Gandeng Gus Najmi, Strategi Haji Lulung Jadikan PPP DKI Partai Anak Muda

Politisi senior Abraham Lunggana alias Haji Lulung memasuki periode kedua dalam perannya memimpin Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DKI Jakarta, setelah resmi mengantongi Surat Keputusan (SK) DPW PPP periode 2021-2026, Kamis (16/9).  

Di kancah perpolitikan Ibu Kota, nama Haji Lulung sudah tidak asing. Sebelumnya, dia tercatat dua kali membawa PPP berhak mendapatkan jatah kursi pimpinan DPRD DKI, yaitu pada Pemilu 2009 dan Pemilu 2014. Bahkan, di bawah tangan dingin Haji Lulung, dalam Pemilu 2009 dan 20014, PPP masuk partai 4 besar peraih suara terbesar di Jakarta. 

Kini, dia menyampaikan komitmennya untuk memulai babak baru untuk menjadikan Jakarta sebagai salah satu lumbung suara PPP. Dia pun melakukan terobosan dengan mengangkat Najmi Mumtaza Rabbany alias Gus Najmi sebagai Sekretaris Wilayah (Sekwil). Najmi merupakan politisi muda, berusia 24 tahun. 

Haji Lulung sadar betul pentingnya Partai Ka’bah, yang selama ini identik dengan ‘partai orang tua’, untuk segera bertransformasi menjadi partai modern, yang siap beradaptasi dengan isu politik sosial kekinian. Haji Lulung menegaskan, pada periode keduanya sekarang, siap memberikan ruang yang seluas-luasnya bagi generasi milenial dan generasi Z untuk bersama-sama berkiprah di dunia politik sekaligus menjawab tantangan PPP ke depan. 

“Keputusan mengangkat Gus Najmi sebagai Sekwil adalah langkah awal sebagai ikhtiar politik kami memperjuangkan aspirasi kaum muda dan menjadi ranah juang yang akan dibawa oleh partai berlambang Ka’bah ini,” kata Haji Lulung, dalam keterangan yang diterima RM.id, Minggu (18/9). 

Haji Lulung mengajak para kadernya menghilangkan kesan kalau PPP adalah partai orang tua. “Mari kita tunjukkan kalau PPP juga partainya anak muda yang siap menumbuhkan energi positif baru bagi PPP ke depan,” serunya. 

Dengan menempatkan Najmi sebagai Sekwil, PPP DKI Jakarta meyakini langkah tersebut menjadi awal untuk berkolaborasi bersama kaum muda di Ibu Kota. Terlebih, PPP menyadari bahwa minat kaum muda terhadap politik belakangan mulai menurun. Hal tersebut berdasarkan hasil survei lembaga Indikator Politik Indonesia yang menemukan, 40 persen anak muda menilai bahwa Indonesia menjadi kurang demokratis dalam beberapa waktu terakhir.  

Gus Najmi menambahkan, suasana dan kondisi PPP kini memberikan angin segar untuk kiprah anak muda untuk didorong terlibat di kancah politik. “Generasi Z dan milenial akan menjadi pemain utama dalam Pemilu 2024. Saya terpanggil untuk menjadi bagian perubahan yang proaktif,” ucapnya.

“Ini klop dengan kehendak PPP, angin perubahannya kencang saya rasakan di salah satu partai tertua di Indonesia ini. PPP menjadikan dirinya sebagai Rumah Para Penggerak Perubahan sekaligus Rumah Aspirasi Generasi Millenial dan Generasi Z,” sambung putra Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi itu.

Najmi menambahkan, momen ini menjadi kesempatan yang besar dan berharga untuk dirinya. “Kesempatan dan ruang yang dibuka lebar oleh PPP terhadap kaum muda saya kira menjadi gambaran bukti konkret bahwa partai ini peduli dengan anak-anak muda,” terang Sekwil partai politik termuda di Indonesia. 

Melalui langkah baru ini, menurut dia, PPP siap menggalang darah baru partai dengan membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapa pun untuk bersama-sama berkhidmat di dalam partai. Salah satu bagian yang penting di dalam agenda PPP adalah mempersilakan generasi milenial dan generasi Z, yang akan menjadi pemilih utama Pemilu 2024, untuk menjadikan PPP sebagai tempat mereka menyalurkan aspirasi, berkreasi dan menjadi bagian penting perubahan. [USU]

]]> Politisi senior Abraham Lunggana alias Haji Lulung memasuki periode kedua dalam perannya memimpin Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DKI Jakarta, setelah resmi mengantongi Surat Keputusan (SK) DPW PPP periode 2021-2026, Kamis (16/9).  

Di kancah perpolitikan Ibu Kota, nama Haji Lulung sudah tidak asing. Sebelumnya, dia tercatat dua kali membawa PPP berhak mendapatkan jatah kursi pimpinan DPRD DKI, yaitu pada Pemilu 2009 dan Pemilu 2014. Bahkan, di bawah tangan dingin Haji Lulung, dalam Pemilu 2009 dan 20014, PPP masuk partai 4 besar peraih suara terbesar di Jakarta. 

Kini, dia menyampaikan komitmennya untuk memulai babak baru untuk menjadikan Jakarta sebagai salah satu lumbung suara PPP. Dia pun melakukan terobosan dengan mengangkat Najmi Mumtaza Rabbany alias Gus Najmi sebagai Sekretaris Wilayah (Sekwil). Najmi merupakan politisi muda, berusia 24 tahun. 

Haji Lulung sadar betul pentingnya Partai Ka’bah, yang selama ini identik dengan ‘partai orang tua’, untuk segera bertransformasi menjadi partai modern, yang siap beradaptasi dengan isu politik sosial kekinian. Haji Lulung menegaskan, pada periode keduanya sekarang, siap memberikan ruang yang seluas-luasnya bagi generasi milenial dan generasi Z untuk bersama-sama berkiprah di dunia politik sekaligus menjawab tantangan PPP ke depan. 

“Keputusan mengangkat Gus Najmi sebagai Sekwil adalah langkah awal sebagai ikhtiar politik kami memperjuangkan aspirasi kaum muda dan menjadi ranah juang yang akan dibawa oleh partai berlambang Ka’bah ini,” kata Haji Lulung, dalam keterangan yang diterima RM.id, Minggu (18/9). 

Haji Lulung mengajak para kadernya menghilangkan kesan kalau PPP adalah partai orang tua. “Mari kita tunjukkan kalau PPP juga partainya anak muda yang siap menumbuhkan energi positif baru bagi PPP ke depan,” serunya. 

Dengan menempatkan Najmi sebagai Sekwil, PPP DKI Jakarta meyakini langkah tersebut menjadi awal untuk berkolaborasi bersama kaum muda di Ibu Kota. Terlebih, PPP menyadari bahwa minat kaum muda terhadap politik belakangan mulai menurun. Hal tersebut berdasarkan hasil survei lembaga Indikator Politik Indonesia yang menemukan, 40 persen anak muda menilai bahwa Indonesia menjadi kurang demokratis dalam beberapa waktu terakhir.  

Gus Najmi menambahkan, suasana dan kondisi PPP kini memberikan angin segar untuk kiprah anak muda untuk didorong terlibat di kancah politik. “Generasi Z dan milenial akan menjadi pemain utama dalam Pemilu 2024. Saya terpanggil untuk menjadi bagian perubahan yang proaktif,” ucapnya.

“Ini klop dengan kehendak PPP, angin perubahannya kencang saya rasakan di salah satu partai tertua di Indonesia ini. PPP menjadikan dirinya sebagai Rumah Para Penggerak Perubahan sekaligus Rumah Aspirasi Generasi Millenial dan Generasi Z,” sambung putra Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi itu.

Najmi menambahkan, momen ini menjadi kesempatan yang besar dan berharga untuk dirinya. “Kesempatan dan ruang yang dibuka lebar oleh PPP terhadap kaum muda saya kira menjadi gambaran bukti konkret bahwa partai ini peduli dengan anak-anak muda,” terang Sekwil partai politik termuda di Indonesia. 

Melalui langkah baru ini, menurut dia, PPP siap menggalang darah baru partai dengan membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapa pun untuk bersama-sama berkhidmat di dalam partai. Salah satu bagian yang penting di dalam agenda PPP adalah mempersilakan generasi milenial dan generasi Z, yang akan menjadi pemilih utama Pemilu 2024, untuk menjadikan PPP sebagai tempat mereka menyalurkan aspirasi, berkreasi dan menjadi bagian penting perubahan. [USU]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories