Fadli Zon Sebut Benjamin Netanyahu Penjahat Perang .

Meski sudah meluluhlantakkan wilayah Palestina dan membunuh warga sipil, aksi brutal Israel ke Palestina belum juga reda.

Sikap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ini dikecam Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR Fadli Zon, di sela-sela konferensi pers secara virtual di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (19/5)

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu menyebut Netanyahu seorang yang bengis dan kejam, sehingga layak disebut penjahat perang. 

Fadli mendesak agar negara-negara muslim memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel. 

“Dan mendesak Benjamin Netanyahu ke pengadilan pidana internasional sebagai penjahat perang,” tegas Fadli.

Predikat penjahat perang itu layak disandang Netanyahu. Pasalnya, desakan dari menteri  Organisasi Konferensi Islam (OKI) dan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) beberapa hari lalu, ternyata belum bisa menghentikan aksi brutal Israel.

“Kita melihat urgensi dari extraordinary action yang dilakukan secara global belum menemukan titik terang. Aksi kekerasan, pembunuhan yang berlangsung dan sebagainya itu masih tidak bisa dihentikan, termasuk oleh komunitas internasional,” kata Fadli. [REN]

]]> .
Meski sudah meluluhlantakkan wilayah Palestina dan membunuh warga sipil, aksi brutal Israel ke Palestina belum juga reda.

Sikap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ini dikecam Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR Fadli Zon, di sela-sela konferensi pers secara virtual di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (19/5)

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu menyebut Netanyahu seorang yang bengis dan kejam, sehingga layak disebut penjahat perang. 

Fadli mendesak agar negara-negara muslim memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel. 

“Dan mendesak Benjamin Netanyahu ke pengadilan pidana internasional sebagai penjahat perang,” tegas Fadli.

Predikat penjahat perang itu layak disandang Netanyahu. Pasalnya, desakan dari menteri  Organisasi Konferensi Islam (OKI) dan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) beberapa hari lalu, ternyata belum bisa menghentikan aksi brutal Israel.

“Kita melihat urgensi dari extraordinary action yang dilakukan secara global belum menemukan titik terang. Aksi kekerasan, pembunuhan yang berlangsung dan sebagainya itu masih tidak bisa dihentikan, termasuk oleh komunitas internasional,” kata Fadli. [REN]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories