Forum B20 Kunjungi Kanada, Kadin Tingkatkan Kerja Sama Investasi

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia yang memimpin Forum B20 Indonesia, berkunjung ke Kanada beberapa waktu lalu. Kunjungan dilakukan guna meningkatkan investasi serta penguatan kerja sama bilateral dalam bidang perdagangan, kesehatan, digital, dan transisi energi.

Dalam lawatan ke Kanada, hadir jajaran delegasi pengurus Kadin Indonesia antara lain Ketua Umum Kadin Arsjad Rasjid, Ketua B20 yang juga Wakil Ketua Umum Kadin Koordinator Bidang Kemaritiman, Investasi dan Luar Negeri Shinta W Kamdani, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Internasional Bernardino M Vega, Ketua Kadin Komite Tetap Amerika Diono Nurjadin, Ketua Kadin Komite Tetap Perjanjian Internasional Anne Patricia Sutanto, dan Ketua Kadin Komite Bilateral Indonesia-Kanada Millie Lukito.

Mereka bertemu langsung para komunitas bisnis dan pimpinan perusahaan Kanada guna membahas lebih jauh potensi kolaborasi masa depan antara Indonesia dan Kanada. Pertemuan ini dipimpin dan difasilitasi langsung Duta Besar Republik Indonesia untuk Kanada Daniel Tumpal Simanjuntak.

Dalam pernyataannya, Shinta Kamdani mengungkapkan, pertemuan ini merupakan bagian dari rangkaian perjalanan pengurus Kadin Indonesia ke Amerika Serikat dan Kanada, untuk lebih meningkatkan peluang investasi serta memperkuat hubungan bilateral perdagangan yang telah terjalin baik selama ini.

“Sebagai forum dialog resmi G20 dengan komunitas bisnis global, B20 Indonesia akan merumuskan rekomendasi kebijakan global pada aspek transisi energi dan keuangan berkelanjutan. Kami juga berupaya mendorong negara maju dan berkembang untuk berbagi teknologi secara kolaboratif dan mengembangkan infrastruktur berkelanjutan guna memastikan kecepatan transisi net zero emission yang merata di seluruh dunia,” jelas CEO Sintesa Grup, seperti keterangan yang diterima redaksi, Minggu (5/6).

Pada kesempatan itu, Millie Lukito menjelaskan, Kanada telah berinvestasi besar-besaran di Indonesia. “Beberapa jalan raya kita bisa dibuat karena investasi mereka. Jadi, Kadin Indonesia mengunjungi komunitas bisnis di Kanada merupakan wujud apresiasi sekaligus untuk menunjukkan betapa pentingnya keberadaan mereka bagi Indonesia,” ujarnya.

Selaras dengan isu-isu prioritas yang diangkat pada tahun ini, forum B20 fokus membahas bagaimana Indonesia dan Kanada dapat berkolaborasi bersama dalam tiga sektor strategis. Yaitu kesehatan global, transformasi figital, dan transisi energi.

 

Di bidang kesehatan global, Kanada memiliki program pendidikan unggulan yang menduduki peringkat 5 dunia untuk perawat atau tenaga kesehatan. Hal ini dapat membantu Indonesia dalam membangun sistem perawatan kesehatan yang lebih baik dengan mengirimkan perawat ke Kanada untuk dilatih. Usai mereka menyelesaikan pelatihan dapat kembali ke Indonesia membawa pengetahuan dan keterampilan.

Sementara itu, dengan agenda transformasi digital, Kanada memiliki departemen penelitian terbaik untuk kecerdasan buatan di University of Toronto, yang baru-baru ini menjalin kerja sama dengan Uber, salah satu layanan transportasi online di Amerika Serikat untuk membuat mobil tanpa pengemudi. Berdasarkan hal tersebut, Indonesia berharap Kanada dapat membantu Indonesia mengintegrasikan kecerdasan buatan dengan sistem yang ada di Indonesia, seperti layanan BPJS Kesehatan.

Dalam upaya menjadikan Indonesia sebagai negara yang tidak berkontribusi pada polusi jenis apa pun, transisi energi menjadi salah satu agenda yang juga didiskusikan dengan komunitas bisnis di Kanada. Indonesia menyadari sangat perlu untuk mulai bergerak dalam menerapkan energi hijau, seperti yang telah dilakukan sebagian besar negara maju. Namun, mencapai tujuan ini memerlukan anggaran tertentu untuk menciptakan transisi yang adil dan seimbang. Melihat Kanada lebih berpengalaman di bidang ini, Indonesia berharap Kanada dapat membimbing dan membantu terwujudnya transisi ini.

Lebih lanjut, hubungan Indonesia dan Kanada dapat diperluas di luar ketiga agenda tersebut. Saat ini, Indonesia sedang berupaya mencapai kesepakatan dengan Kanada untuk Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). Perjanjian perdagangan komprehensif antara Kanada dan Indonesia ini akan memfasilitasi peluang baru bagi investasi bisnis Kanada, dengan menghilangkan atau mengurangi berbagai hambatan tarif dan non-tarif serta membangun ekosistem perdagangan dan investasi yang lebih terbuka, transparan dan dapat diprediksi.

Masih dalam rangkaian kegiatan B20 Roadshow and Bilateral Visit ke Kanada, delegasi Kadin Indonesia juga berkesempatan melakukan pertemuan langsung dengan Wakil Menteri Perdagangan Internasional Kanada David Morrison. Dilanjutkan pertemuan dengan tujuh senator anggota legislatif Kanada, bertempat di Gedung Parlemen Ottawa, Kanada.

Dari hasil pertemuan Kadin Indonesia tersebut, semakin memperkuat komitmen perjanjian kemitraan komprehensif Indonesia-Kanada di bidang perdagangan barang, jasa, investasi serta kerja sama ekonomi. Untuk itu diperlukan tak hanya dukungan Pemerintah, tapi juga peran serta dan dorongan aktif dari sektor swasta serta pelaku usaha dari masing-masing pihak dalam memanfaatkan peluang investasi yang ada. Sehingga kedua negara dapat tumbuh bersama meraih kemajuan dan kesejahteraan ekonomi di masa depan.■

]]> Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia yang memimpin Forum B20 Indonesia, berkunjung ke Kanada beberapa waktu lalu. Kunjungan dilakukan guna meningkatkan investasi serta penguatan kerja sama bilateral dalam bidang perdagangan, kesehatan, digital, dan transisi energi.

Dalam lawatan ke Kanada, hadir jajaran delegasi pengurus Kadin Indonesia antara lain Ketua Umum Kadin Arsjad Rasjid, Ketua B20 yang juga Wakil Ketua Umum Kadin Koordinator Bidang Kemaritiman, Investasi dan Luar Negeri Shinta W Kamdani, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Internasional Bernardino M Vega, Ketua Kadin Komite Tetap Amerika Diono Nurjadin, Ketua Kadin Komite Tetap Perjanjian Internasional Anne Patricia Sutanto, dan Ketua Kadin Komite Bilateral Indonesia-Kanada Millie Lukito.

Mereka bertemu langsung para komunitas bisnis dan pimpinan perusahaan Kanada guna membahas lebih jauh potensi kolaborasi masa depan antara Indonesia dan Kanada. Pertemuan ini dipimpin dan difasilitasi langsung Duta Besar Republik Indonesia untuk Kanada Daniel Tumpal Simanjuntak.

Dalam pernyataannya, Shinta Kamdani mengungkapkan, pertemuan ini merupakan bagian dari rangkaian perjalanan pengurus Kadin Indonesia ke Amerika Serikat dan Kanada, untuk lebih meningkatkan peluang investasi serta memperkuat hubungan bilateral perdagangan yang telah terjalin baik selama ini.

“Sebagai forum dialog resmi G20 dengan komunitas bisnis global, B20 Indonesia akan merumuskan rekomendasi kebijakan global pada aspek transisi energi dan keuangan berkelanjutan. Kami juga berupaya mendorong negara maju dan berkembang untuk berbagi teknologi secara kolaboratif dan mengembangkan infrastruktur berkelanjutan guna memastikan kecepatan transisi net zero emission yang merata di seluruh dunia,” jelas CEO Sintesa Grup, seperti keterangan yang diterima redaksi, Minggu (5/6).

Pada kesempatan itu, Millie Lukito menjelaskan, Kanada telah berinvestasi besar-besaran di Indonesia. “Beberapa jalan raya kita bisa dibuat karena investasi mereka. Jadi, Kadin Indonesia mengunjungi komunitas bisnis di Kanada merupakan wujud apresiasi sekaligus untuk menunjukkan betapa pentingnya keberadaan mereka bagi Indonesia,” ujarnya.

Selaras dengan isu-isu prioritas yang diangkat pada tahun ini, forum B20 fokus membahas bagaimana Indonesia dan Kanada dapat berkolaborasi bersama dalam tiga sektor strategis. Yaitu kesehatan global, transformasi figital, dan transisi energi.

 

Di bidang kesehatan global, Kanada memiliki program pendidikan unggulan yang menduduki peringkat 5 dunia untuk perawat atau tenaga kesehatan. Hal ini dapat membantu Indonesia dalam membangun sistem perawatan kesehatan yang lebih baik dengan mengirimkan perawat ke Kanada untuk dilatih. Usai mereka menyelesaikan pelatihan dapat kembali ke Indonesia membawa pengetahuan dan keterampilan.

Sementara itu, dengan agenda transformasi digital, Kanada memiliki departemen penelitian terbaik untuk kecerdasan buatan di University of Toronto, yang baru-baru ini menjalin kerja sama dengan Uber, salah satu layanan transportasi online di Amerika Serikat untuk membuat mobil tanpa pengemudi. Berdasarkan hal tersebut, Indonesia berharap Kanada dapat membantu Indonesia mengintegrasikan kecerdasan buatan dengan sistem yang ada di Indonesia, seperti layanan BPJS Kesehatan.

Dalam upaya menjadikan Indonesia sebagai negara yang tidak berkontribusi pada polusi jenis apa pun, transisi energi menjadi salah satu agenda yang juga didiskusikan dengan komunitas bisnis di Kanada. Indonesia menyadari sangat perlu untuk mulai bergerak dalam menerapkan energi hijau, seperti yang telah dilakukan sebagian besar negara maju. Namun, mencapai tujuan ini memerlukan anggaran tertentu untuk menciptakan transisi yang adil dan seimbang. Melihat Kanada lebih berpengalaman di bidang ini, Indonesia berharap Kanada dapat membimbing dan membantu terwujudnya transisi ini.

Lebih lanjut, hubungan Indonesia dan Kanada dapat diperluas di luar ketiga agenda tersebut. Saat ini, Indonesia sedang berupaya mencapai kesepakatan dengan Kanada untuk Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). Perjanjian perdagangan komprehensif antara Kanada dan Indonesia ini akan memfasilitasi peluang baru bagi investasi bisnis Kanada, dengan menghilangkan atau mengurangi berbagai hambatan tarif dan non-tarif serta membangun ekosistem perdagangan dan investasi yang lebih terbuka, transparan dan dapat diprediksi.

Masih dalam rangkaian kegiatan B20 Roadshow and Bilateral Visit ke Kanada, delegasi Kadin Indonesia juga berkesempatan melakukan pertemuan langsung dengan Wakil Menteri Perdagangan Internasional Kanada David Morrison. Dilanjutkan pertemuan dengan tujuh senator anggota legislatif Kanada, bertempat di Gedung Parlemen Ottawa, Kanada.

Dari hasil pertemuan Kadin Indonesia tersebut, semakin memperkuat komitmen perjanjian kemitraan komprehensif Indonesia-Kanada di bidang perdagangan barang, jasa, investasi serta kerja sama ekonomi. Untuk itu diperlukan tak hanya dukungan Pemerintah, tapi juga peran serta dan dorongan aktif dari sektor swasta serta pelaku usaha dari masing-masing pihak dalam memanfaatkan peluang investasi yang ada. Sehingga kedua negara dapat tumbuh bersama meraih kemajuan dan kesejahteraan ekonomi di masa depan.■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories