Galang Donor Plasma Konvalesen, Menko PMK Apresiasi Pelindo III .

Upaya mendukung Gerakan Nasional Donor Plasma Konvalesen terus dilakukan berbagai pihak, termasuk pemerintah yang di dalamnya adalah PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III.

Apresiasi tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy dalam kunjungan kerja ke Palang Merah Indonesia (PMI) Unit Donor Darah (UDD) Kota Surabaya, Selasa (16/2).

Muhadjir mengatakan donor plasma konvalensen merupakan salah satu upaya alternatif yang saat ini sedang dilakukan pemerintah dalam menekan pandemi selain melalui vaksin. “Kami berterimakasih pada semua pihak yang turut mendukung melalui penyelenggaraan kegiatan donor plasma konvalesen,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) UDD Kota Surabaya memberikan piagam penghargaan kepada sedikitnya 10 pihak yang mendukung kegiatan donor plasma konvalesen.

Penyerahan penghargaan salah satunya diberikan kepada Pelindo III di hadapan Menko PMK Muhadjir Effendi dan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini.

Pelindo III disebut sebagai pihak yang menginisiasi pelaksanaan donor plasma konvalesen di Surabaya hingga mengumpulkan sedikitnya 369 kantong.

Direktur SDM Pelindo III Edi Priyanto menyebut penghargaan yang diterima oleh Pelindo III sebagai buah dari loyalitas Pelindo III sebagai entitas BUMN.

Menurut Edi, sebagai perusahaan plat merah Pelindo III memiliki kewajiban untuk turut menyukseskan Gerakan Nasional Donor Plasma Konvalesen yang diinisiasi oleh pemerintah.

Edi mengatakan donor plasma konvalesen yang dilakukan oleh Pelindo III dapat terlaksana berkat hubungan yang harmonis dengan para penyintas yang berasal dari pegawai Pelindo III Group dan masyarakat umum.

 

 “Kegiatan donor plasma konvalesen sekaligus sebagai edukasi kepada para penyintas bahwa plasma konvalesen sebagai salah satu upaya memberikan pertolongan bagi para pasien Covid-19 kategori sedang dan berat, karena terapi plasma konvalesen sebagai alternatif dalam upaya penyembuhan Covid-19,” jelas Edi.

Ia menambahkan kegiatan donor plasma konvalesen dan donor darah yang diinisisi oleh Pelindo III mampu mengumpulkan sedikitnya 324 kantong plasma 304 kantong darah.

Kegiatan yang melibatkan kolaborasi pegawai dan masyarakat umum tersebut dilakukan Pelindo III pada tanggal 21 dan 22 Januari 2021 sebagai bagian dari peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional.

Kegiatan tersebut merupakan donor plasma kedua yang diadakan Pelindo III setelah sebelumnya pada Desember 2020 berhasil mengumpulkan 45 kantong plasma.

Sementara itu Kepala UDD PMI Kota Surabaya Budi Arifah mengatakan kebutuhan plasma konvalesen saat ini cukup besar khususnya di wilayah Surabaya. Hal itu terjadi karena pihaknya tidak hanya melayani permintaan plasma dari luar Kota Surabaya.

Menurut Budi, PMI UDD Kota Surabaya setiap hari menerima permintaan sedikitnya 75 kantong plasma dengan jumlah persediaan yang terbatas.

“Kami terus mendorong partisipasi masyarakat khususnya para penyintas Covid-19 untuk berkenan melakukan donor plasma sebagai upaya dalam membantu sesama. Saat ini jumlah persediaan tidak sebanding dengan permintaan,” pungkasnya. [SRI]

]]> .
Upaya mendukung Gerakan Nasional Donor Plasma Konvalesen terus dilakukan berbagai pihak, termasuk pemerintah yang di dalamnya adalah PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III.

Apresiasi tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy dalam kunjungan kerja ke Palang Merah Indonesia (PMI) Unit Donor Darah (UDD) Kota Surabaya, Selasa (16/2).

Muhadjir mengatakan donor plasma konvalensen merupakan salah satu upaya alternatif yang saat ini sedang dilakukan pemerintah dalam menekan pandemi selain melalui vaksin. “Kami berterimakasih pada semua pihak yang turut mendukung melalui penyelenggaraan kegiatan donor plasma konvalesen,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) UDD Kota Surabaya memberikan piagam penghargaan kepada sedikitnya 10 pihak yang mendukung kegiatan donor plasma konvalesen.

Penyerahan penghargaan salah satunya diberikan kepada Pelindo III di hadapan Menko PMK Muhadjir Effendi dan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini.

Pelindo III disebut sebagai pihak yang menginisiasi pelaksanaan donor plasma konvalesen di Surabaya hingga mengumpulkan sedikitnya 369 kantong.

Direktur SDM Pelindo III Edi Priyanto menyebut penghargaan yang diterima oleh Pelindo III sebagai buah dari loyalitas Pelindo III sebagai entitas BUMN.

Menurut Edi, sebagai perusahaan plat merah Pelindo III memiliki kewajiban untuk turut menyukseskan Gerakan Nasional Donor Plasma Konvalesen yang diinisiasi oleh pemerintah.

Edi mengatakan donor plasma konvalesen yang dilakukan oleh Pelindo III dapat terlaksana berkat hubungan yang harmonis dengan para penyintas yang berasal dari pegawai Pelindo III Group dan masyarakat umum.

 

 “Kegiatan donor plasma konvalesen sekaligus sebagai edukasi kepada para penyintas bahwa plasma konvalesen sebagai salah satu upaya memberikan pertolongan bagi para pasien Covid-19 kategori sedang dan berat, karena terapi plasma konvalesen sebagai alternatif dalam upaya penyembuhan Covid-19,” jelas Edi.

Ia menambahkan kegiatan donor plasma konvalesen dan donor darah yang diinisisi oleh Pelindo III mampu mengumpulkan sedikitnya 324 kantong plasma 304 kantong darah.

Kegiatan yang melibatkan kolaborasi pegawai dan masyarakat umum tersebut dilakukan Pelindo III pada tanggal 21 dan 22 Januari 2021 sebagai bagian dari peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional.

Kegiatan tersebut merupakan donor plasma kedua yang diadakan Pelindo III setelah sebelumnya pada Desember 2020 berhasil mengumpulkan 45 kantong plasma.

Sementara itu Kepala UDD PMI Kota Surabaya Budi Arifah mengatakan kebutuhan plasma konvalesen saat ini cukup besar khususnya di wilayah Surabaya. Hal itu terjadi karena pihaknya tidak hanya melayani permintaan plasma dari luar Kota Surabaya.

Menurut Budi, PMI UDD Kota Surabaya setiap hari menerima permintaan sedikitnya 75 kantong plasma dengan jumlah persediaan yang terbatas.

“Kami terus mendorong partisipasi masyarakat khususnya para penyintas Covid-19 untuk berkenan melakukan donor plasma sebagai upaya dalam membantu sesama. Saat ini jumlah persediaan tidak sebanding dengan permintaan,” pungkasnya. [SRI]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories