Everton Vs Tottenham Hotspur, Duel Keras .

Tottenham Hotspur sedang menghadapi ujian berat untuk tembus empat besar Liga Inggris. Salah satunya, bertandang lawan tim tangguh Everton pada laga ke-32 di Goodison Park, dini hari nanti.

Duel antara peringkat ketujuh dan delapan ini diprediksi berjalan seru dan keras. Pasalnya, sama-sama mengusung misi bangkit dari keterpurukan, usai tampil buruk di beberapa laga terakhir. Apalagi, kemenangan di laga nanti bisa memperpanjang napas mereka dalam perebutan tiket ke Liga Champions musim depan.

Seperti diketahui, saat ini Spurs nangkring di peringkat ketujuh dengan 49 poin. Mereka hanya unggul satu poin dari Everton yang menempati posisi delapan dan tertinggal enam angka dari peringkat keempat West Ham United.

Namun, Everton masih punya satu tabungan laga sehingga membuat mereka lebih berpeluang mengejar ketertinggalan dari West Ham. Situasi ini jelas membuat Spurs wajib menang dari Everton untuk bisa mengejar ketertinggalan.

Tapi itu bukan sesuatu pekerjaan mudah. Sebab, di laga nanti Everton pasti bakal mengusung misi sama seperti Spurs. Yakni, memetik kemenangan setelah di laga terakhir hanya meraih bermain imbang 0-0 saat melawan Brighton. Belum lagi masih inkonsistennya performa Spurs berpeluang membuat pekerjaan tim tuan rumah meraih kemenangan.

Spurs di laga terakhir tumbang 1-3 dari Manchester United, dan sebelumnya ditahan imbang tim papan bawah Newcastle dengan skor 2-2.

Dengan catatan buruk tersebut, Jose Mourinho sebagai pelatih Tottenham menginstruksikan kepada skuatnya untuk tampil lebih serius saat melawan Everton akhir pekan ini demi mengejar zona Liga Champions atau Eropa.

“Kami masih punya semangat bermain dan berjuang sampai akhir musim. Tim ini belum menyerah. Paling tidak, berjuang untuk masuk ke zona Liga Champions,” kata Mourinho seperti dilansir Sky Sport, kemarin.

Namun demikian, buruknya performa Spurs musim ini telah menimbulkan isu pemecatan pelatih asal Portugal tersebut. Manajemen klub bahkan dikabarkan tengah mengincar Maurizio Sarri untuk menggantikan Jose Mourinho.

Meski belum ada pendekatan resmi, peluang Spurs merekrut Maurizio Sarri terbilang terbuka karena eks pelatih Chelsea itu sedang menganggur. Jabatan manajerial terakhir Maurizio Sarri adalah menukangi Juventus musim lalu.

Meski sukses memenangi gelar kesembilan Liga Italia berturut-turut, pelatih berusia 62 tahun itu dipecat setelah hanya menjalankan masa bakti selama satu tahun. [DNU]

]]> .
Tottenham Hotspur sedang menghadapi ujian berat untuk tembus empat besar Liga Inggris. Salah satunya, bertandang lawan tim tangguh Everton pada laga ke-32 di Goodison Park, dini hari nanti.

Duel antara peringkat ketujuh dan delapan ini diprediksi berjalan seru dan keras. Pasalnya, sama-sama mengusung misi bangkit dari keterpurukan, usai tampil buruk di beberapa laga terakhir. Apalagi, kemenangan di laga nanti bisa memperpanjang napas mereka dalam perebutan tiket ke Liga Champions musim depan.

Seperti diketahui, saat ini Spurs nangkring di peringkat ketujuh dengan 49 poin. Mereka hanya unggul satu poin dari Everton yang menempati posisi delapan dan tertinggal enam angka dari peringkat keempat West Ham United.

Namun, Everton masih punya satu tabungan laga sehingga membuat mereka lebih berpeluang mengejar ketertinggalan dari West Ham. Situasi ini jelas membuat Spurs wajib menang dari Everton untuk bisa mengejar ketertinggalan.

Tapi itu bukan sesuatu pekerjaan mudah. Sebab, di laga nanti Everton pasti bakal mengusung misi sama seperti Spurs. Yakni, memetik kemenangan setelah di laga terakhir hanya meraih bermain imbang 0-0 saat melawan Brighton. Belum lagi masih inkonsistennya performa Spurs berpeluang membuat pekerjaan tim tuan rumah meraih kemenangan.

Spurs di laga terakhir tumbang 1-3 dari Manchester United, dan sebelumnya ditahan imbang tim papan bawah Newcastle dengan skor 2-2.

Dengan catatan buruk tersebut, Jose Mourinho sebagai pelatih Tottenham menginstruksikan kepada skuatnya untuk tampil lebih serius saat melawan Everton akhir pekan ini demi mengejar zona Liga Champions atau Eropa.

“Kami masih punya semangat bermain dan berjuang sampai akhir musim. Tim ini belum menyerah. Paling tidak, berjuang untuk masuk ke zona Liga Champions,” kata Mourinho seperti dilansir Sky Sport, kemarin.

Namun demikian, buruknya performa Spurs musim ini telah menimbulkan isu pemecatan pelatih asal Portugal tersebut. Manajemen klub bahkan dikabarkan tengah mengincar Maurizio Sarri untuk menggantikan Jose Mourinho.

Meski belum ada pendekatan resmi, peluang Spurs merekrut Maurizio Sarri terbilang terbuka karena eks pelatih Chelsea itu sedang menganggur. Jabatan manajerial terakhir Maurizio Sarri adalah menukangi Juventus musim lalu.

Meski sukses memenangi gelar kesembilan Liga Italia berturut-turut, pelatih berusia 62 tahun itu dipecat setelah hanya menjalankan masa bakti selama satu tahun. [DNU]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories