Gelar Konpers Di Hambalang, Demokrat Kubu Moeldoko Minta Maaf Ke Jokowi .

Partai Demokrat kubu Moeldoko meminta maaf ke Presiden Jokowi dan masyarakat seluruh Indonesia atas kegaduhan yang terjadi selama ini. Mereka merasa, kegaduhan yang telah berlangsung lebih sebulan ini seharusnya tidak terjadi. 

“Kami atas nama Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Indonesia dan kepada pemerintahan Bapak Presiden Jokowi atas kegaduhan dan keresahan yang tidak  perlu terjadi,” ucap Jubir Partai Demokrat kubu Moeldoko, M Rahmad, dalam konferensi pers (konpers) di Bukit Hambalang, Bogor, Kamis (25/3).

Rahmad mengaku, pihaknya sengaja melakukan konpres di Hambangan untuk menunjukkan hal-hal yang diklaimnya sebagai fakta sejarah. Dia menuding, tujuh tahun ini, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memulai melakukan kudeta terhadap Anas Urbaningrum dari Hambalang.

“Di Bukit Hambalang inilah sejarah awal Pak SBY melakukan kudeta merangkak kepada Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum 7 tahun lalu. Setelah SBY gagal mengkudeta ketua umum melalui jalur politik, kemudian melakukan kudeta melalui jalur hukum,” tudingnya.

Saat ini, lanjutnya, SBY dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), melalui orang-orangnya, membangun informasi menyesatkan dengan menuduh pemerintah Presiden Jokowi dan istana terlibat dalam masalah di Demokrat. “(Juga) menuduh Bapak Moeldoko membeli Partai Demokrat ini menyampaikan dalam keterangannya bahwa Partai Demokrat not for sale,” ucapnya.

Menurut loyalis Anas ini, SBY dan AHY juga telah memainkan playing victim. “Seakan menjadi pihak yang terdzolimi dan mencitrakan diri kepada masyarakat luas bahwa Demokrat dan demokrasi harus diselamatkan,” ucapnya. [YP]

]]> .
Partai Demokrat kubu Moeldoko meminta maaf ke Presiden Jokowi dan masyarakat seluruh Indonesia atas kegaduhan yang terjadi selama ini. Mereka merasa, kegaduhan yang telah berlangsung lebih sebulan ini seharusnya tidak terjadi. 

“Kami atas nama Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Indonesia dan kepada pemerintahan Bapak Presiden Jokowi atas kegaduhan dan keresahan yang tidak  perlu terjadi,” ucap Jubir Partai Demokrat kubu Moeldoko, M Rahmad, dalam konferensi pers (konpers) di Bukit Hambalang, Bogor, Kamis (25/3).

Rahmad mengaku, pihaknya sengaja melakukan konpres di Hambangan untuk menunjukkan hal-hal yang diklaimnya sebagai fakta sejarah. Dia menuding, tujuh tahun ini, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memulai melakukan kudeta terhadap Anas Urbaningrum dari Hambalang.

“Di Bukit Hambalang inilah sejarah awal Pak SBY melakukan kudeta merangkak kepada Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum 7 tahun lalu. Setelah SBY gagal mengkudeta ketua umum melalui jalur politik, kemudian melakukan kudeta melalui jalur hukum,” tudingnya.

Saat ini, lanjutnya, SBY dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), melalui orang-orangnya, membangun informasi menyesatkan dengan menuduh pemerintah Presiden Jokowi dan istana terlibat dalam masalah di Demokrat. “(Juga) menuduh Bapak Moeldoko membeli Partai Demokrat ini menyampaikan dalam keterangannya bahwa Partai Demokrat not for sale,” ucapnya.

Menurut loyalis Anas ini, SBY dan AHY juga telah memainkan playing victim. “Seakan menjadi pihak yang terdzolimi dan mencitrakan diri kepada masyarakat luas bahwa Demokrat dan demokrasi harus diselamatkan,” ucapnya. [YP]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories