Erick Tunjuk Eks Kepala BPKP Jadi Komisaris PLN .

Menteri BUMN Erick Thohir menunjuk Ardan Adiperdana menjadi Komisaris PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN. Ardan tak lain adalah mantan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang pernah dilantik Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada 13 Maret 2015.

“Pengangkatan dan penetapan ini berdasarkan Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Menteri BUMN pada tanggal 17 Maret 2021,” kata Executive Vice President Corporate Communication and CSR PLN Agung Murdifi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (19/3).

Menurut Agung, Ardan memiliki pengalaman dan keahlian Komisaris baru di bidang pengawasan keuangan dan reformasi birokrasi. Sehingga, PLN optimis program transformasi yang dicanangkan sejak April 2020 lalu akan berjalan sesuai arah.

Sehingga, visi perusahaan untuk menjadi perusahaan energi terbaik di Asia Tenggara akan dapat tercapai. “PLN berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik dan prima bagi seluruh pelanggan di tanah air,” kata Agung.
Adapun Ardan sudah mengakhiri jabatannya sebagai Kepala BPKP sejak 5 Februari 2021. Ia digantikan oleh Muhammad Yusuf Ateh yang sebelumnya juga jadi komisaris PLN.

Lalu pada 21 Maret 2016, Ardan juga ditunjuk menjadi Komisaris PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Terakhir pada 27 Januari 2021, Ardan ditunjuk menjadi Staf Khusus I Menteri BUMN.

Sehingga, susunan komisaris PLN saat ini yaitu:

* Komisaris Utama dan Komisaris Independen: Amien Sunaryadi
* Wakil Komisaris Utama: Suahasil Nazara
* Komisaris Independen: Deden Juhara
* Komisaris Independen: Murtaqi Syamsudin
* Komisaris: Ilya Avianti
* Komisaris: Rida Mulyana
* Komisaris: Mohamad Ikhsan
* Komisaris: Dudy Purwaghandi
* Komisaris: Ardan Adiperdana
* Komisaris: Mohammad Rudy Salahudin
* Komisaris: Eko Sulistyo [EFI]

]]> .
Menteri BUMN Erick Thohir menunjuk Ardan Adiperdana menjadi Komisaris PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN. Ardan tak lain adalah mantan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang pernah dilantik Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada 13 Maret 2015.

“Pengangkatan dan penetapan ini berdasarkan Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Menteri BUMN pada tanggal 17 Maret 2021,” kata Executive Vice President Corporate Communication and CSR PLN Agung Murdifi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (19/3).

Menurut Agung, Ardan memiliki pengalaman dan keahlian Komisaris baru di bidang pengawasan keuangan dan reformasi birokrasi. Sehingga, PLN optimis program transformasi yang dicanangkan sejak April 2020 lalu akan berjalan sesuai arah.

Sehingga, visi perusahaan untuk menjadi perusahaan energi terbaik di Asia Tenggara akan dapat tercapai. “PLN berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik dan prima bagi seluruh pelanggan di tanah air,” kata Agung.
Adapun Ardan sudah mengakhiri jabatannya sebagai Kepala BPKP sejak 5 Februari 2021. Ia digantikan oleh Muhammad Yusuf Ateh yang sebelumnya juga jadi komisaris PLN.

Lalu pada 21 Maret 2016, Ardan juga ditunjuk menjadi Komisaris PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Terakhir pada 27 Januari 2021, Ardan ditunjuk menjadi Staf Khusus I Menteri BUMN.

Sehingga, susunan komisaris PLN saat ini yaitu:

* Komisaris Utama dan Komisaris Independen: Amien Sunaryadi
* Wakil Komisaris Utama: Suahasil Nazara
* Komisaris Independen: Deden Juhara
* Komisaris Independen: Murtaqi Syamsudin
* Komisaris: Ilya Avianti
* Komisaris: Rida Mulyana
* Komisaris: Mohamad Ikhsan
* Komisaris: Dudy Purwaghandi
* Komisaris: Ardan Adiperdana
* Komisaris: Mohammad Rudy Salahudin
* Komisaris: Eko Sulistyo [EFI]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories