Etika Politik Nabi Muhammad SAW (60) Saling Menutupi Kelemahan .

Salah satu energi positif Islam seba­gai salahsatu agama kemanusiaan ialah saling menutupi kele­mahan sekaligus sal­ing memperkuat satu sama lain. Banyak Riwayat Nabi menyatakan hal ini. Di antaranya ialah, riwayat dari Abu Said menjelaskan, kami pernah bersama Nabi dalam suatu per­jalanan, lalu ada seorang lelaki datang sambil membelokkan tumpangannya ke kanan dan ke kiri, maka Nabi bersabda: Barangsiapa yang memiliki kelebihan (makanan) di atas kendaraannya maka berikanlah sebagian kepada yang tidak punya, dan barangsiapa yang memi­liki kelebihan bekal makanan maka berikanlah sebagian kepada yang tidak punya bekal. (HR Ahmad, al-Musnad, Jilid 3, hal. 34).

Riwayat lain dari Abu Hurairah, Nabi bersabda: Barangsiapa yang meringankan beban seorang Muslim dari beban dunia, maka Allah akan meringankan sebagian bebannya di hari kiamat. Dan barangsiapa yang memberikan kemu­dahan kepada seorang yang sedang susah maka Allah akan memberikan kemudahan untuknya di dunia dan di akhirat, dan barangsiapa yang menutupi (aib) seorang Muslim maka Allah akan menutupi (aibnya) di dunia dan di akhi­rat. Allah akan senantiasa melindungi/ membantu hambaNya selama hamba melindungi/membantu saudaranya. (HR Muslim, Sahih Muslim, Jilid 8, hal. 71), dan Abu Daud, Sunan Abi Daud, Jilid 4, hal. 442).

Hadis-hadis tersebut di atas cukup jelas dan tegas menyatakan bahwa sesama warga masyarakat, khususnya sesama umat beriman bagaikan satu bangunan yang saling menguatkan satu sama lain. Kesulitan apapun yang dihadapan saudaranya harus mera­sakannya sebagai kesulitan bersama. Tentu sebaliknya, kebahagiaan yang dirasakan saudaranya harus juga men­jadi kebahagiaan bersama. Tidak di­tolerir seseorang melakukan pembiaran saudaranya menderita kesulitan tanpa bantuan saudaranya yang lain. Jika demikian halnya, maka agama Islam lebih terasa sebagai agama kemanu­siaan dan agama kemasyarakatan yang amat diperlukan.

Agama harus tampil sebagai solusi setiap permasalahan. Tidak boleh agama tampil sebagai pembawa masalah kema­nusiaan. Dalam kehidupan berbangsa dan berbegara, Islam harus tampil sebagai perekat sendi-sendi persatuan dan kesatuan. Islam harus memberikan dukungan moral terwujudnya kehidu­pan yang damai, toleransi, amar makruf dan nahi mungkar.

]]> .
Salah satu energi positif Islam seba­gai salahsatu agama kemanusiaan ialah saling menutupi kele­mahan sekaligus sal­ing memperkuat satu sama lain. Banyak Riwayat Nabi menyatakan hal ini. Di antaranya ialah, riwayat dari Abu Said menjelaskan, kami pernah bersama Nabi dalam suatu per­jalanan, lalu ada seorang lelaki datang sambil membelokkan tumpangannya ke kanan dan ke kiri, maka Nabi bersabda: Barangsiapa yang memiliki kelebihan (makanan) di atas kendaraannya maka berikanlah sebagian kepada yang tidak punya, dan barangsiapa yang memi­liki kelebihan bekal makanan maka berikanlah sebagian kepada yang tidak punya bekal. (HR Ahmad, al-Musnad, Jilid 3, hal. 34).

Riwayat lain dari Abu Hurairah, Nabi bersabda: Barangsiapa yang meringankan beban seorang Muslim dari beban dunia, maka Allah akan meringankan sebagian bebannya di hari kiamat. Dan barangsiapa yang memberikan kemu­dahan kepada seorang yang sedang susah maka Allah akan memberikan kemudahan untuknya di dunia dan di akhirat, dan barangsiapa yang menutupi (aib) seorang Muslim maka Allah akan menutupi (aibnya) di dunia dan di akhi­rat. Allah akan senantiasa melindungi/ membantu hambaNya selama hamba melindungi/membantu saudaranya. (HR Muslim, Sahih Muslim, Jilid 8, hal. 71), dan Abu Daud, Sunan Abi Daud, Jilid 4, hal. 442).

Hadis-hadis tersebut di atas cukup jelas dan tegas menyatakan bahwa sesama warga masyarakat, khususnya sesama umat beriman bagaikan satu bangunan yang saling menguatkan satu sama lain. Kesulitan apapun yang dihadapan saudaranya harus mera­sakannya sebagai kesulitan bersama. Tentu sebaliknya, kebahagiaan yang dirasakan saudaranya harus juga men­jadi kebahagiaan bersama. Tidak di­tolerir seseorang melakukan pembiaran saudaranya menderita kesulitan tanpa bantuan saudaranya yang lain. Jika demikian halnya, maka agama Islam lebih terasa sebagai agama kemanu­siaan dan agama kemasyarakatan yang amat diperlukan.

Agama harus tampil sebagai solusi setiap permasalahan. Tidak boleh agama tampil sebagai pembawa masalah kema­nusiaan. Dalam kehidupan berbangsa dan berbegara, Islam harus tampil sebagai perekat sendi-sendi persatuan dan kesatuan. Islam harus memberikan dukungan moral terwujudnya kehidu­pan yang damai, toleransi, amar makruf dan nahi mungkar.
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories