Gelar Rakorda, BAN-S/M Jabar Laksanakan Reformasi Akreditasi .

Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) Jawa Barat menggelar Rapat Koordinasi Satu 2021 secara virtual, Sabtu (10/4). Dalam rapat ini, BAN-S/M Jawa Barat menegaskan komitmen dalam melaksanakan proses reformasi akreditasi.

“Tugas kami salah satunya melaksanakan reformasi akreditasi yang telah dilakukan pusat. Harapannya tentu, penjaminan mutu pendidikan sekolah/madrasah lebih baik lagi,” ucap Ketua BAN-S/M Jabar Wiji seperti keterangan yang diterima, Sabtu (10/4).

Reformasi akreditasi tersebut direalisasikan dalam bentuk pelaksanaan Instrumen Akreditasi Satu Pendidikan (IASP) 2020 yang telah disahkan melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1005/P/2020 tentang Kriteria dan Perangkat Akreditasi Pendidikan Dasar dan Menengah. Lalu, adanya uji kompetensi bagi asesor lama.

“Juga dikembangkannya dasbor yang menjadi sistem monitoring sekolah/madrasah yang akan ditetapkan sebagai sasaran akreditasi secara online,” jelas Wiji.

Tahun 2021 ini, di Jabar, akan ada 1.567 sekolah/madrasah yang akan divisitasi. Rinciannya, 597 sekolah/madrasah bagi yang baru, 36 sekolah/madrasah yang tidak terakreditasi mulai 2018 hingga beberapa tahun sebelumnya, dan 935 sekolah/madrasah yang akreditasi ulang.

“Secara keseluruhan, pada tahun 2021 terdapat 14.603 sekolah/madrasah yang masa akreditasinya akan berakhir. Sebagian akan diperpanjang secara otomatis setelah melalui proses sistem monitoring dasbor,” jelasnya.

Bagi sekolah sasaran, mulai akhir April hinggal akhir Mei, secara bertahap akan ada sosialisasi yang dilakukan BAN-S/M Jabar. Selain itu, tahun ini juga akan ada 180 calon asesor baru yang direkrut untuk memperkuat asesor yang telah ada. Setelah direkrut, akan dilakukan pelatihan dan kegiatan penguatan bagi 16 orang pelatih asesor dan penguatan bagi 605 asesor di Juni 2021.

Wiji berharap, ada penguatan koordinasi dan tindak lanjut atas rekomendasi dari para pemangku kepentingan, dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kanwil Kementerian Agama Jabar. “Setiap tahun, kami selalu menyampaikan rekomendasi hasil akreditasi. Mohon dengan sangat rekomendasi itu ditindaklanjuti sebagai ikhtiar bersama meningkatkan mutu pendidikan,” ucapnya.

Hadir pula sebagai narasumber, Kepala Kanwil Kemenag Jabar Adib, Kepala Dinas Pendidikan Jabar yang diwakili Firman Oktora. Peserta dalam kegiatan ini adalah Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan satu hingga tiga belas, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, para Ketua Koordinator Pelaksana Akreditasi (KPA) se-Jawa Barat, dan pemangku kepentingan akreditasi Jawa Barat lainnya.

Rakorda ini bertujuan untuk menjelaskan kebijakan dan program penjaminan mutu, strategi dan mekanisme pelaksanaan program sesuai dengan prosedur operasional standar (POS) pelaksanaan akreditasi 2021, mekanisme surveilans, mekanisme pemantauan melalui dasbor untuk otomatisasi akreditasi dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk kesuksesan pelaksanaan akreditasi 2021.

Narasumber dan moderator lainnya adalah Sekretaris BAN-S/M Jabar Ganjar, Ketua Panitia Sri EndahNurhayati, anggota BAN S/M Jabar yaitu Prof Udin S Sa’ud, Asep Nursobah, Syarif Hidayat, Tatang Sunendar, Muhamad Yani, Miftah Fahmi, Syaifuddin, Saripudin, MA Welid, Yuniarti Ulfa, Deddy Hermadi, dan Iu Rusliana. [USU]

]]> .
Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) Jawa Barat menggelar Rapat Koordinasi Satu 2021 secara virtual, Sabtu (10/4). Dalam rapat ini, BAN-S/M Jawa Barat menegaskan komitmen dalam melaksanakan proses reformasi akreditasi.

“Tugas kami salah satunya melaksanakan reformasi akreditasi yang telah dilakukan pusat. Harapannya tentu, penjaminan mutu pendidikan sekolah/madrasah lebih baik lagi,” ucap Ketua BAN-S/M Jabar Wiji seperti keterangan yang diterima, Sabtu (10/4).

Reformasi akreditasi tersebut direalisasikan dalam bentuk pelaksanaan Instrumen Akreditasi Satu Pendidikan (IASP) 2020 yang telah disahkan melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1005/P/2020 tentang Kriteria dan Perangkat Akreditasi Pendidikan Dasar dan Menengah. Lalu, adanya uji kompetensi bagi asesor lama.

“Juga dikembangkannya dasbor yang menjadi sistem monitoring sekolah/madrasah yang akan ditetapkan sebagai sasaran akreditasi secara online,” jelas Wiji.

Tahun 2021 ini, di Jabar, akan ada 1.567 sekolah/madrasah yang akan divisitasi. Rinciannya, 597 sekolah/madrasah bagi yang baru, 36 sekolah/madrasah yang tidak terakreditasi mulai 2018 hingga beberapa tahun sebelumnya, dan 935 sekolah/madrasah yang akreditasi ulang.

“Secara keseluruhan, pada tahun 2021 terdapat 14.603 sekolah/madrasah yang masa akreditasinya akan berakhir. Sebagian akan diperpanjang secara otomatis setelah melalui proses sistem monitoring dasbor,” jelasnya.

Bagi sekolah sasaran, mulai akhir April hinggal akhir Mei, secara bertahap akan ada sosialisasi yang dilakukan BAN-S/M Jabar. Selain itu, tahun ini juga akan ada 180 calon asesor baru yang direkrut untuk memperkuat asesor yang telah ada. Setelah direkrut, akan dilakukan pelatihan dan kegiatan penguatan bagi 16 orang pelatih asesor dan penguatan bagi 605 asesor di Juni 2021.

Wiji berharap, ada penguatan koordinasi dan tindak lanjut atas rekomendasi dari para pemangku kepentingan, dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kanwil Kementerian Agama Jabar. “Setiap tahun, kami selalu menyampaikan rekomendasi hasil akreditasi. Mohon dengan sangat rekomendasi itu ditindaklanjuti sebagai ikhtiar bersama meningkatkan mutu pendidikan,” ucapnya.

Hadir pula sebagai narasumber, Kepala Kanwil Kemenag Jabar Adib, Kepala Dinas Pendidikan Jabar yang diwakili Firman Oktora. Peserta dalam kegiatan ini adalah Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan satu hingga tiga belas, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, para Ketua Koordinator Pelaksana Akreditasi (KPA) se-Jawa Barat, dan pemangku kepentingan akreditasi Jawa Barat lainnya.

Rakorda ini bertujuan untuk menjelaskan kebijakan dan program penjaminan mutu, strategi dan mekanisme pelaksanaan program sesuai dengan prosedur operasional standar (POS) pelaksanaan akreditasi 2021, mekanisme surveilans, mekanisme pemantauan melalui dasbor untuk otomatisasi akreditasi dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk kesuksesan pelaksanaan akreditasi 2021.

Narasumber dan moderator lainnya adalah Sekretaris BAN-S/M Jabar Ganjar, Ketua Panitia Sri EndahNurhayati, anggota BAN S/M Jabar yaitu Prof Udin S Sa’ud, Asep Nursobah, Syarif Hidayat, Tatang Sunendar, Muhamad Yani, Miftah Fahmi, Syaifuddin, Saripudin, MA Welid, Yuniarti Ulfa, Deddy Hermadi, dan Iu Rusliana. [USU]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories