Formula 1 Malam Ini, Carlos Sainz Pede Juara Di Kampung Halaman

Pembalap Carlos Sainz belum pernah naik podium teratas Formula 1. Tapi, Grand Prix (GP) Spanyol, malam ini, Minggu (22/5) pukul 20.00 WIB, bakal menjadi kesempatan bagi pebalap Spanyol itu untuk mengakhiri penantian 146 balapan tanpa kemenangan di depan pendukung tuan rumah.

Pebalap berusia 27 tahun itu selalu mencetak poin di Sirkuit Barcelona Catalunya yang terkenal sulit untuk overtaking. Terakhir kali Ferrari menang di sana ketika Fernando Alonso menaklukkan Catalunya pada 2013.

“Tujuannya, seperti di setiap akhir pekan balapan, adalah mengeluarkan yang maksimal dari mobil dan mencoba memenangi Grand Prix,” kata Sainz.

Dia mengakui, timnya akan mendapatkan dukungan sangat banyak dari setiap tribun di trek. “Saya menjamin kepada para penggemar bahwa upaya maksimal dari saya dan seluruh tim untuk menyajikan sesuatu yang layak didukung,” katanya.

Sainz berharap podium yang dia menangi di Miami menjadi titik balik kemujurannya menjelang balapan di Spanyol, kampung halamannya. Sainz berupaya melupakan mimpi buruk setelah gagal finis dalam dua balapan sebelumnya secara beruntun.

Pertama, ketika kehilangan kendali mobil Ferrari-nya hingga terjebak di gravel pada lap kedua GP Australia. Dua pekan berselang, ketika ditabrak Daniel Ricciardo di Sirkuti Imola pada lap pertama.

Lalu, Sainz finis ketiga dalam debut GP Miami, di belakang juara Max Verstappen dari Red Bull dan rekan satu tim di Ferrari, Charles Leclerc. Menyelesaikan balapan secara penuh akan menjadi bekal sangat penting bagi Sainz menuju Sirkuit Catalunya nanti.

“Saya rasa perlu balapan seperti ini untuk menyetel ulang dan membangun menuju balapan-balapan berikutnya. GP kampung halaman saya. Kami akan memastikan kami tiba di sana dengan kondisi terbaik,” kata Sainz.

GP Spanyol benar-benar akan menandai tur Eropa, kendati terdapat balapan di Imola, Italia, bulan lalu di mana tim-tim diperkirakan membawa upgrade pengembangan mobil yang signifikan. ■

]]> Pembalap Carlos Sainz belum pernah naik podium teratas Formula 1. Tapi, Grand Prix (GP) Spanyol, malam ini, Minggu (22/5) pukul 20.00 WIB, bakal menjadi kesempatan bagi pebalap Spanyol itu untuk mengakhiri penantian 146 balapan tanpa kemenangan di depan pendukung tuan rumah.

Pebalap berusia 27 tahun itu selalu mencetak poin di Sirkuit Barcelona Catalunya yang terkenal sulit untuk overtaking. Terakhir kali Ferrari menang di sana ketika Fernando Alonso menaklukkan Catalunya pada 2013.

“Tujuannya, seperti di setiap akhir pekan balapan, adalah mengeluarkan yang maksimal dari mobil dan mencoba memenangi Grand Prix,” kata Sainz.

Dia mengakui, timnya akan mendapatkan dukungan sangat banyak dari setiap tribun di trek. “Saya menjamin kepada para penggemar bahwa upaya maksimal dari saya dan seluruh tim untuk menyajikan sesuatu yang layak didukung,” katanya.

Sainz berharap podium yang dia menangi di Miami menjadi titik balik kemujurannya menjelang balapan di Spanyol, kampung halamannya. Sainz berupaya melupakan mimpi buruk setelah gagal finis dalam dua balapan sebelumnya secara beruntun.

Pertama, ketika kehilangan kendali mobil Ferrari-nya hingga terjebak di gravel pada lap kedua GP Australia. Dua pekan berselang, ketika ditabrak Daniel Ricciardo di Sirkuti Imola pada lap pertama.

Lalu, Sainz finis ketiga dalam debut GP Miami, di belakang juara Max Verstappen dari Red Bull dan rekan satu tim di Ferrari, Charles Leclerc. Menyelesaikan balapan secara penuh akan menjadi bekal sangat penting bagi Sainz menuju Sirkuit Catalunya nanti.

“Saya rasa perlu balapan seperti ini untuk menyetel ulang dan membangun menuju balapan-balapan berikutnya. GP kampung halaman saya. Kami akan memastikan kami tiba di sana dengan kondisi terbaik,” kata Sainz.

GP Spanyol benar-benar akan menandai tur Eropa, kendati terdapat balapan di Imola, Italia, bulan lalu di mana tim-tim diperkirakan membawa upgrade pengembangan mobil yang signifikan. ■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories