Gandeng SRC Indonesia Sembilan Makin Joss, LinkAja Terus Perbanyak Jaringan Toko Kelontong

LinkAja, layanan keuangan elektronik milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), berkolaborasi dengan PT SRC Indonesia Sembilan (SRCIS) yang merupakan afiliasi dari PT HM Sampoerna Tbk, memperluas ekosistem digital toko kelontong di Indonesia. 

Lewat kolaborasi ini, seluruh toko kelontong yang tergabung dalam SRC akan terdaftar sebagai merchant LinkAja. Nantinya, toko kelontong SRC dapat menerima pembayaran menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang terdapat pada aplikasi LinkAja serta Layanan Syariah LinkAja.

Direktur Utama LinkAja, Haryati Lawidjaja mengatakan, LinkAja dan SRCIS berkomitmen memberdayakan ekonomi masyarakat terutama sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Sinergi LinkAja bersama SRCIS selaras dengan tujuan, visi dan misi LinkAja untuk mempercepat inklusi keuangan di Indonesia, terutama di segmen UMKM, mass dan aspirant market.

“Saat ini kami berekspansi secara nasional di 2021 ke seluruh Indonesia. Pembayaran menggunakan QR di warung dapat dilakukan dengan sangat mudah langsung, dari menu pembayaran di aplikasi LinkAja,” jelasnya dalam keterangan, Rabu (28/4).

Sedangkan menu pembayaran tagihan nantinya akan dapat dilakukan di warung ini antara lain pembayaran token listrik, pembelian pulsa, hingga pembayaran iuran BPJS. Hal ini dapat memberikan kesempatan, agar para merchant LinkAja mempunyai potensi penghasilan tambahan dari penjualan.

Haryati menambahkan, upaya ini juga dilakukan untuk membantu UMKM paham digital dan menularkannya kepada masyarakat secara luas, sehingga masyarakat memiliki pilihan pembayaran yang mudah, cepat dan aman.

Direktur SRCIS, Rima Tanag menyambut baik kolaborasi yang dijalankan antara LinkAja dengan SRCIS ini. Menurutnya, kolaborasi yang mengarah kepada digitalisasi ini merupakan faktor penting dalam pengembangan UMKM. 

Pihaknya berharap, kerja sama terebut mendukung upaya pemerintah dalam mempercepat pemulihan ekonomi nasional, di mana UMKM merupakan salah satu sektor penting yang mampu menggerakkan roda perekonomian di Indonesia.

Sinergi ini, lanjut Rima, diharapkan dapat memperkuat ekosistem bisnis toko kelontong Tanah Air dan meningkatkan daya saing pelaku usaha dalam negeri, terutama dalam hal teknologi pembayaran. “Dengan proses transaksi yang lebih mudah ini, harapannya juga dapat memberikan dampak positif yang lebih luas pada perekonomian di Indonesia,” ujarnya. 

Hingga akhir Februari 2021, LinkAja telah memiliki lebih dari 66 juta pengguna terdaftar dan telah dapat digunakan di lebih dari 1 juta merchant lokal dan lebih dari 350 ribu merchant nasional di seluruh Indonesia. Ada lebih dari 680 pasar tradisional, dan 6 ribu online marketplace, yang pembayarannya dapat menggunakan LinkAja. [DWI]

]]> LinkAja, layanan keuangan elektronik milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), berkolaborasi dengan PT SRC Indonesia Sembilan (SRCIS) yang merupakan afiliasi dari PT HM Sampoerna Tbk, memperluas ekosistem digital toko kelontong di Indonesia. 

Lewat kolaborasi ini, seluruh toko kelontong yang tergabung dalam SRC akan terdaftar sebagai merchant LinkAja. Nantinya, toko kelontong SRC dapat menerima pembayaran menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang terdapat pada aplikasi LinkAja serta Layanan Syariah LinkAja.

Direktur Utama LinkAja, Haryati Lawidjaja mengatakan, LinkAja dan SRCIS berkomitmen memberdayakan ekonomi masyarakat terutama sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Sinergi LinkAja bersama SRCIS selaras dengan tujuan, visi dan misi LinkAja untuk mempercepat inklusi keuangan di Indonesia, terutama di segmen UMKM, mass dan aspirant market.

“Saat ini kami berekspansi secara nasional di 2021 ke seluruh Indonesia. Pembayaran menggunakan QR di warung dapat dilakukan dengan sangat mudah langsung, dari menu pembayaran di aplikasi LinkAja,” jelasnya dalam keterangan, Rabu (28/4).

Sedangkan menu pembayaran tagihan nantinya akan dapat dilakukan di warung ini antara lain pembayaran token listrik, pembelian pulsa, hingga pembayaran iuran BPJS. Hal ini dapat memberikan kesempatan, agar para merchant LinkAja mempunyai potensi penghasilan tambahan dari penjualan.

Haryati menambahkan, upaya ini juga dilakukan untuk membantu UMKM paham digital dan menularkannya kepada masyarakat secara luas, sehingga masyarakat memiliki pilihan pembayaran yang mudah, cepat dan aman.

Direktur SRCIS, Rima Tanag menyambut baik kolaborasi yang dijalankan antara LinkAja dengan SRCIS ini. Menurutnya, kolaborasi yang mengarah kepada digitalisasi ini merupakan faktor penting dalam pengembangan UMKM. 

Pihaknya berharap, kerja sama terebut mendukung upaya pemerintah dalam mempercepat pemulihan ekonomi nasional, di mana UMKM merupakan salah satu sektor penting yang mampu menggerakkan roda perekonomian di Indonesia.

Sinergi ini, lanjut Rima, diharapkan dapat memperkuat ekosistem bisnis toko kelontong Tanah Air dan meningkatkan daya saing pelaku usaha dalam negeri, terutama dalam hal teknologi pembayaran. “Dengan proses transaksi yang lebih mudah ini, harapannya juga dapat memberikan dampak positif yang lebih luas pada perekonomian di Indonesia,” ujarnya. 

Hingga akhir Februari 2021, LinkAja telah memiliki lebih dari 66 juta pengguna terdaftar dan telah dapat digunakan di lebih dari 1 juta merchant lokal dan lebih dari 350 ribu merchant nasional di seluruh Indonesia. Ada lebih dari 680 pasar tradisional, dan 6 ribu online marketplace, yang pembayarannya dapat menggunakan LinkAja. [DWI]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories