Gegara Covid-19, Gubernur vs Presiden Brazil Saling Cemooh

Bukannya kompak menghentikan penularan virus Corona di masyarakat, pejabat tinggi di Brazil malah sibuk lempar cemoohan.

Gubernur Sao Paulo, Joao Doria menyebut, Presiden Brazil, Jair Bolsonaro sebagai psikopat akibat menyepelekan pandemi Covid-19.

Tak mau kalah, Presiden Bolsonaro juga mengejek Doria sebagai pemimpin tiran karena memberlakukan pembatasan gerak di wilayahnya. “Kita berada dalam salah satu momen tragis dalam sejarah, ketika jutaan orang menanggung konsekuensi mahal karena memiliki pemimpin psikopat yang tidak siap bertanggung jawab atas urusan negara,” kata Doria kepada CNN, Selasa (23/3).

Dia mengatakan, seharusnya Brazil tidak perlu melihat banyak korban jiwa berjatuhan jika Bolsonaro “cukup waras” untuk mengingatkan warganya agar tidak ceroboh dalam menerapkan protokol kesehatan.

Doria menyebut Bolsonaro membuat kesalahan besar dengan berselisih dengan dirinya sebagai “Gubernur yang berusaha melindungi penduduk.”

Bolsonaro menjadi salah satu pemimpin negara yang kerap meremehkan bahaya virus Corona di awal penyebaran. Dia malah pernah beberapa kali memimpin demonstrasi, yang menentang penerapan kebijakan lockdown, yang diterapkan sejumlah negara bagian demi meredam penularan virus Corona.

Bolsonaro menilai, kebijakan lockdown mematikan perekonomian dan menganggap Covid-19 sebagai flu biasa yang tak perlu direspons secara berlebihan.

Sayangnya, Juli lalu, Bolsonaro pun akhirnya terjangkit virus yang dia remehkan itu.

Sejauh ini, Brasil masih menjadi negara dengan kasus dan kematian akibat Covid-19 tertinggi kedua di dunia. Lebih dari 12 juta kasus positif Covid-19 dan 295 ribu kematian akibat Corona terjadi di negara Amerika Selatan itu. [DAY]

]]> Bukannya kompak menghentikan penularan virus Corona di masyarakat, pejabat tinggi di Brazil malah sibuk lempar cemoohan.

Gubernur Sao Paulo, Joao Doria menyebut, Presiden Brazil, Jair Bolsonaro sebagai psikopat akibat menyepelekan pandemi Covid-19.

Tak mau kalah, Presiden Bolsonaro juga mengejek Doria sebagai pemimpin tiran karena memberlakukan pembatasan gerak di wilayahnya. “Kita berada dalam salah satu momen tragis dalam sejarah, ketika jutaan orang menanggung konsekuensi mahal karena memiliki pemimpin psikopat yang tidak siap bertanggung jawab atas urusan negara,” kata Doria kepada CNN, Selasa (23/3).

Dia mengatakan, seharusnya Brazil tidak perlu melihat banyak korban jiwa berjatuhan jika Bolsonaro “cukup waras” untuk mengingatkan warganya agar tidak ceroboh dalam menerapkan protokol kesehatan.

Doria menyebut Bolsonaro membuat kesalahan besar dengan berselisih dengan dirinya sebagai “Gubernur yang berusaha melindungi penduduk.”

Bolsonaro menjadi salah satu pemimpin negara yang kerap meremehkan bahaya virus Corona di awal penyebaran. Dia malah pernah beberapa kali memimpin demonstrasi, yang menentang penerapan kebijakan lockdown, yang diterapkan sejumlah negara bagian demi meredam penularan virus Corona.

Bolsonaro menilai, kebijakan lockdown mematikan perekonomian dan menganggap Covid-19 sebagai flu biasa yang tak perlu direspons secara berlebihan.

Sayangnya, Juli lalu, Bolsonaro pun akhirnya terjangkit virus yang dia remehkan itu.

Sejauh ini, Brasil masih menjadi negara dengan kasus dan kematian akibat Covid-19 tertinggi kedua di dunia. Lebih dari 12 juta kasus positif Covid-19 dan 295 ribu kematian akibat Corona terjadi di negara Amerika Selatan itu. [DAY]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories