangan & Manajemen Risiko : Lina Sari

Direktur Pengembangan Bisnis : Imam Fathorrahman

Direktur Produksi & Supply Chain : Andi Prazos

Direktur Umum & Human Capital : Dharma Syahputra

Di tengah kondisi pandemi Covid-19 dan berbagai tantangan yang dihadapi sepanjang tahun 2020, Perseroan dapat membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 6,44.persen dibandingkan dengan tahun 2019.

Peningkatan tersebut ditopang oleh peningkatan segmen distribusi sebesar Rp 814,68 miliar atau meningkat 26,81 persen dari tahun sebelumnya Rp 3.038,93 miliar. [NOV]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories