Firli Klaim Tak Ada Keterlibatan Pihak KPK, Stepanus “Main” dengan Orang Luar .

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri memastikan tidak ada keterlibatan komisinya dalam kasus dugaan suap di Tanjungbalai, Sumatera Utara. Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju, bekerja sama dengan orang luar.

“Berdasarkan pemeriksaan para saksi dan tersangka, serta didukung bukti-bukti, sampai sekarang tidak ada keterlibatan pihak KPK. SRP bekerja dengan orang di luar KPK,” ujar Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Sabtu (24/4).

Firli menegaskan, KPK tidak pandang bulu dan tidak mentoleransi pelanggaran yang dilakukan pegawainya. 

Stepanus ditetapkan sebagai tersangka karena menerima uang sebesar Rp 1,3 miliar dari Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial.

Uang itu diberikan agar kasus suap jual beli jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Tanjungbalai yang tengah diselidiki KPK, tidak naik ke tahap penyidikan.

Stepanus juga disebut KPK menerima uang dari pihak lain sebesar Rp 438 juta dalam rentang waktu Oktober 2020 sampai April 2021.

Selain Stepanus dan Syahrial, KPK juga mentersangkakan pengacara Maskur Husain. Maskur, disebut Firli, menerima Rp 525 juta dari Rp 1,3 miliar yang diberikan Syahrial kepada Stepanus. Dia juga menerima Rp 200 juta dari pihak lain.

Atas perbuatannya, Stepanus dan Maskur disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b dan Pasal 11 atau Pasal 12 B UU tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Sementara Syahrial disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Tipikor.

Stepanus ditahan di Rutan Gedung Merah Putih KPK. Maskur, di Rutan KPK Cabang Pomdam Guntur. Sementara Syahrial, di Rutan Gedung ACLC KPK. [OKT]

]]> .
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri memastikan tidak ada keterlibatan komisinya dalam kasus dugaan suap di Tanjungbalai, Sumatera Utara. Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju, bekerja sama dengan orang luar.

“Berdasarkan pemeriksaan para saksi dan tersangka, serta didukung bukti-bukti, sampai sekarang tidak ada keterlibatan pihak KPK. SRP bekerja dengan orang di luar KPK,” ujar Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Sabtu (24/4).

Firli menegaskan, KPK tidak pandang bulu dan tidak mentoleransi pelanggaran yang dilakukan pegawainya. 

Stepanus ditetapkan sebagai tersangka karena menerima uang sebesar Rp 1,3 miliar dari Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial.

Uang itu diberikan agar kasus suap jual beli jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Tanjungbalai yang tengah diselidiki KPK, tidak naik ke tahap penyidikan.

Stepanus juga disebut KPK menerima uang dari pihak lain sebesar Rp 438 juta dalam rentang waktu Oktober 2020 sampai April 2021.

Selain Stepanus dan Syahrial, KPK juga mentersangkakan pengacara Maskur Husain. Maskur, disebut Firli, menerima Rp 525 juta dari Rp 1,3 miliar yang diberikan Syahrial kepada Stepanus. Dia juga menerima Rp 200 juta dari pihak lain.

Atas perbuatannya, Stepanus dan Maskur disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b dan Pasal 11 atau Pasal 12 B UU tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Sementara Syahrial disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Tipikor.

Stepanus ditahan di Rutan Gedung Merah Putih KPK. Maskur, di Rutan KPK Cabang Pomdam Guntur. Sementara Syahrial, di Rutan Gedung ACLC KPK. [OKT]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories