Fotonya Dibakar, Pamornya Terancam Terpuruk Puan Kena Getah BBM

Ketua DPR Puan Maharani kena getah kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM. Dalam demonstrasi penolakan kenaikan harga BBM, Puan ikut jadi sasaran. Fotonya dibakar, sikapnya disindir. Kondisi ini bisa membuat pamornya terancam terpuruk.

Pembakaran foto Puan itu terjadi saat aksi massa yang mengatasnamakan Akumulasi Kemarahan Buruh dan Rakyat (Akbar), di depan Gedung DPRD Sumatera Utara, Kamis (8/9). Massa mengaku kesal ke Puan. Sebab, saat ada aksi mahasiswa di depan Gedung DPR, Selasa (6/9), para anggota Dewan malah merayakan ulang tahun Puan.

Foto yang dibakar itu berupa poster bergambar Puan dan tulisan “Saya Sedih BBM Naik. Selamat Ulang Tahun Puan Maharani”. Sambil teriak-teriak, massa lalu membakar poster itu. Melihat hal ini, polisi yang berjaga langsung memadamkan api dan mengambil poster tersebut.

Meski demikian, aksi massa terus berlanjut. Orasi terus disuarakan. Massa juga melakukan aksi teatrikal yang mengibaratkan para anggota Dewan hanya tidur saat rapat soal membahas persoalan rakyat.

Di Malang, aksi serupa dilakukan, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Malang Raya di depan Kantor DPRD Kota Malang, Kamis (8/9). Mereka membawa sejumlah spanduk. Salah satunya bertuliskan ‘HBD-Puan’. Spanduk itu kemudian digantungkan di pagar Gedung DPRD Kota Malang bagian utara.

Selain itu, di dunia maya, Puan juga banyak diledek warganet. Puan dianggap hanya diam saja saat kenaikan harga BBM ini. Padahal, di era SBY, Puan sampai nangis saat menolak kenaikan harga BBM.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin melihat, kemarahan mahasiswa ke Puan itu beralasan. Puan dan DPR dianggap tidak mengikuti aspirasi rakyat, yang tidak ingin BBM baik.

Kondisi ini, kata dia, bahaya bagi Puan, yang berencana untuk nyapres di 2024. Pamor dan elektabilitasnya bisa merosot.

“Untuk menjaga pamor, Puan harus segera bertindak. Mestinya membuat kebijakan yang pro rakyat. Tidak harus manut terus ke Pemerintah. Rakyat sedang merintih kesakitan, maka harus ditolong,” ucap Ujang.

Lalu, bagaimana sikap PDIP terhadap hal ini? Politisi senior PDIP Hendrawan Supratikno meminta agar segala hal tidak dikaitkan dengan Pilpres 2024. Termasuk soal dampak kenaikan BBM terhadap Puan.

“Jangan selalu dikaitkan dengan politik elektoral. Kita harus berani buat keputusan yang tepat dan kebijakan yang terbaik dalam situasi yang penuh ketidakpastian ini,” ucapnya.

Untuk kenaikan harga BBM, lanjut Hendrawan, selama ini PDIP juga kritis. Dalam rapat-rapat di DPR, para anggota PDIP banyak yang mempertanyakan keputusan itu. Namun, harus diakui, keuangan negara saat ini dalam kondisi sulit.■

]]> Ketua DPR Puan Maharani kena getah kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM. Dalam demonstrasi penolakan kenaikan harga BBM, Puan ikut jadi sasaran. Fotonya dibakar, sikapnya disindir. Kondisi ini bisa membuat pamornya terancam terpuruk.

Pembakaran foto Puan itu terjadi saat aksi massa yang mengatasnamakan Akumulasi Kemarahan Buruh dan Rakyat (Akbar), di depan Gedung DPRD Sumatera Utara, Kamis (8/9). Massa mengaku kesal ke Puan. Sebab, saat ada aksi mahasiswa di depan Gedung DPR, Selasa (6/9), para anggota Dewan malah merayakan ulang tahun Puan.

Foto yang dibakar itu berupa poster bergambar Puan dan tulisan “Saya Sedih BBM Naik. Selamat Ulang Tahun Puan Maharani”. Sambil teriak-teriak, massa lalu membakar poster itu. Melihat hal ini, polisi yang berjaga langsung memadamkan api dan mengambil poster tersebut.

Meski demikian, aksi massa terus berlanjut. Orasi terus disuarakan. Massa juga melakukan aksi teatrikal yang mengibaratkan para anggota Dewan hanya tidur saat rapat soal membahas persoalan rakyat.

Di Malang, aksi serupa dilakukan, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Malang Raya di depan Kantor DPRD Kota Malang, Kamis (8/9). Mereka membawa sejumlah spanduk. Salah satunya bertuliskan ‘HBD-Puan’. Spanduk itu kemudian digantungkan di pagar Gedung DPRD Kota Malang bagian utara.

Selain itu, di dunia maya, Puan juga banyak diledek warganet. Puan dianggap hanya diam saja saat kenaikan harga BBM ini. Padahal, di era SBY, Puan sampai nangis saat menolak kenaikan harga BBM.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin melihat, kemarahan mahasiswa ke Puan itu beralasan. Puan dan DPR dianggap tidak mengikuti aspirasi rakyat, yang tidak ingin BBM baik.

Kondisi ini, kata dia, bahaya bagi Puan, yang berencana untuk nyapres di 2024. Pamor dan elektabilitasnya bisa merosot.

“Untuk menjaga pamor, Puan harus segera bertindak. Mestinya membuat kebijakan yang pro rakyat. Tidak harus manut terus ke Pemerintah. Rakyat sedang merintih kesakitan, maka harus ditolong,” ucap Ujang.

Lalu, bagaimana sikap PDIP terhadap hal ini? Politisi senior PDIP Hendrawan Supratikno meminta agar segala hal tidak dikaitkan dengan Pilpres 2024. Termasuk soal dampak kenaikan BBM terhadap Puan.

“Jangan selalu dikaitkan dengan politik elektoral. Kita harus berani buat keputusan yang tepat dan kebijakan yang terbaik dalam situasi yang penuh ketidakpastian ini,” ucapnya.

Untuk kenaikan harga BBM, lanjut Hendrawan, selama ini PDIP juga kritis. Dalam rapat-rapat di DPR, para anggota PDIP banyak yang mempertanyakan keputusan itu. Namun, harus diakui, keuangan negara saat ini dalam kondisi sulit.■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories

Generated by Feedzy