Ganjar Dijagokan NasDem, Puan Lempeng Aja

Apa reaksi Ketua DPR, Puan Maharani setelah Ganjar Pranowo, rekan separtainya yang juga pesaingnya mendapatkan tiket capres dari PDIP, kini dijagokan NasDem? Apakah Puan senang, marah atau cemburu? Menanggapi itu, ternyata jawaban Puan lempeng aja dan menganggap biasa aja.

Rakernas Partai NasDem yang ditutup Jumat (17/6) malam, telah menetapkan 3 nama yang akan diusung sebagai capres. Mereka adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Menariknya, dari ketiga nama itu, hanya Ganjar yang berasal dari parpol lain.

Selama ini, Ganjar yang memiliki elektabilitas mentereng dalam survei capres, tapi kurang mendapat sambutan hangat dari PDIP. Di internal banteng, sejumlah elitnya lebih mendorong Puan yang elektabilitasnya tertinggal jauh dari Ganjar, untuk maju sebagai capres.

Lantas, apakah keputusan NasDem menjagokan Ganjar berpengaruh pada internal banteng? Menanggapi itu, Puan yang juga Ketua DPP PDIP ini, tak mempersoalkan ketertarikan NasDem kepada Ganjar. Menurutnya, hak NasDem untuk mengusung capres-cawapres, sesuai mekanisme yang berlaku di internal partai tersebut. Meskipun capres yang diusung NasDem merupakan kader dari partai lain.

“Itu kan masalah internal, setiap parpol masing-masing punya mekanismenya. Jadi biasa saja. Jadi, ya silakan saja, itu mekanisme setiap parpol berbeda beda. Jadi, menurut saya sah-sah saja,” tegas Puan di Sekolah PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, kemarin.

Putri Megawati itu bilang, di PDIP, ada mekanisme berbeda dalam menentukan siapa yang bakal diusung sebagai capres. Sesuai keputusan Kongres PDIP, kata dia, kewenangan untuk menentukan siapa yang diusung sebagai capres berada di tangan Ketum PDIP, Megawati.

Beda dengan Puan, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto justru bicara agak keras soal keputusan NasDem mengusung Ganjar. Hasto meminta partai lain sebaiknya tidak melakukan bajak-membajak kader. Apalagi, Ganjar sudah menyatakan kesetiaan ke PDIP.

Soal capres dan cawapres, Hasto menguatkan Puan bahwa kongres telah memberikan mandat kepada ketua umum PDIP. “Sehingga kesadaran sebagai kader partai yang telah dilakukan oleh Pak Ganjar itu adalah satu jawaban yang sangat tegas,” ucapnya.

Apa tanggapan NasDem? Ketua DPP NasDem Willy Aditiya menyebut potensi gesekan dengan PDIP merupakan suatu hal sangat mungkin terjadi. Namun, ia menegaskan, NasDem sama sekali tidak berniat menabuh genderang perang.

“Kami tidak ada niat bermusuhan. Kami berniat bersama-sama untuk membangun republik ini,” kata Willy.

Ia menegaskan, Ganjar tidak mesti bergabung menjadi kader NasDem. Sebab, pihaknya, akan mulai menjalin komunikasi dengan Ganjar. Begitu juga kepada Anies dan Andika. NasDem rencananya akan melakukan pendekatan dengan metode dari partai ke personal calon.

Lebih jauh, Willy mengaku tak keberatan dan berbesar hati jika capres rekomendasi dari NasDem menolak diusung oleh partainya. Ia pun memastikan tak akan ada nama pengganti meskipun salah satu capres rekomendasi menolak.

“Ya harus berbesar hati. Demokrasi kita ini risiko, ini konsekuensi dari pilihan yang terbuka. Ya, ini bukan tebak-tebak buah manggis,” pungkasnya.

Sementara itu, Ganjar menegaskan, dirinya tidak tergoda dengan rayuan NasDem. Namun, dia menghormati dan mengapresiasi keputusan rakernas yang diambil NasDem soal dirinya masuk nominasi capres yang diusung.

“Karena saya anggota PDIP, tentu keputusan tegak lurus pada Ibu Ketum. Itu sudah menjadi rumus seluruh anggota partai,” cetusnya.

Ganjar enggan menanggapi lebih lanjut mengenai adanya dukungan partai lain yang akan mengusungnya sebagai calon presiden. Menurutnya, pemilu masih jauh dan tugasnya sebagai Gubernur Jawa Tengah masih banyak yang harus diselesaikan.

Ganjar mengaku, saat ini fokus untuk membereskan banyak persoalan yang ada di Jawa Tengah. Ganjar dituntut cepat untuk menyelesaikan persoalan seperti minyak goreng, persoalan Wadas, persoalan rob dan lain sebagainya.

]]> Apa reaksi Ketua DPR, Puan Maharani setelah Ganjar Pranowo, rekan separtainya yang juga pesaingnya mendapatkan tiket capres dari PDIP, kini dijagokan NasDem? Apakah Puan senang, marah atau cemburu? Menanggapi itu, ternyata jawaban Puan lempeng aja dan menganggap biasa aja.

Rakernas Partai NasDem yang ditutup Jumat (17/6) malam, telah menetapkan 3 nama yang akan diusung sebagai capres. Mereka adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Menariknya, dari ketiga nama itu, hanya Ganjar yang berasal dari parpol lain.

Selama ini, Ganjar yang memiliki elektabilitas mentereng dalam survei capres, tapi kurang mendapat sambutan hangat dari PDIP. Di internal banteng, sejumlah elitnya lebih mendorong Puan yang elektabilitasnya tertinggal jauh dari Ganjar, untuk maju sebagai capres.

Lantas, apakah keputusan NasDem menjagokan Ganjar berpengaruh pada internal banteng? Menanggapi itu, Puan yang juga Ketua DPP PDIP ini, tak mempersoalkan ketertarikan NasDem kepada Ganjar. Menurutnya, hak NasDem untuk mengusung capres-cawapres, sesuai mekanisme yang berlaku di internal partai tersebut. Meskipun capres yang diusung NasDem merupakan kader dari partai lain.

“Itu kan masalah internal, setiap parpol masing-masing punya mekanismenya. Jadi biasa saja. Jadi, ya silakan saja, itu mekanisme setiap parpol berbeda beda. Jadi, menurut saya sah-sah saja,” tegas Puan di Sekolah PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, kemarin.

Putri Megawati itu bilang, di PDIP, ada mekanisme berbeda dalam menentukan siapa yang bakal diusung sebagai capres. Sesuai keputusan Kongres PDIP, kata dia, kewenangan untuk menentukan siapa yang diusung sebagai capres berada di tangan Ketum PDIP, Megawati.

Beda dengan Puan, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto justru bicara agak keras soal keputusan NasDem mengusung Ganjar. Hasto meminta partai lain sebaiknya tidak melakukan bajak-membajak kader. Apalagi, Ganjar sudah menyatakan kesetiaan ke PDIP.

Soal capres dan cawapres, Hasto menguatkan Puan bahwa kongres telah memberikan mandat kepada ketua umum PDIP. “Sehingga kesadaran sebagai kader partai yang telah dilakukan oleh Pak Ganjar itu adalah satu jawaban yang sangat tegas,” ucapnya.

Apa tanggapan NasDem? Ketua DPP NasDem Willy Aditiya menyebut potensi gesekan dengan PDIP merupakan suatu hal sangat mungkin terjadi. Namun, ia menegaskan, NasDem sama sekali tidak berniat menabuh genderang perang.

“Kami tidak ada niat bermusuhan. Kami berniat bersama-sama untuk membangun republik ini,” kata Willy.

Ia menegaskan, Ganjar tidak mesti bergabung menjadi kader NasDem. Sebab, pihaknya, akan mulai menjalin komunikasi dengan Ganjar. Begitu juga kepada Anies dan Andika. NasDem rencananya akan melakukan pendekatan dengan metode dari partai ke personal calon.

Lebih jauh, Willy mengaku tak keberatan dan berbesar hati jika capres rekomendasi dari NasDem menolak diusung oleh partainya. Ia pun memastikan tak akan ada nama pengganti meskipun salah satu capres rekomendasi menolak.

“Ya harus berbesar hati. Demokrasi kita ini risiko, ini konsekuensi dari pilihan yang terbuka. Ya, ini bukan tebak-tebak buah manggis,” pungkasnya.

Sementara itu, Ganjar menegaskan, dirinya tidak tergoda dengan rayuan NasDem. Namun, dia menghormati dan mengapresiasi keputusan rakernas yang diambil NasDem soal dirinya masuk nominasi capres yang diusung.

“Karena saya anggota PDIP, tentu keputusan tegak lurus pada Ibu Ketum. Itu sudah menjadi rumus seluruh anggota partai,” cetusnya.

Ganjar enggan menanggapi lebih lanjut mengenai adanya dukungan partai lain yang akan mengusungnya sebagai calon presiden. Menurutnya, pemilu masih jauh dan tugasnya sebagai Gubernur Jawa Tengah masih banyak yang harus diselesaikan.

Ganjar mengaku, saat ini fokus untuk membereskan banyak persoalan yang ada di Jawa Tengah. Ganjar dituntut cepat untuk menyelesaikan persoalan seperti minyak goreng, persoalan Wadas, persoalan rob dan lain sebagainya.
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories