Gelar Coffee Cupping Dubes RI Di Manama Dorong Kopi Indonesia Masuk Bahrain

Wangi kopi khas Indonesia terasa semerbak di sebuah ruang pertemuan di Manama, Bahrain. Tak kurang dari 75 orang pemilik kafe dan coffee roastery di Bahrain tak dapat menyembunyikan ekspresi kekaguman mereka, terhadap secangkir kopi yang mereka seruput dalam acara Coffee Cupping and Tasting Session, Selasa (21/6), di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Manama.

Dalam keterangan resmi KBRI Manama, Rabu (22/6), para peserta cupping dan tasting, takjub, ketika secangkir kopi, baik yang diseduh manual maupun dengan mesin, terasa manis dengan aroma buah-buahan seperti mangga dan pisang. Padahal, kopi itu tidak mendapat zat penambah rasa.

Kopi yang disajikan berasal dari Jawa Gunung Halu yang diproduksi Rahyang Coffee Plantation. Biji kopi yang disajikan telah diproses melalui tiga metode yang berbeda, yakni; fully washed, natural processed dan honey processed. Ketiga metode tersebut memberikan cita rasa akhir yang berbeda satu sama lain meskipun biji kopinya berasal dari jenis yang sama.

Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Bahrain Ardi Hermawan, dalam sambutannya menyampaikan, budaya minum kopi dan berinteraksi di kafe merupakan bagian dari aktivitas keseharian masyarakat Bahrain dan Indonesia.

“Maka dari itu, ada banyak potensi ekonomi yang bisa dikembangkan di industri kopi kedua negara. Selain terkenal akan kualitas biji kopi terbaik, Indonesia juga dikenal dengan keunggulan sumber daya manusianya di industri kopi,” ujar Dubes Ardi.

Sebagai informasi, terdapat lebih dari 25 orang barista Indonesia yang bekerja di berbagai kafe dan coffee roastery di Bahrain.

KBRI Manama memang sedang gencar-gencarnya mempromosikan kopi Indonesia di Bahrain. Kemarin, KBRI Manama juga menyelenggarakan Indonesian Traditional High Tea and Coffee yang dihadiri para diplomat negara sahabat dan pejabat Bahrain.

Rangkaian kegiatan promosi kopi itu tidak hanya bertujuan menunjukkan biji kopi terbaik dan keahlian barista Indonesia. Tapi juga langkah tersebut merupakan upaya KBRI Manama untuk mendorong produk kopi Indonesia masuk ke pasar Bahrain.

Selain itu, ajang ini juga untuk memfasilitasi kontak langsung antara produsen kopi Indonesia dengan para pelaku pasar di Bahrain.

Kopi merupakan salah satu komoditas ekspor unggulan Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi kopi Indonesia 2021 mencapai lebih dari 774 ribu ton. Hal itu menjadikan Indonesia sebagai negara produsen keempat terbesar di dunia, setelah Brazil, Vietnam dan Kolombia.

Budidaya tanaman kopi di Indonesia telah dimulai sejak akhir 1600-an dan awal 1700-an. Sejak saat itu hingga sekarang, industri kopi telah memainkan peranan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi negara.

Keunggulan letak geografis dan bentang alam menjadikan wilayah Nusantara sangat ideal untuk produksi biji kopi berkualitas. Mayoritas perkebunan kopi di Indonesia masih dikelola petani atau kelompok tani skala usaha menengah dan kecil, dengan luas lahan garapan yang tidak terlalu besar.

Sebagian jenis kopi Indonesia juga telah dikenal di pasar internasional. Antara lain kopi Aceh Gayo, kopi Toba Mandailing, kopi Kerinci, kopi Kintamani dari Bali, kopi Flores Bajawa dari Sumbawa dan kopi Wamena dari Papua.***

]]> Wangi kopi khas Indonesia terasa semerbak di sebuah ruang pertemuan di Manama, Bahrain. Tak kurang dari 75 orang pemilik kafe dan coffee roastery di Bahrain tak dapat menyembunyikan ekspresi kekaguman mereka, terhadap secangkir kopi yang mereka seruput dalam acara Coffee Cupping and Tasting Session, Selasa (21/6), di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Manama.

Dalam keterangan resmi KBRI Manama, Rabu (22/6), para peserta cupping dan tasting, takjub, ketika secangkir kopi, baik yang diseduh manual maupun dengan mesin, terasa manis dengan aroma buah-buahan seperti mangga dan pisang. Padahal, kopi itu tidak mendapat zat penambah rasa.

Kopi yang disajikan berasal dari Jawa Gunung Halu yang diproduksi Rahyang Coffee Plantation. Biji kopi yang disajikan telah diproses melalui tiga metode yang berbeda, yakni; fully washed, natural processed dan honey processed. Ketiga metode tersebut memberikan cita rasa akhir yang berbeda satu sama lain meskipun biji kopinya berasal dari jenis yang sama.

Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Bahrain Ardi Hermawan, dalam sambutannya menyampaikan, budaya minum kopi dan berinteraksi di kafe merupakan bagian dari aktivitas keseharian masyarakat Bahrain dan Indonesia.

“Maka dari itu, ada banyak potensi ekonomi yang bisa dikembangkan di industri kopi kedua negara. Selain terkenal akan kualitas biji kopi terbaik, Indonesia juga dikenal dengan keunggulan sumber daya manusianya di industri kopi,” ujar Dubes Ardi.

Sebagai informasi, terdapat lebih dari 25 orang barista Indonesia yang bekerja di berbagai kafe dan coffee roastery di Bahrain.

KBRI Manama memang sedang gencar-gencarnya mempromosikan kopi Indonesia di Bahrain. Kemarin, KBRI Manama juga menyelenggarakan Indonesian Traditional High Tea and Coffee yang dihadiri para diplomat negara sahabat dan pejabat Bahrain.

Rangkaian kegiatan promosi kopi itu tidak hanya bertujuan menunjukkan biji kopi terbaik dan keahlian barista Indonesia. Tapi juga langkah tersebut merupakan upaya KBRI Manama untuk mendorong produk kopi Indonesia masuk ke pasar Bahrain.

Selain itu, ajang ini juga untuk memfasilitasi kontak langsung antara produsen kopi Indonesia dengan para pelaku pasar di Bahrain.

Kopi merupakan salah satu komoditas ekspor unggulan Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi kopi Indonesia 2021 mencapai lebih dari 774 ribu ton. Hal itu menjadikan Indonesia sebagai negara produsen keempat terbesar di dunia, setelah Brazil, Vietnam dan Kolombia.

Budidaya tanaman kopi di Indonesia telah dimulai sejak akhir 1600-an dan awal 1700-an. Sejak saat itu hingga sekarang, industri kopi telah memainkan peranan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi negara.

Keunggulan letak geografis dan bentang alam menjadikan wilayah Nusantara sangat ideal untuk produksi biji kopi berkualitas. Mayoritas perkebunan kopi di Indonesia masih dikelola petani atau kelompok tani skala usaha menengah dan kecil, dengan luas lahan garapan yang tidak terlalu besar.

Sebagian jenis kopi Indonesia juga telah dikenal di pasar internasional. Antara lain kopi Aceh Gayo, kopi Toba Mandailing, kopi Kerinci, kopi Kintamani dari Bali, kopi Flores Bajawa dari Sumbawa dan kopi Wamena dari Papua.***
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories