Formula E Untung 6 M, Utang 19 M

Penyelenggaraan Fomula E Jakarta ternyata besar pasak daripada tiang. Balapan mobil listrik yang digagas Anies Baswedan itu meraih untung sebesar Rp 6 miliar. Namun, utangnya mencapainya Rp 19 miliar.

Besaran utang itu diketahui saat Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta saat membahas rancangan ke­bijakan umum anggaran dan prioritas plafon anggaran sementara (KUA-PPAS) untuk APBD 2023, Kamis (2/11). Hitung-hitungan soal untung dan utang gelaran Formula E ini dipaparkan mantan Manag­ing Director Formula E Gunung Kartiko.

Ia merinci, total pendapatan yang di­peroleh PT Jakarta Propertindo (JakPro) dari Formula E 2022 adalah Rp 137,341 miliar. Namun, ada beban pokok penjualan total sebesar Rp 129,580 miliar. Selain itu, ada pula beban administrasi dan umum Rp 1,891 miliar. Kemudian, terdapat pendapatan lain-lain sebesar Rp 2,125 miliar. Sedangkan beban pajak final mencapai Rp 1,56 miliar.

“Sehingga kalau kita lihat, masih ada positif sebesar kurang lebih Rp 6 miliar,” kata Gunung, dalam rapat tersebut.

Itu untungnya. Tapi utangnya ma­sih menggunung. Dalam catatannya, Jakpro masih memiliki sisa utang ter­kait Formula E sebesar Rp 49 miliar per 30 September 2022. “Namun, per hari ini, sudah tersisa hanya Rp 19 miliar,” tambahnya.

Sebelumnya, dalam rapat pemba­hasan KUA-PPAS APBD DKI 2023 di Bogor, Rabu (3/11), Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mempertanyakan utang Rp 20 miliar ke Ancol yang merupakan nilai penyewaan lahan untuk sirkuit For­mula E. “Apakah Bapak sudah bayar kepada Ancol Rp 20 miliar? Apakah Formula E untung atau tidak? Tolong dijawab,” tanya Prasetyo ke Direktur Utama JakPro Widi Amanasto.

 

Politisi PDIP itu juga sempat men­gaku capek dipanggil KPK terkait Formula E. “Harus jujur, Pak (Widi). Saya capek dipanggil KPK. Ini ma­suk ranah KPK,” tegasnya.

Memang, Prasetyo sempat dipang­gil KPK sebanyak dua kali untuk uru­san Formula E. Yakni pada 8 Februari 2022 dan 22 Maret 2022. “Proyek (Formula E) rugi. Coba Bapak (Widi) jelaskan,” pinta Pras lagi.

Tapi, Widi belum bisa menjawab secara gamblang. Alasannya, laporan penyelenggaraan Formula E masih diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). “Untuk laporan saat ini sedang dilakukan audit BPK, yang mungkin selesai dalam waktu satu bulan ke depan,” responsnya.

Di dunia maya, masalah untung dan utang Formula E ini jadi pembahasan panjangan warganet. “Formula E!! Untung Rp 6 miliar, tapi utang Rp 19 miliar. Kayak gini masih dengan pedenya bilang untung. Adanya tekor ya tong,” cuit @NyaiiBubu. “Buntung bukan untung,” timpal @rancakaraka.

Akun @tito_k86 juga heran. Ke­napa utang yang sedemikian besar, Formula E masih disebut untung. “Harusnya jangan bilang untung, mungkin penghasilan atau pendapa­tan. Kalau begini kan jadi buntung boro-boro mikir untung,” kritiknya.

Tapi ada juga yang membela. Akun @Jeza74422125 membantah jika untung yang diperoleh dari ajang Formula E disebut hoaks.

Sedangkan akun @BangHendraAh­mad membandingkan penghasilan Formula E dengan MotoGP Mandalika. “Coba itung keuntungan Mandalika. Rp 4,5 triliun yang diklaim adalah efek ekonomi hasil kajian Indef. Dengan APBN Rp 2,5 triliun dan BUMN Rp 3,8 triliun emang untung?” serganya. [SAR]

]]> Penyelenggaraan Fomula E Jakarta ternyata besar pasak daripada tiang. Balapan mobil listrik yang digagas Anies Baswedan itu meraih untung sebesar Rp 6 miliar. Namun, utangnya mencapainya Rp 19 miliar.

Besaran utang itu diketahui saat Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta saat membahas rancangan ke­bijakan umum anggaran dan prioritas plafon anggaran sementara (KUA-PPAS) untuk APBD 2023, Kamis (2/11). Hitung-hitungan soal untung dan utang gelaran Formula E ini dipaparkan mantan Manag­ing Director Formula E Gunung Kartiko.

Ia merinci, total pendapatan yang di­peroleh PT Jakarta Propertindo (JakPro) dari Formula E 2022 adalah Rp 137,341 miliar. Namun, ada beban pokok penjualan total sebesar Rp 129,580 miliar. Selain itu, ada pula beban administrasi dan umum Rp 1,891 miliar. Kemudian, terdapat pendapatan lain-lain sebesar Rp 2,125 miliar. Sedangkan beban pajak final mencapai Rp 1,56 miliar.

“Sehingga kalau kita lihat, masih ada positif sebesar kurang lebih Rp 6 miliar,” kata Gunung, dalam rapat tersebut.

Itu untungnya. Tapi utangnya ma­sih menggunung. Dalam catatannya, Jakpro masih memiliki sisa utang ter­kait Formula E sebesar Rp 49 miliar per 30 September 2022. “Namun, per hari ini, sudah tersisa hanya Rp 19 miliar,” tambahnya.

Sebelumnya, dalam rapat pemba­hasan KUA-PPAS APBD DKI 2023 di Bogor, Rabu (3/11), Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mempertanyakan utang Rp 20 miliar ke Ancol yang merupakan nilai penyewaan lahan untuk sirkuit For­mula E. “Apakah Bapak sudah bayar kepada Ancol Rp 20 miliar? Apakah Formula E untung atau tidak? Tolong dijawab,” tanya Prasetyo ke Direktur Utama JakPro Widi Amanasto.

 

Politisi PDIP itu juga sempat men­gaku capek dipanggil KPK terkait Formula E. “Harus jujur, Pak (Widi). Saya capek dipanggil KPK. Ini ma­suk ranah KPK,” tegasnya.

Memang, Prasetyo sempat dipang­gil KPK sebanyak dua kali untuk uru­san Formula E. Yakni pada 8 Februari 2022 dan 22 Maret 2022. “Proyek (Formula E) rugi. Coba Bapak (Widi) jelaskan,” pinta Pras lagi.

Tapi, Widi belum bisa menjawab secara gamblang. Alasannya, laporan penyelenggaraan Formula E masih diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). “Untuk laporan saat ini sedang dilakukan audit BPK, yang mungkin selesai dalam waktu satu bulan ke depan,” responsnya.

Di dunia maya, masalah untung dan utang Formula E ini jadi pembahasan panjangan warganet. “Formula E!! Untung Rp 6 miliar, tapi utang Rp 19 miliar. Kayak gini masih dengan pedenya bilang untung. Adanya tekor ya tong,” cuit @NyaiiBubu. “Buntung bukan untung,” timpal @rancakaraka.

Akun @tito_k86 juga heran. Ke­napa utang yang sedemikian besar, Formula E masih disebut untung. “Harusnya jangan bilang untung, mungkin penghasilan atau pendapa­tan. Kalau begini kan jadi buntung boro-boro mikir untung,” kritiknya.

Tapi ada juga yang membela. Akun @Jeza74422125 membantah jika untung yang diperoleh dari ajang Formula E disebut hoaks.

Sedangkan akun @BangHendraAh­mad membandingkan penghasilan Formula E dengan MotoGP Mandalika. “Coba itung keuntungan Mandalika. Rp 4,5 triliun yang diklaim adalah efek ekonomi hasil kajian Indef. Dengan APBN Rp 2,5 triliun dan BUMN Rp 3,8 triliun emang untung?” serganya. [SAR]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories