Gandeng Grab Subholding Pertamina Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik

PT Pertamina (Persero), melalui dua subholdingnya yakni Pertami­na NRE (New Renewable Energy) dan Patra Niaga, menandatangani nota kesepahaman dengan Grab Indonesia, untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik.

Penandatanganan nota kesepahaman tersebut melibatkan beberapa pihak, yaitu Pertamina Power Indonesia (Pertamina NRE), Patra Niaga, dan Grab Indonesia. Dalam hal ini, Per­tamina berperan sebagai pro­dusen baterai kendaraan listrik, menyediakan infrastruktur penu­karan baterai kendaraan listrik.

Selain itu, Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) Pertamina yang dikelola oleh Patra Niaga, menjadi titik tepat untuk menjadi stasiun penukaran baterai kendaraan listrik.

Patra Niaga saat ini tengah gencar dengan program Green Energy Station (GES), yaitu konsep SPBU ramah lingkungan. Di mana salah satu layanan yang disediakan adalah pengisian listrik ataupun penukaran baterai untuk kendaraan listrik. Saat ini jumlah GES mencapai 101 yang tersebar di berbagai wilayah nusantara.

Sementara Grab, sebagai aplika­si penyedia layanan transportasi dan pengiriman, telah memanfaat­kan kendaraan listrik yakni mobil, motor, dan sepeda listrik.

Grab tercatat telah mengoperasikan lebih dari 8.500 kendaraan listrik di Indonesia se­bagai dukungan pada ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).

Direktur Utama Patra Niaga Alfian Nasution mengatakan, adanya kerja sama strategis ini, ketiga belah pihak akan menyatu­kan kekuatan. Mereka memasti­kan bahwa sistem pendistribusian baterai, mulai dari teknologi stasiun penukaran baterai (battery swap station), hingga pemilihan lokasi bagi jaringan stasiun-stasi­un tersebut semakin lancar.

“Hal ini agar lebih banyak lagi pengemudi yang beralih ke kendaraan listrik,” ujar Alfian di Jakarta, Selasa (18/1).

Senada, President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata menyampaikan, Grab memiliki komitmen yang sama dengan mitra-mitra strategisnya dalam mengembangkan ekosistem ken­daraan listrik di Indonesia.

Sebagai penyedia layanan transportasi, kata Ridzki, Grab siap membagikan pengalaman dan membuka akses ke pasar terkait pengoperasian armada kendaraan listrik.

“Kami yakin perluasan kehadiran kendaraan listrik akan membawa manfaat sangat besar bagi penumpang, mitra pengemudi, dan tentunya, keberlangsungan lingkungan,” tutur Ridzki.

Proyek bersama ini direncana­kan mulai di Bali tahun ini. Di mana Bali akan menjadi tuan rumah perhelatan G20. Sehingga akan menjadi momen yang tepat untuk menunjukkan komitmen kuat Indonesia dalam transisi energi. Serta mencapai target net zero emission pada 2060.

Saat ini, Bali juga semakin gencar mendorong pemanfaatan energi bersih dengan mener­bitkan Peraturan Gubernur no­mor 45 tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih. [DWI/IMA]

]]> PT Pertamina (Persero), melalui dua subholdingnya yakni Pertami­na NRE (New Renewable Energy) dan Patra Niaga, menandatangani nota kesepahaman dengan Grab Indonesia, untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik.

Penandatanganan nota kesepahaman tersebut melibatkan beberapa pihak, yaitu Pertamina Power Indonesia (Pertamina NRE), Patra Niaga, dan Grab Indonesia. Dalam hal ini, Per­tamina berperan sebagai pro­dusen baterai kendaraan listrik, menyediakan infrastruktur penu­karan baterai kendaraan listrik.

Selain itu, Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) Pertamina yang dikelola oleh Patra Niaga, menjadi titik tepat untuk menjadi stasiun penukaran baterai kendaraan listrik.

Patra Niaga saat ini tengah gencar dengan program Green Energy Station (GES), yaitu konsep SPBU ramah lingkungan. Di mana salah satu layanan yang disediakan adalah pengisian listrik ataupun penukaran baterai untuk kendaraan listrik. Saat ini jumlah GES mencapai 101 yang tersebar di berbagai wilayah nusantara.

Sementara Grab, sebagai aplika­si penyedia layanan transportasi dan pengiriman, telah memanfaat­kan kendaraan listrik yakni mobil, motor, dan sepeda listrik.

Grab tercatat telah mengoperasikan lebih dari 8.500 kendaraan listrik di Indonesia se­bagai dukungan pada ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).

Direktur Utama Patra Niaga Alfian Nasution mengatakan, adanya kerja sama strategis ini, ketiga belah pihak akan menyatu­kan kekuatan. Mereka memasti­kan bahwa sistem pendistribusian baterai, mulai dari teknologi stasiun penukaran baterai (battery swap station), hingga pemilihan lokasi bagi jaringan stasiun-stasi­un tersebut semakin lancar.

“Hal ini agar lebih banyak lagi pengemudi yang beralih ke kendaraan listrik,” ujar Alfian di Jakarta, Selasa (18/1).

Senada, President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata menyampaikan, Grab memiliki komitmen yang sama dengan mitra-mitra strategisnya dalam mengembangkan ekosistem ken­daraan listrik di Indonesia.

Sebagai penyedia layanan transportasi, kata Ridzki, Grab siap membagikan pengalaman dan membuka akses ke pasar terkait pengoperasian armada kendaraan listrik.

“Kami yakin perluasan kehadiran kendaraan listrik akan membawa manfaat sangat besar bagi penumpang, mitra pengemudi, dan tentunya, keberlangsungan lingkungan,” tutur Ridzki.

Proyek bersama ini direncana­kan mulai di Bali tahun ini. Di mana Bali akan menjadi tuan rumah perhelatan G20. Sehingga akan menjadi momen yang tepat untuk menunjukkan komitmen kuat Indonesia dalam transisi energi. Serta mencapai target net zero emission pada 2060.

Saat ini, Bali juga semakin gencar mendorong pemanfaatan energi bersih dengan mener­bitkan Peraturan Gubernur no­mor 45 tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih. [DWI/IMA]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories