Gagal Tangani Banjir, Anies Bisa Terancam Di 2024 .

Banjir yang melanda wilayah Jakarta hari ini bisa ‘mengancam’ Anies Baswedan pada Pilkada maupun Pilpres 2024. Pasalnya, target Anies banjir turun dalam waktu 6 jam, di beberapa wilayah belum berhasil.

Hujan lebat yang mengguyur Ibu Kota, Sabtu (20/2) dini hari, merendam banyak pemukiman warga. Tidak hanya pemukiman, banjir juga menggenangi jalan tol. Beberapa jalan tol ditutup karena tidak bisa dilewati.

Meskipun banjir hari tidak tidak separah awal tahun lalu, tapi banjir tetap mencoreng kinerja Anies. Apalagi, warga Jakarta memang sangat kritis soal banjir. 

Begitu kata Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno saat berbinjang dengan RM.id, Sabtu (20/2).

Menurut dia, jika dalam kondisi seperti sekarang dijalankan survei kepuasan publik, maka peluang Anies maju di Pilkada atau Pilpres 2024 maka akan sulit. Hasil survei akan membuat Anies babak belur.

“Survei itu tergantung apa yang sedang berkembang. Jika yang dirasakan masyarakat baik tentu survei akan menguntungkan Anies,”  beber Adi.

Menurut dia, banyak pernyataan Pemprov DKI Jakarta yang sudah didengar publik soal mengatasi banjir. Salah satunya, banjir akan surut dalam waktu 6 jam. “Sudah belasan jam banjir masih menggenangi banyak rumah warga. Belum surut,” ucapnya.

Dengan banjir ini, semua keberhasilan Anies dalam berbagai bidang langsung tercoreng. Pasalnya, warga Jakarta menilai keberhasilan seorang gubernur dari berkurangnya banjir dan macet.

“Masyarakat cenderung akan bandingkan penanganannya dengan gubernur yang sebelumnya,” jelasnya.

Adi mengatakan, hal serupa juga terjadi kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Ketika banjir terjadi di Semarang beberapa waktu lalu juga menurunkan citra Ganjar.

Kondisi ini bisa jadi membuka peluang bagi penantang Anies. Siapapun dia kalau bisa berperan menolong masyarakat maka akan terkenang sampai 2024, asal konsisten.

“Jika bantuan sekedarnya seperti sembako. Tidak berbekas yang dibutuhkan adalah pendampingan yang konsisten terhadap masyarakat Jakarta,” tukasnya.

Untuk diketahui, Pilkada DKI Jakarta akan digelar berbarengan dengan Pilpres dan Pileg pada 2024. Selain calon petahana Gubernur DKI Jakarta, nama Anies juga masuk tiga besar Capres dalam survei-survei. [JAR]

 

]]> .
Banjir yang melanda wilayah Jakarta hari ini bisa ‘mengancam’ Anies Baswedan pada Pilkada maupun Pilpres 2024. Pasalnya, target Anies banjir turun dalam waktu 6 jam, di beberapa wilayah belum berhasil.

Hujan lebat yang mengguyur Ibu Kota, Sabtu (20/2) dini hari, merendam banyak pemukiman warga. Tidak hanya pemukiman, banjir juga menggenangi jalan tol. Beberapa jalan tol ditutup karena tidak bisa dilewati.

Meskipun banjir hari tidak tidak separah awal tahun lalu, tapi banjir tetap mencoreng kinerja Anies. Apalagi, warga Jakarta memang sangat kritis soal banjir. 

Begitu kata Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno saat berbinjang dengan RM.id, Sabtu (20/2).

Menurut dia, jika dalam kondisi seperti sekarang dijalankan survei kepuasan publik, maka peluang Anies maju di Pilkada atau Pilpres 2024 maka akan sulit. Hasil survei akan membuat Anies babak belur.

“Survei itu tergantung apa yang sedang berkembang. Jika yang dirasakan masyarakat baik tentu survei akan menguntungkan Anies,”  beber Adi.

Menurut dia, banyak pernyataan Pemprov DKI Jakarta yang sudah didengar publik soal mengatasi banjir. Salah satunya, banjir akan surut dalam waktu 6 jam. “Sudah belasan jam banjir masih menggenangi banyak rumah warga. Belum surut,” ucapnya.

Dengan banjir ini, semua keberhasilan Anies dalam berbagai bidang langsung tercoreng. Pasalnya, warga Jakarta menilai keberhasilan seorang gubernur dari berkurangnya banjir dan macet.

“Masyarakat cenderung akan bandingkan penanganannya dengan gubernur yang sebelumnya,” jelasnya.

Adi mengatakan, hal serupa juga terjadi kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Ketika banjir terjadi di Semarang beberapa waktu lalu juga menurunkan citra Ganjar.

Kondisi ini bisa jadi membuka peluang bagi penantang Anies. Siapapun dia kalau bisa berperan menolong masyarakat maka akan terkenang sampai 2024, asal konsisten.

“Jika bantuan sekedarnya seperti sembako. Tidak berbekas yang dibutuhkan adalah pendampingan yang konsisten terhadap masyarakat Jakarta,” tukasnya.

Untuk diketahui, Pilkada DKI Jakarta akan digelar berbarengan dengan Pilpres dan Pileg pada 2024. Selain calon petahana Gubernur DKI Jakarta, nama Anies juga masuk tiga besar Capres dalam survei-survei. [JAR]

 
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories