Gandeng HPDKI, Kementan Optimalkan Pengembangan Ternak Kambing Domba

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), terus berupaya mengoptimalkan peran strategis pengembangan peternakan domba dan kambing. Ditjen PKH akan bekerja sama dengan Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI).

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Nasrullah mengatakan, untuk  mewujudkan kedaulatan pangan, peningkatan produktivitas masyarakat serta kemandirian pangan, komoditas domba dan kambing merupakan ruang ekonomi rakyat yang strategis untuk dikembangkan.

Maka, dalam perencanaan program pengembangan, domba dan kambing perlu dioptimalkan. Misalnya dengan disertai dorongan kuat dari para peternak, asosiasi, pihak perbankan dan pemerintah.

“Jika itu sudah dioptimalkan, kami yakin akan mampu memenuhi kebutuhan domestik dan peluang ekspor,” ujar Nasrullah.

Populasi domba per tahun 2021 berjumlah 17.902.991 ekor. Jumlah ini naik 379.302 ekor dari tahun sebelumnya. Sedangkan populasi ternak kambing sebesar 19.299.067 ekor,  jumlah ini naik 539.356 ekor.

“Populasi Domba dan Kambing dari tahun ke tahun kecenderungan selalu meningkat karena sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat pedesaan,” tambah Nasrullah.

Sementara, sentra ternak domba mayoritas terletak di Pulau Jawa khususnya Provinsi Jawa Barat, pada tahun 2021 mencapai 68,4 persen. 

Penyebaran populasi kambing tertinggi berada di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat yang mencapai  46,6 persen dari populasi nasional. 

Sedangkan potensi untuk dikembangkan di luar Pulau Jawa sebagai usaha tani terpadu juga sangat besar. Sebagai contoh, Provinsi Lampung yang berpotensi sebagai sentra ternak kambing dengan populasi kambing mencapai 1.573.787 ekor.

Nasrullah mengakui, program Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks) harus diikuti oleh ekspor komoditas domba dan kambing walaupun kebutuhan di dalam negeri juga semakin meningkat. 

Maka, HPDKI diharapkan bisa mewujudkan korporasi peternak guna menyediakan kebutuhan masyarakat sekaligus mengisi pasar ekspor tersebut.

“Potensi kita untuk ekspor sangat luar biasa, khususnya ke negara-negara tetangga yang bisa dimanfaatkan,” ujar dia.

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Ditjen PKH Kementan, Agung Suganda mengatakan, ada lima aspek yang menjadi keunggulan ternak domba dan kambing. 

Di antaranya, budidaya domba dan kambing merupakan kegiatan yang relevan dengan pemberdayaan dan penggerak ekonomi masyarakat pedesaan.

Kemudian, daging domba dan kambing bisa menjadi alternatif sumber protein hewani pengganti daging ayam dan sapi, pembangunan peternakan berbasis budaya masyarakat, bisa mewujudkan korporasi yang produktif untuk menjamin keperluan usaha dan menyediakan kebutuhan pangan masyarakat. Lalu, berpotensi menjadi pasokan untuk pasar ekspor ke negara-negara ASEAN.

“Harapannya, pengembangan pada  komoditas ini semakin maju dan pemerintah siap bersinergi dengan HPDKI, perguruan tinggi, perbankan, dan stakeholder lainnya untuk membangun dunia peternakan khususnya di domba dan kambing,” jelas Agung.

Dia memaparkan, pemerintah telah menetapkan 10 rumpun atau galur domba seperti domba garut, priangan, dorper, dan kompas agrinak. Sedangkan kambing, pemerintah telah menetapkan 9 rumpun atau galur seperti kaligesing, kacang, peranakan etawa, senduro, saburai, dan boer.

Klasterisasi yang dibangun HPDKI diharapkan tidak hanya di pulau Jawa tetapi dikembangkan juga di provinsi lainnya. Dan usaha pembibitan yang dijalankan bisa memilih rumpun atau galur yang sudah ditetapkan pemerintah dan HPDKI bisa menjadi motor penggerak perkembangan domba dan kambing Indonesia.

Agung menilai, dengan perkembangan zaman yang membuat banyaknya peternak milenial, mayoritas kegiatan perlu mulai menggunakan teknologi informasi untuk memberikan berbagai kemudahan. Selain, pemerintah juga terus mendorong untuk mencetak petani muda sebagai regenerasi.

Ketua Umum HPDKI Yudi Guntara Noor mengajak peternak muda milenial untuk sama-sama menyediakan protein hewani, utamanya dari domba dan kambing.

“HPDKI siap menyediakan SDM (Sumber Daya Manusia) peternak menuju Indonesia maju 2045,” tandas Yudi. [KAL]

]]> Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), terus berupaya mengoptimalkan peran strategis pengembangan peternakan domba dan kambing. Ditjen PKH akan bekerja sama dengan Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI).

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Nasrullah mengatakan, untuk  mewujudkan kedaulatan pangan, peningkatan produktivitas masyarakat serta kemandirian pangan, komoditas domba dan kambing merupakan ruang ekonomi rakyat yang strategis untuk dikembangkan.

Maka, dalam perencanaan program pengembangan, domba dan kambing perlu dioptimalkan. Misalnya dengan disertai dorongan kuat dari para peternak, asosiasi, pihak perbankan dan pemerintah.

“Jika itu sudah dioptimalkan, kami yakin akan mampu memenuhi kebutuhan domestik dan peluang ekspor,” ujar Nasrullah.

Populasi domba per tahun 2021 berjumlah 17.902.991 ekor. Jumlah ini naik 379.302 ekor dari tahun sebelumnya. Sedangkan populasi ternak kambing sebesar 19.299.067 ekor,  jumlah ini naik 539.356 ekor.

“Populasi Domba dan Kambing dari tahun ke tahun kecenderungan selalu meningkat karena sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat pedesaan,” tambah Nasrullah.

Sementara, sentra ternak domba mayoritas terletak di Pulau Jawa khususnya Provinsi Jawa Barat, pada tahun 2021 mencapai 68,4 persen. 

Penyebaran populasi kambing tertinggi berada di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat yang mencapai  46,6 persen dari populasi nasional. 

Sedangkan potensi untuk dikembangkan di luar Pulau Jawa sebagai usaha tani terpadu juga sangat besar. Sebagai contoh, Provinsi Lampung yang berpotensi sebagai sentra ternak kambing dengan populasi kambing mencapai 1.573.787 ekor.

Nasrullah mengakui, program Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks) harus diikuti oleh ekspor komoditas domba dan kambing walaupun kebutuhan di dalam negeri juga semakin meningkat. 

Maka, HPDKI diharapkan bisa mewujudkan korporasi peternak guna menyediakan kebutuhan masyarakat sekaligus mengisi pasar ekspor tersebut.

“Potensi kita untuk ekspor sangat luar biasa, khususnya ke negara-negara tetangga yang bisa dimanfaatkan,” ujar dia.

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Ditjen PKH Kementan, Agung Suganda mengatakan, ada lima aspek yang menjadi keunggulan ternak domba dan kambing. 

Di antaranya, budidaya domba dan kambing merupakan kegiatan yang relevan dengan pemberdayaan dan penggerak ekonomi masyarakat pedesaan.

Kemudian, daging domba dan kambing bisa menjadi alternatif sumber protein hewani pengganti daging ayam dan sapi, pembangunan peternakan berbasis budaya masyarakat, bisa mewujudkan korporasi yang produktif untuk menjamin keperluan usaha dan menyediakan kebutuhan pangan masyarakat. Lalu, berpotensi menjadi pasokan untuk pasar ekspor ke negara-negara ASEAN.

“Harapannya, pengembangan pada  komoditas ini semakin maju dan pemerintah siap bersinergi dengan HPDKI, perguruan tinggi, perbankan, dan stakeholder lainnya untuk membangun dunia peternakan khususnya di domba dan kambing,” jelas Agung.

Dia memaparkan, pemerintah telah menetapkan 10 rumpun atau galur domba seperti domba garut, priangan, dorper, dan kompas agrinak. Sedangkan kambing, pemerintah telah menetapkan 9 rumpun atau galur seperti kaligesing, kacang, peranakan etawa, senduro, saburai, dan boer.

Klasterisasi yang dibangun HPDKI diharapkan tidak hanya di pulau Jawa tetapi dikembangkan juga di provinsi lainnya. Dan usaha pembibitan yang dijalankan bisa memilih rumpun atau galur yang sudah ditetapkan pemerintah dan HPDKI bisa menjadi motor penggerak perkembangan domba dan kambing Indonesia.

Agung menilai, dengan perkembangan zaman yang membuat banyaknya peternak milenial, mayoritas kegiatan perlu mulai menggunakan teknologi informasi untuk memberikan berbagai kemudahan. Selain, pemerintah juga terus mendorong untuk mencetak petani muda sebagai regenerasi.

Ketua Umum HPDKI Yudi Guntara Noor mengajak peternak muda milenial untuk sama-sama menyediakan protein hewani, utamanya dari domba dan kambing.

“HPDKI siap menyediakan SDM (Sumber Daya Manusia) peternak menuju Indonesia maju 2045,” tandas Yudi. [KAL]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories