Gelar Konferensi Internasional, Ilomata Siapkan Masyarakat Menuju Society 5.0

Yayasan Ilomata sebagai badan penyelenggara Institut Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Mandala Indonesia (STIAMI) menggelar Ilomata International Conference 2021, Jumat (21/8). Ini merupakan tahun kedua konferensi tersebut dan diselenggarakan berbarengan dengan peringatan Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia.

Ilomata International Conference 2021 mengangkat tema “Digital Transformation Society 5.0“. Menurut Ketua Panitia Novianita Rulandari, tema ini didorong kemajuan teknologi seperti Internet of Thinks (IoT), Artificial Intelligence (AI), dan robotika yang akan membawa perubahan signifikan pada ekonomi dan masyarakat.

“Digitalisasi dan ekonomi membuat teknologi menyebar ke seluruh dunia dan ke populasi yang lebih luas. Sehingga tuntutan akan terbentuknya masyarakat super pintar yaitu Society 5.0 perlu disiapkan untuk memberdayakan masyarakat dan mempersiapkan mereka untuk masa depan. Society 5.0 menawarkan digitalisasi sebagai kunci untuk perkembangan masyarakat global,” ujarnya, seperti keterangan yang diterima redaksi, Sabtu (21/8).

Topik substansial yang diusung pada Ilomata International Conference 2021 meliputi isu terkini dalam bidang sosial, perpajakan, manajemen, akuntansi, teknologi informasi, dan bidang terkait lain. Secara spesifik, topik yang dibahas berkaitan dengan human resources, public sector management, public policy, social welfare, business and management, financial, tax and accounting, communication, tourism, logistics and supply chain, dan lainnya.

Ilomata Conference tahun ini menghadirkan pembicara internasional dari tujuh negara, yaknu Indonesia, Jerman, Rusia, Republik Ceko, Malaysia, Taiwan, dan Pakistan. Konferensi dibuka Dirjen Pendodikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Prof Nizam. Sedangkan penutupan dilakukan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III Prof Agus. Konferensi dihadiri para ilmuwan terkemuka dalam bidang sosial dan manajemen yang mempresentasikan hasil riset terkininya.

Turut hadir dalam kegiatan ini Rektor Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI Prof Wahyuddin Latunreng beserta Wakil Rektor yang menyampaikan piagam penghargaan kepada para pembicara. Tercatat, sebanyak 1.200 peserta hadir dalam konferensi internasional ini.

Makalah penelitian yang dipresentasikan pada seminar internasional ini akan diseleksi dan dipublikasikan pada prosiding internasional yang terindeks scopus atau dipublikasikan pada mitra jurnal yang terindeks SINTA. “Seminar Internasional ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing bangsa,” kata Novianita. [USU]
]]> Yayasan Ilomata sebagai badan penyelenggara Institut Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Mandala Indonesia (STIAMI) menggelar Ilomata International Conference 2021, Jumat (21/8). Ini merupakan tahun kedua konferensi tersebut dan diselenggarakan berbarengan dengan peringatan Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia.
Ilomata International Conference 2021 mengangkat tema “Digital Transformation Society 5.0”. Menurut Ketua Panitia Novianita Rulandari, tema ini didorong kemajuan teknologi seperti Internet of Thinks (IoT), Artificial Intelligence (AI), dan robotika yang akan membawa perubahan signifikan pada ekonomi dan masyarakat.
“Digitalisasi dan ekonomi membuat teknologi menyebar ke seluruh dunia dan ke populasi yang lebih luas. Sehingga tuntutan akan terbentuknya masyarakat super pintar yaitu Society 5.0 perlu disiapkan untuk memberdayakan masyarakat dan mempersiapkan mereka untuk masa depan. Society 5.0 menawarkan digitalisasi sebagai kunci untuk perkembangan masyarakat global,” ujarnya, seperti keterangan yang diterima redaksi, Sabtu (21/8).
Topik substansial yang diusung pada Ilomata International Conference 2021 meliputi isu terkini dalam bidang sosial, perpajakan, manajemen, akuntansi, teknologi informasi, dan bidang terkait lain. Secara spesifik, topik yang dibahas berkaitan dengan human resources, public sector management, public policy, social welfare, business and management, financial, tax and accounting, communication, tourism, logistics and supply chain, dan lainnya.
Ilomata Conference tahun ini menghadirkan pembicara internasional dari tujuh negara, yaknu Indonesia, Jerman, Rusia, Republik Ceko, Malaysia, Taiwan, dan Pakistan. Konferensi dibuka Dirjen Pendodikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Prof Nizam. Sedangkan penutupan dilakukan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III Prof Agus. Konferensi dihadiri para ilmuwan terkemuka dalam bidang sosial dan manajemen yang mempresentasikan hasil riset terkininya.
Turut hadir dalam kegiatan ini Rektor Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI Prof Wahyuddin Latunreng beserta Wakil Rektor yang menyampaikan piagam penghargaan kepada para pembicara. Tercatat, sebanyak 1.200 peserta hadir dalam konferensi internasional ini.
Makalah penelitian yang dipresentasikan pada seminar internasional ini akan diseleksi dan dipublikasikan pada prosiding internasional yang terindeks scopus atau dipublikasikan pada mitra jurnal yang terindeks SINTA. “Seminar Internasional ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing bangsa,” kata Novianita. [USU]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories