Gedung DPR Jadi RS Corona Mbak Puan, Setuju?

Ide agar Gedung DPR bisa dimanfaatkan sebagai Rumah Sakit (RS) Covid-19 terus menggelinding di sosial media. Sebab, rumah sakit di mana-mana pada penuh. Usulan ini dapat dukungan sekaligus penolakan dari anggota DPR. Nah, kalau Mba Puan setuju nggak?

Ketua DPR Puan Maharani belum bersuara mengenai usulan tersebut. Namun, belakangan ini Puan cukup concern menyoroti kapasitas rumah sakit Covid-19. Pada Kamis (7/7), ia bahkan bela-belain datang ke Jawa Timur mengecek langsung. Salah satunya Rumah Sakit Darurat Lapangan Tembak Kedung Cowek, di Surabaya.

“Rumah-rumah sakit darurat harus disiapkan untuk menampung lonjakan pasien Covid-19,” kata Puan, ketika itu.

Sehari sebelum kunjungan ke RS Darurat Lapangan ini, Puan sempat mengeluhkan, di mana-mana rumah sakit penuh. Sehingga banyak pasien, baik yang bergejala berat maupun ringan, kebingungan mendapatkan pelayanan kesehatan.

Ketua DPP PDIP ini pun mengusulkan agar Pemerintah menambah kapasitas rumah sakit Covid-19. Beberapa ide yang diutarakan Puan antara lain; mengaktifkan Kapal Rumah Sakit TNI Angkatan Laut, KRI DR Suharso, hingga pemanfaatan kapal-kapal milik Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni).

Selain rumah sakit kapal itu, lapangan dan bangunan-bangunan, menurut Puan juga bisa dialihfungsikan sebagai RS Covid-19. “Bangun rumah-rumah sakit lapangan, bangunan-bangunan yang bisa dialihfungsikan,” usul putri bungsu Megawati Soekarnoputri ini.

Meski pun Puan belum bersuara, dukungan agar gedung DPR bisa dimanfaatlan sebagai RS Corona sudah datang dari beberapa penghuninya. Salah satunya, anggota Fraksi Demokrat DPR Benny K Harman.

“Kalau memang rumah sakit sudah penuh sehingga banyak pasien Covid terlantar dan harus tunggu antre berjam-jam, sebaiknya halaman dan Gedung DPR/MPR dijadikan rumah sakit darurat. Untuk keselamatan rakyat, keselamatan dan kesembuhan pasien Covid. Ada pendapat lain?#Liberte!” cuitnya, di akun @BennyHarmanID.

 

Anggota DPR dari Fraksi Gerindra Fadli Zon juga setuju. Dia tidak keberatan jika ruang kosong di DPR dimanfaatkan untuk menyelamatkan nyawa rakyat. “Saya setuju, sejumlah ruang kosong dan lapang di DPR bisa digunakan untuk darurat menyelamatkan nyawa rakyat,” tulisnya, di akun @fadlizon.

Akan tetapi, ada juga anggota DPR yang menolak. Salah satunya anggota DPR dari Fraksi Nasdem Ahmad Ali. Baginya, mending potong gaji. Boleh sampai 5 atau 6 bulan gaji.

Ia beralasan, kekurangan rawat inap tidak hanya cukup diselesaikan dengan menyediakan gedung. Tapi, juga harus dilengkapi dengan fasilitas medisnya. “Kalau Gedung DPR punya fasilitas nggak?” ucapnya, kepada wartawan, kemarin.

Jika memang yang dibutuhkan adalah gedung, menurutnya, masih lebih baik memanfaatkan hotel-hotel saja. Hitung-hitung sekalian membantu pengusaha perhotelan yang lagi seret pendapatannya akibat pandemi. Pembayaran hotelnya, bisa swadaya. Tak harus melulu dibebankan kepada Pemerintah. Ada yang mau bantu kamar hotel melati ayo, hotel berbintang juga oke. “Ayo anggota DPR potong gaji berapa bulan untuk kemudian kita sumbangkan untuk menyewa tempat,” usulnya.

Para warganet nampak setuju dengan usulan tadi. Akun @Sugiyan62238571 salah satunya. “Bagus, aku juga setuju Gedung DPR dijadikan RS dan Anggota DPR-nya dibubarin,” cuitnya. “Uang rakyat kembali ke rakyat. Sepakat kalau gedung DPR di jadikan RS darurat,” timpal @2cad542e91394e6.

Dukungan yang sama juga datang dari @UmYusuf28133563. Bukan cuma gedungnya, dia meminta anggaran DPR juga harus dialihkan untuk membantu kesulitan ekonomi rakyat saat ini. “Sepertinya rakyat sangat setuju banget. Sekalian saja anggaran untuk para pejabat DPR disumbangkan untuk rakyat miskin yang kesulitan ekonomi akibat pandemi,” usulnya.

Namun, ada juga yang menolak. Salah satunya, akun @aminoto7. Alasannya cukup kuat, khawatir DPR minta gedung baru. “Jangan di DPR. Nanti buat alesan nhgak bisa kerja, minta bangun gedung lagi, tambah tunjangan WFH, dan lain-lain,” tolaknya. [SAR]

]]> Ide agar Gedung DPR bisa dimanfaatkan sebagai Rumah Sakit (RS) Covid-19 terus menggelinding di sosial media. Sebab, rumah sakit di mana-mana pada penuh. Usulan ini dapat dukungan sekaligus penolakan dari anggota DPR. Nah, kalau Mba Puan setuju nggak?
Ketua DPR Puan Maharani belum bersuara mengenai usulan tersebut. Namun, belakangan ini Puan cukup concern menyoroti kapasitas rumah sakit Covid-19. Pada Kamis (7/7), ia bahkan bela-belain datang ke Jawa Timur mengecek langsung. Salah satunya Rumah Sakit Darurat Lapangan Tembak Kedung Cowek, di Surabaya.
“Rumah-rumah sakit darurat harus disiapkan untuk menampung lonjakan pasien Covid-19,” kata Puan, ketika itu.
Sehari sebelum kunjungan ke RS Darurat Lapangan ini, Puan sempat mengeluhkan, di mana-mana rumah sakit penuh. Sehingga banyak pasien, baik yang bergejala berat maupun ringan, kebingungan mendapatkan pelayanan kesehatan.
Ketua DPP PDIP ini pun mengusulkan agar Pemerintah menambah kapasitas rumah sakit Covid-19. Beberapa ide yang diutarakan Puan antara lain; mengaktifkan Kapal Rumah Sakit TNI Angkatan Laut, KRI DR Suharso, hingga pemanfaatan kapal-kapal milik Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni).
Selain rumah sakit kapal itu, lapangan dan bangunan-bangunan, menurut Puan juga bisa dialihfungsikan sebagai RS Covid-19. “Bangun rumah-rumah sakit lapangan, bangunan-bangunan yang bisa dialihfungsikan,” usul putri bungsu Megawati Soekarnoputri ini.
Meski pun Puan belum bersuara, dukungan agar gedung DPR bisa dimanfaatlan sebagai RS Corona sudah datang dari beberapa penghuninya. Salah satunya, anggota Fraksi Demokrat DPR Benny K Harman.
“Kalau memang rumah sakit sudah penuh sehingga banyak pasien Covid terlantar dan harus tunggu antre berjam-jam, sebaiknya halaman dan Gedung DPR/MPR dijadikan rumah sakit darurat. Untuk keselamatan rakyat, keselamatan dan kesembuhan pasien Covid. Ada pendapat lain?#Liberte!” cuitnya, di akun @BennyHarmanID.

 

Anggota DPR dari Fraksi Gerindra Fadli Zon juga setuju. Dia tidak keberatan jika ruang kosong di DPR dimanfaatkan untuk menyelamatkan nyawa rakyat. “Saya setuju, sejumlah ruang kosong dan lapang di DPR bisa digunakan untuk darurat menyelamatkan nyawa rakyat,” tulisnya, di akun @fadlizon.
Akan tetapi, ada juga anggota DPR yang menolak. Salah satunya anggota DPR dari Fraksi Nasdem Ahmad Ali. Baginya, mending potong gaji. Boleh sampai 5 atau 6 bulan gaji.
Ia beralasan, kekurangan rawat inap tidak hanya cukup diselesaikan dengan menyediakan gedung. Tapi, juga harus dilengkapi dengan fasilitas medisnya. “Kalau Gedung DPR punya fasilitas nggak?” ucapnya, kepada wartawan, kemarin.
Jika memang yang dibutuhkan adalah gedung, menurutnya, masih lebih baik memanfaatkan hotel-hotel saja. Hitung-hitung sekalian membantu pengusaha perhotelan yang lagi seret pendapatannya akibat pandemi. Pembayaran hotelnya, bisa swadaya. Tak harus melulu dibebankan kepada Pemerintah. Ada yang mau bantu kamar hotel melati ayo, hotel berbintang juga oke. “Ayo anggota DPR potong gaji berapa bulan untuk kemudian kita sumbangkan untuk menyewa tempat,” usulnya.
Para warganet nampak setuju dengan usulan tadi. Akun @Sugiyan62238571 salah satunya. “Bagus, aku juga setuju Gedung DPR dijadikan RS dan Anggota DPR-nya dibubarin,” cuitnya. “Uang rakyat kembali ke rakyat. Sepakat kalau gedung DPR di jadikan RS darurat,” timpal @2cad542e91394e6.
Dukungan yang sama juga datang dari @UmYusuf28133563. Bukan cuma gedungnya, dia meminta anggaran DPR juga harus dialihkan untuk membantu kesulitan ekonomi rakyat saat ini. “Sepertinya rakyat sangat setuju banget. Sekalian saja anggaran untuk para pejabat DPR disumbangkan untuk rakyat miskin yang kesulitan ekonomi akibat pandemi,” usulnya.
Namun, ada juga yang menolak. Salah satunya, akun @aminoto7. Alasannya cukup kuat, khawatir DPR minta gedung baru. “Jangan di DPR. Nanti buat alesan nhgak bisa kerja, minta bangun gedung lagi, tambah tunjangan WFH, dan lain-lain,” tolaknya. [SAR]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories