Gagal Pimpin Demokrat Moeldoko Masih Dipercaya Jokowi

Setelah KLB Partai Demokrat ditolak Kemenkumham, banyak yang meramal karier Jenderal TNI (Purn) Moeldoko juga akan tamat sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP). Tapi ternyata salah. Moeldoko masih dipercaya Presiden Jokowi.

Seharian kemarin beredar kabar di kalangan wartawan bahwa Moeldoko akan mengundurkan diri dari KSP. Moeldoko disebut akan mengumumkan pengunduran dirinya melalui acara jumpa pers.

Kemarin, memang ada undangan jumpa pers dari KSP. Namun, dalam undangan itu hanya disebutkan KSP akan menggelar jumpa pers pukul 13.45 di Lobi Gedung KSP. Namun, soal apanya tidak disebutkan.

Teng pukul 2 siang, Moeldoko hadir di tempat jumpa pers. Dia didampingi para deputinya. Moeldoko langsung membukanya. Ternyata jumpa pers hari ini membahas soal Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

“Saya dapat perintah dari pak Jokowi, presiden, untuk menyampaikan berkaitan dengan Taman Mini Indonesia Indah agar tidak simpang siur,” tegasnya.

Moeldoko yang mengenakan setelan kemeja putih lengan pendek dan celana hitam itu, lalu cerita alasan pemerintah mengambil alih TMII. Menurut dia, pengambilalihan TMII untuk memperbaiki pengelolaannya.

“Setiap tahun TMII tekor Rp 40-50 miliar. Kasihan Yayasan Harapan Kita harus subsidi terus,” bebernya. Dengan kerugian itu, otomatis TMII juga tidak menyumbang kontribusi terhadap keuangan negara.

Moeldoko juga membantah kabar pengambilalihan ini karena Jokowi ingin bikin yayasan baru untuk mengelola TMII. “Stop pikiran primitif,” tegasnya.

Sekitar 12 menit Moeldoko bicara soal TMII. Namun, ketika akan menutup jumpa pers Moeldoko diberondong pertanyaan lagi oleh wartawan. Moeldoko ditanya soal penggabungan Kemenristek ke Kemendikbud dan lahirnya Kementerian Investasi.

 

“Jangan tanya yang belum jelas,” ujarnya. “Udah disahkan nomenklaturnya sama DPR,” jawab wartawan. “Saya yang belum jelas. Serba salah. Tar dulu apa, sabar,” kata Moeldoko, sambil tertawa.

Saat akan menutup jumpa persnya lagi, Moeldoko ditanya kisruh Partai Demokrat. Moeldoko pun menolak memberikan penjelasan.

“Ini kantor kepresidenan. Tanya yang berkaitan dengan urusan kerja KSP. Jangan ikut-ikutan primitif,” katanya, langsung meninggalkan podium.

Lalu bagaimana posisi Moeldoko sebagai KSP? Tenaga Ahli KSP, Ali Mochtar Ngabalin memastikan, Moeldoko tidak akan mengundurkan diri. “Enggaklah. Pak Moeldoko amanlah,” katanya.

Ali meminta agar semua mendoakan Moeldoko. “Iya-iya, yakin ya bismillah ya. Doakan Pak Moel ya, doakan Pak Moel,” pungkas Ali.

Bagaimana tanggapan pengamat? Doktor ilmu politik dari Universitas Paramadina, Ahmad Khoirul Umam menduga, penegasan kata ‘diperintah Pak Jokowi’ sengaja diucapkan Moeldoko untuk menunjukkan eksistensi dan kesan publik bahwa dirinya masih aman di Istana Presiden.

Umam menilai, jumpa pers siang tadi merupakan unjuk kekuatan politik ala Moeldoko. “Tak ubahnya unjuk kekuatan (show of force) politiknya setelah lebih dari sebulan menghilang dari permukaan media. Seolah ia ingin menunjukkan bahwa dirinya baik-baik saja di Istana Presiden, meskipun Kemenkumham sebelumnya menolak pengesahan KLB Partai Demokrat hasil manuver politiknya,” jelas Umam.

Bagaimana tanggapan kubu AHY? Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra enggan bicara soal posisi Moeldoko di KSP. Menurutnya, Partai Demokrat sudah tutup buku mengomentari apapun yang dilakukan Moeldoko dan rekan-rekannya.

“Kami sudah tak mau komentari apapun yang dilakukan dan dikatakan mereka. Kami hanya fokus untuk membangun kesejahteraan masyarakat di masa pandemi. Apalagi sekarang sudah mau memasuki bulan Ramadhan,” katanya singkat saat dihubungi, kemarin. [QAR]

]]> Setelah KLB Partai Demokrat ditolak Kemenkumham, banyak yang meramal karier Jenderal TNI (Purn) Moeldoko juga akan tamat sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP). Tapi ternyata salah. Moeldoko masih dipercaya Presiden Jokowi.

Seharian kemarin beredar kabar di kalangan wartawan bahwa Moeldoko akan mengundurkan diri dari KSP. Moeldoko disebut akan mengumumkan pengunduran dirinya melalui acara jumpa pers.

Kemarin, memang ada undangan jumpa pers dari KSP. Namun, dalam undangan itu hanya disebutkan KSP akan menggelar jumpa pers pukul 13.45 di Lobi Gedung KSP. Namun, soal apanya tidak disebutkan.

Teng pukul 2 siang, Moeldoko hadir di tempat jumpa pers. Dia didampingi para deputinya. Moeldoko langsung membukanya. Ternyata jumpa pers hari ini membahas soal Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

“Saya dapat perintah dari pak Jokowi, presiden, untuk menyampaikan berkaitan dengan Taman Mini Indonesia Indah agar tidak simpang siur,” tegasnya.

Moeldoko yang mengenakan setelan kemeja putih lengan pendek dan celana hitam itu, lalu cerita alasan pemerintah mengambil alih TMII. Menurut dia, pengambilalihan TMII untuk memperbaiki pengelolaannya.

“Setiap tahun TMII tekor Rp 40-50 miliar. Kasihan Yayasan Harapan Kita harus subsidi terus,” bebernya. Dengan kerugian itu, otomatis TMII juga tidak menyumbang kontribusi terhadap keuangan negara.

Moeldoko juga membantah kabar pengambilalihan ini karena Jokowi ingin bikin yayasan baru untuk mengelola TMII. “Stop pikiran primitif,” tegasnya.

Sekitar 12 menit Moeldoko bicara soal TMII. Namun, ketika akan menutup jumpa pers Moeldoko diberondong pertanyaan lagi oleh wartawan. Moeldoko ditanya soal penggabungan Kemenristek ke Kemendikbud dan lahirnya Kementerian Investasi.

 

“Jangan tanya yang belum jelas,” ujarnya. “Udah disahkan nomenklaturnya sama DPR,” jawab wartawan. “Saya yang belum jelas. Serba salah. Tar dulu apa, sabar,” kata Moeldoko, sambil tertawa.

Saat akan menutup jumpa persnya lagi, Moeldoko ditanya kisruh Partai Demokrat. Moeldoko pun menolak memberikan penjelasan.

“Ini kantor kepresidenan. Tanya yang berkaitan dengan urusan kerja KSP. Jangan ikut-ikutan primitif,” katanya, langsung meninggalkan podium.

Lalu bagaimana posisi Moeldoko sebagai KSP? Tenaga Ahli KSP, Ali Mochtar Ngabalin memastikan, Moeldoko tidak akan mengundurkan diri. “Enggaklah. Pak Moeldoko amanlah,” katanya.

Ali meminta agar semua mendoakan Moeldoko. “Iya-iya, yakin ya bismillah ya. Doakan Pak Moel ya, doakan Pak Moel,” pungkas Ali.

Bagaimana tanggapan pengamat? Doktor ilmu politik dari Universitas Paramadina, Ahmad Khoirul Umam menduga, penegasan kata ‘diperintah Pak Jokowi’ sengaja diucapkan Moeldoko untuk menunjukkan eksistensi dan kesan publik bahwa dirinya masih aman di Istana Presiden.

Umam menilai, jumpa pers siang tadi merupakan unjuk kekuatan politik ala Moeldoko. “Tak ubahnya unjuk kekuatan (show of force) politiknya setelah lebih dari sebulan menghilang dari permukaan media. Seolah ia ingin menunjukkan bahwa dirinya baik-baik saja di Istana Presiden, meskipun Kemenkumham sebelumnya menolak pengesahan KLB Partai Demokrat hasil manuver politiknya,” jelas Umam.

Bagaimana tanggapan kubu AHY? Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra enggan bicara soal posisi Moeldoko di KSP. Menurutnya, Partai Demokrat sudah tutup buku mengomentari apapun yang dilakukan Moeldoko dan rekan-rekannya.

“Kami sudah tak mau komentari apapun yang dilakukan dan dikatakan mereka. Kami hanya fokus untuk membangun kesejahteraan masyarakat di masa pandemi. Apalagi sekarang sudah mau memasuki bulan Ramadhan,” katanya singkat saat dihubungi, kemarin. [QAR]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories