Fotonya Dengan Tsk Migor Beredar Luhut Dijailin

Foto Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan bersama tersangka mafia minyak goreng (migor) beredar luas di media sosial. Gara-gara foto itu, warganet pun ramai gunjingin Luhut. Duh, Pak Luhut di jailin siapa ya?

Rabu lalu, Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan empat tersangka dalam kasus suap ekspor migor. Salah satu tersangka tersebut adalah MPT alias Master Parulian Tumanggor. MPT adalah Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia.

Kasus ini jadi sorotan masyarakat luas karena yang menyebabkan migor di Tanah Air menjadi mahal dan langka. Tak lama setelah Kejagung menahan MPT ke penjara, foto kedekatan MPT dengan sejumlah pejabat muncul di media sosial. Salah satu foto yang ramai disorot adalah saat MPT foto bareng dengan Luhut.

Foto tersebut pertama kali diunggah oleh akun @OnlyFrens. Dalam foto itu, Luhut yang mengenakan kemeja putih lengan pendek sedang duduk di sofa dengan sandaran tinggi. Wajah pensiunan tentara berpangkat jenderal bintang empat ini, tampak tersenyum sambil melihat ke arah kamera.

Nah, MPT yang mengenakan kemeja warna merah muda, persis berdiri di samping kiri Luhut. Lengannya disandarkan ke kepala sofa. Sama seperti Luhut, MPT pun tersenyum sumri ngah menatap kamera. Entah kapan foto ini diambil. Namun, foto tersebut tam-paknya diambil di ruang kerja Luhut.

Foto unggahan @onlyfrens itu de-ngan cepat menyebar di media sosial. Foto serupa diunggah ulang oleh akun Instagram @underc0ver.id.

Tak ayal, foto tersebut langsung jadi buah bibir. Politisi Demokrat, Cipta Panca Laksana langsung menyambar unggahan tersebut. “Ini MP Tumanggor salah satu tersangka kasus minyak goreng di Kejaksaan Agung. Dia orang dekat Opung. Udah tahu kan arah permainannya?” cuitnya, di akun @panca66.

Politisi Demokrat yang lain, Yan Harahap ikut mengomentari foto ter-sebut. Kata dia, pantes saja Menteri Perdagangan, M Lutfi mengaku tak mampu menghadapi mafia migor. “Ternyata yang dilawan ‘sekitar Istana?” cuitnya, di akun @ YanHarahap.

Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi, Iwan Sumule ikut mem-berikan komentar satire. “Pak Luhut memang luar biasa. Ternyata tersangka dekat dengannya,” cetus Iwan.

 

Politikus PDIP, Masinton Pasaribu makin berisik setelah foto tersebut beredar luas. Kata dia, ada dugaan keterlibatan korporasi perusahaan sawit dalam upaya perpanjangan jabatan presiden 3 periode.

“Korporasi besar perusahaan sawit yang ikut memobilisasi dukungan perpanjangan jabatan presiden 3 periode harus diberi sanksi,” tulis Masinton, di akun Twitternya.

Netizen yang lain ikut memberikan komentar beragam. Akun @iwan_alma menilai kedekatan Luhut dengan MPT sebagai hal yang wajar. “Pernah jadi dubes di Singapura. Mungkin di sana kenal dengan pemilik Grup Wilmar. Wajar aja sih,” kicaunya.

Akun @pakyahya4 yakin Pak Luhut tak terlibat. “Pak Luhut memang luar biasa. Meskipun orang dekatnya jadi tersangka, tapi dia tidak terlibat,” ujar nya.

Bosnya ramai digunjingkan war-ganet, Jubir Menko Luhut, Jodi Mahardi, buru-buru memberikan klarifikasi. Ia menepis, tuduhan yang mengaitkan Luhut dalam kasus migor. Jodi mengatakan, tuduhan yang ditujukan ke Luhut sangat tidak berdasar.

“Kayaknya orang-orang yang nggak suka dengan Pak Menko Luhut sudah menghalalkan segala cara. Urusan minyak goreng tidak ditangani oleh Menko Marves. Gitu aja, simpel kok,” kata Jodi kepada wartawan, kemarin.

Jodi mengatakan, Luhut punya banyak teman. Mulai dari kalangan pengusaha hingga politisi. Karena itu, kalau ada foto bareng, merupakan hal yang biasa. Ia lalu menyinggung tuduhan para politisi Demokrat seperti Panca dan Yan terhadap Luhut.

“Foto sama teman kan biasa. Ada kader Demokrat yang komentar me-ngait kan dengan kasusnya, padahal Pak Luhut foto bareng sama kader-kader Demokrat yang senior dan junior yang datang ke Pak Luhut juga banyak kok. Kalau teman, ya teman saja,” ujarnya.

Jodi memastikan pihaknya mendukung proses penyidikan kasus mafia migor hingga tuntas. “Sebagai teman, ya kami berharap tuduhan tersebut mudah-mudahan tidak benar,” tuntasnya. [BCG]

]]> Foto Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan bersama tersangka mafia minyak goreng (migor) beredar luas di media sosial. Gara-gara foto itu, warganet pun ramai gunjingin Luhut. Duh, Pak Luhut di jailin siapa ya?

Rabu lalu, Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan empat tersangka dalam kasus suap ekspor migor. Salah satu tersangka tersebut adalah MPT alias Master Parulian Tumanggor. MPT adalah Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia.

Kasus ini jadi sorotan masyarakat luas karena yang menyebabkan migor di Tanah Air menjadi mahal dan langka. Tak lama setelah Kejagung menahan MPT ke penjara, foto kedekatan MPT dengan sejumlah pejabat muncul di media sosial. Salah satu foto yang ramai disorot adalah saat MPT foto bareng dengan Luhut.

Foto tersebut pertama kali diunggah oleh akun @OnlyFrens. Dalam foto itu, Luhut yang mengenakan kemeja putih lengan pendek sedang duduk di sofa dengan sandaran tinggi. Wajah pensiunan tentara berpangkat jenderal bintang empat ini, tampak tersenyum sambil melihat ke arah kamera.

Nah, MPT yang mengenakan kemeja warna merah muda, persis berdiri di samping kiri Luhut. Lengannya disandarkan ke kepala sofa. Sama seperti Luhut, MPT pun tersenyum sumri ngah menatap kamera. Entah kapan foto ini diambil. Namun, foto tersebut tam-paknya diambil di ruang kerja Luhut.

Foto unggahan @onlyfrens itu de-ngan cepat menyebar di media sosial. Foto serupa diunggah ulang oleh akun Instagram @underc0ver.id.

Tak ayal, foto tersebut langsung jadi buah bibir. Politisi Demokrat, Cipta Panca Laksana langsung menyambar unggahan tersebut. “Ini MP Tumanggor salah satu tersangka kasus minyak goreng di Kejaksaan Agung. Dia orang dekat Opung. Udah tahu kan arah permainannya?” cuitnya, di akun @panca66.

Politisi Demokrat yang lain, Yan Harahap ikut mengomentari foto ter-sebut. Kata dia, pantes saja Menteri Perdagangan, M Lutfi mengaku tak mampu menghadapi mafia migor. “Ternyata yang dilawan ‘sekitar Istana?” cuitnya, di akun @ YanHarahap.

Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi, Iwan Sumule ikut mem-berikan komentar satire. “Pak Luhut memang luar biasa. Ternyata tersangka dekat dengannya,” cetus Iwan.

 

Politikus PDIP, Masinton Pasaribu makin berisik setelah foto tersebut beredar luas. Kata dia, ada dugaan keterlibatan korporasi perusahaan sawit dalam upaya perpanjangan jabatan presiden 3 periode.

“Korporasi besar perusahaan sawit yang ikut memobilisasi dukungan perpanjangan jabatan presiden 3 periode harus diberi sanksi,” tulis Masinton, di akun Twitternya.

Netizen yang lain ikut memberikan komentar beragam. Akun @iwan_alma menilai kedekatan Luhut dengan MPT sebagai hal yang wajar. “Pernah jadi dubes di Singapura. Mungkin di sana kenal dengan pemilik Grup Wilmar. Wajar aja sih,” kicaunya.

Akun @pakyahya4 yakin Pak Luhut tak terlibat. “Pak Luhut memang luar biasa. Meskipun orang dekatnya jadi tersangka, tapi dia tidak terlibat,” ujar nya.

Bosnya ramai digunjingkan war-ganet, Jubir Menko Luhut, Jodi Mahardi, buru-buru memberikan klarifikasi. Ia menepis, tuduhan yang mengaitkan Luhut dalam kasus migor. Jodi mengatakan, tuduhan yang ditujukan ke Luhut sangat tidak berdasar.

“Kayaknya orang-orang yang nggak suka dengan Pak Menko Luhut sudah menghalalkan segala cara. Urusan minyak goreng tidak ditangani oleh Menko Marves. Gitu aja, simpel kok,” kata Jodi kepada wartawan, kemarin.

Jodi mengatakan, Luhut punya banyak teman. Mulai dari kalangan pengusaha hingga politisi. Karena itu, kalau ada foto bareng, merupakan hal yang biasa. Ia lalu menyinggung tuduhan para politisi Demokrat seperti Panca dan Yan terhadap Luhut.

“Foto sama teman kan biasa. Ada kader Demokrat yang komentar me-ngait kan dengan kasusnya, padahal Pak Luhut foto bareng sama kader-kader Demokrat yang senior dan junior yang datang ke Pak Luhut juga banyak kok. Kalau teman, ya teman saja,” ujarnya.

Jodi memastikan pihaknya mendukung proses penyidikan kasus mafia migor hingga tuntas. “Sebagai teman, ya kami berharap tuduhan tersebut mudah-mudahan tidak benar,” tuntasnya. [BCG]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories