Fraksi PDIP Apresiasi Posko Pengaduan Warga Di Balaikota

Sekretaris Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo mengapresiasi langkah Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono yang mengaktifan kembali posko pengaduan warga di Balaikota. Posko pengaduan ini dibuka Senin hingga Kamis mulai pukul 08.00 – 09.00 WIB.

“Ini meneguhkan dan mengukuhkan marwah Balaikota sebagai istana rakyat Jakarta. Menumbuh kembangkan harapan warga atas penangananan masalah-masalah harian yang selalu mendera setiap saatnya,” kata Rio, Selasa (18/10).

Sejak awal dibuka kembali pada Selasa (18/10), posko pengaduan ini diserbu warga yang ingin mencurahkan keluh kesah dan masalahnya. Seperti, Martina Gunawan dari Bambu Apus, Jakarta Timur yang mengadukan masalah pertanahan. Lalu, Retno dari Petogogan, Jakarta Selatan yang mengeluhkan dampak banjir. 

Di posko pengaduan ini, masyarakat dapat mengadukan masalah pemerintahan, pelayanan publik, perekonomian, keuangan atau aset, pembangunan dan kesra atau kesejahteraan rakyat.

“Menjadi cahaya terang manakala semua pengaduan tertindaklanjuti dan tertangani secara nyata dan terasa bagi warganya. Kuncinya adalah aksi eksekusi, bukan basa basi,” ujarnya. 

Rio bilang, sejatinya keberadaan negara atau pemerintahan adalah fungsi melayani dalam beraneka ragam bentuknya. Bergulat dan bergumul dengan warganya tanpa pernah berfikir berhenti sedetikpun dan mundur sejengkal sekalipun.

]]> Sekretaris Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo mengapresiasi langkah Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono yang mengaktifan kembali posko pengaduan warga di Balaikota. Posko pengaduan ini dibuka Senin hingga Kamis mulai pukul 08.00 – 09.00 WIB.

“Ini meneguhkan dan mengukuhkan marwah Balaikota sebagai istana rakyat Jakarta. Menumbuh kembangkan harapan warga atas penangananan masalah-masalah harian yang selalu mendera setiap saatnya,” kata Rio, Selasa (18/10).

Sejak awal dibuka kembali pada Selasa (18/10), posko pengaduan ini diserbu warga yang ingin mencurahkan keluh kesah dan masalahnya. Seperti, Martina Gunawan dari Bambu Apus, Jakarta Timur yang mengadukan masalah pertanahan. Lalu, Retno dari Petogogan, Jakarta Selatan yang mengeluhkan dampak banjir. 

Di posko pengaduan ini, masyarakat dapat mengadukan masalah pemerintahan, pelayanan publik, perekonomian, keuangan atau aset, pembangunan dan kesra atau kesejahteraan rakyat.

“Menjadi cahaya terang manakala semua pengaduan tertindaklanjuti dan tertangani secara nyata dan terasa bagi warganya. Kuncinya adalah aksi eksekusi, bukan basa basi,” ujarnya. 

Rio bilang, sejatinya keberadaan negara atau pemerintahan adalah fungsi melayani dalam beraneka ragam bentuknya. Bergulat dan bergumul dengan warganya tanpa pernah berfikir berhenti sedetikpun dan mundur sejengkal sekalipun.
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories