Faskes Kudu Pasang Kuda-Kuda IDI Ingatkan Potensi Lonjakan Kasus Covid Pasca Lebaran

Meski pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan pelarangan mudik selama 6-17 Mei 2021, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengingatkan, tetap ada potensi lonjakan kasus Covid-19 pasca Lebaran 2021.

Ketua Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Adib Khumaidi, SpOT mengungkapkan, peringatan itu dikeluarkan lantaran dalam dua bulan terakhir saja sudah muncul banyak klaster baru Covid-19. Di antaranya klaster kantor, klaster buka puasa, dan klaster ibadah bersama.

“Belum lagi nanti ditambah adanya momentum Idul Fitri, mudik, arus balik, serta mutasi Covid-19,” ujar Adib dalam siaran pers, dikutip Rabu (12/5).

Kendornya disiplin protokol kesehatan ini, diduganya terjadi karena banyak orang yang merasa percaya diri alias pede setelah menjalani vaksinasi.

“Padahal vaksin apapun itu tidak 100 persen menjamin kita bisa kebal virus. Apalagi banyak mutasi,” terangnya.

Adib pun mewanti-wanti seluruh fasilitas pelayanan kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas, klinik, dan lainnya, pasang kuda-kuda untuk menghadapi kemungkinan lonjakan kasus.

Ketersediaan para dokter dan tenaga kesehatan, serta ventilator, obat-obatan, dan Alat Pelindung Diri (APD), juga harus disiapkan.

“Siapkan juga tempat tidur, ruangan, untuk mengantisipasi lonjakan kasus pasca libur hari raya ini antara 1 sampai 2 bulan ke depannya,” tegas Adib.

Untuk mencegah ledakan kasus Covid-19, masyarakat wajib menerapkan protokol kesehatan 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, membatasi mobilitas).

Adib Khumaidi, yang juga Ketua Lembaga Kesehatan Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu mengimbau agar materi soal protokol kesehatan saat pandemi Covid senantiasa disosialisasikan melalui khotbah Idul Fitri di seluruh Indonesia. [JAR]

]]> Meski pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan pelarangan mudik selama 6-17 Mei 2021, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengingatkan, tetap ada potensi lonjakan kasus Covid-19 pasca Lebaran 2021.

Ketua Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Adib Khumaidi, SpOT mengungkapkan, peringatan itu dikeluarkan lantaran dalam dua bulan terakhir saja sudah muncul banyak klaster baru Covid-19. Di antaranya klaster kantor, klaster buka puasa, dan klaster ibadah bersama.

“Belum lagi nanti ditambah adanya momentum Idul Fitri, mudik, arus balik, serta mutasi Covid-19,” ujar Adib dalam siaran pers, dikutip Rabu (12/5).

Kendornya disiplin protokol kesehatan ini, diduganya terjadi karena banyak orang yang merasa percaya diri alias pede setelah menjalani vaksinasi.

“Padahal vaksin apapun itu tidak 100 persen menjamin kita bisa kebal virus. Apalagi banyak mutasi,” terangnya.

Adib pun mewanti-wanti seluruh fasilitas pelayanan kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas, klinik, dan lainnya, pasang kuda-kuda untuk menghadapi kemungkinan lonjakan kasus.

Ketersediaan para dokter dan tenaga kesehatan, serta ventilator, obat-obatan, dan Alat Pelindung Diri (APD), juga harus disiapkan.

“Siapkan juga tempat tidur, ruangan, untuk mengantisipasi lonjakan kasus pasca libur hari raya ini antara 1 sampai 2 bulan ke depannya,” tegas Adib.

Untuk mencegah ledakan kasus Covid-19, masyarakat wajib menerapkan protokol kesehatan 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, membatasi mobilitas).

Adib Khumaidi, yang juga Ketua Lembaga Kesehatan Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu mengimbau agar materi soal protokol kesehatan saat pandemi Covid senantiasa disosialisasikan melalui khotbah Idul Fitri di seluruh Indonesia. [JAR]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories