Erick Thohir: Potensi Sumbagsel Sangat Luar Biasa
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, sudah saatnya pembangunan infrastruktur dan ekonomi tidak hanya tumbuh di Pulau Jawa, namun di seluruh wilayah di Indonesia.
Hal itu disampaikan Erick saat menyampaikan pidato di acara seminar hasil kajian Masyarakat Profesional (Maspro) Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), belum lama ini.
Khusus wilayah Sumbagsel, Erick melihat daerah yang terdiri dari Sumatera Selatan (Sumsel), Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung (Babel) dan Lampung ini, memiliki potensi yang sangat luar biasa untuk dikembangkan dan bersinergi bersama BUMN.
“Saya menyampaikan paparan tidak ada maksud arogansi, tetapi ingin merajut potensi Sumbagsel yang sangat luar biasa. Apalagi ini kawasan terdekat dengan Pulau Jawa,” ujar Erick, yang dikutip Selasa (15/3).
Artinya, selain potensi yang ada di provinsi masing-masing, suka tidak suka, pusat pertumbuhan ekonomi ini (Sumbagsel) menjadi penyeimbangnya.
Erick yang juga putera daerah Sumbagsel mengucapkan terima kasih kepada pemimpin daerah yang hadir dalam acara tersebut. Yang bersepakat bersama-sama mengimplementasikan gagasan besar itu di Sumbagsel.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kedatangan kakak saya Gubernur Lampung, kakak saya Gubernur Sumsel, para Gubernur yang hari ini diwakilkan, ada Pak Wagub, Pak Sekda lalu juga staf ahli. Saya mohon maaf tidak bisa sebutkan satu per satu, ada Wali Kota, Bupati yang hadir, tokoh masyarakat, alim ulama, Dekan, Rektor dan tim dari BUMN yang saya harap bisa mensinergikan program BUMN dengan program daerah,” tutur Erick.
Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) itu menyampaikan, Indonesia pada tahun 2045 berdasarkan perhitungan yang dilakukan dengan cermat, diprediksi akan masuk ke dalam empat besar ekonomi dunia.
“Empat besar ekonomi dunia ini sesuatu yang memang harus bisa dikonkretkan. Kalau tidak, ini hanya mimpi. Cita-cita tanpa implementasi yang baik hanya mimpi,” jelasnya.
Untuk itu, Erick menjelaskan jalan menuju ke arah tersebut, harus sudah mulai disiapkan road map yang baik untuk diimplementasikan.
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi yang juga hadir menyampaikan, kawasan Sumbagsel memiliki potensi luar biasa yang harus diberdayakan seoptimal mungkin ke depannya.
“Bagaimana membangun Indonesia. Sumbagsel ini terdapat lima provinsi dengan potensi luar biasa di sektor pertanian, perminyakan, energi, kita semuanya lengkap,” ujar Arinal.
Oleh karena itu, ujar dia, maka harus dibangun kekuatan agar provinsi-provinsi di Sumbagsel saling mengisi.
Misalnya di sektor energi, lanjutnya, bagaimana provinsi-provinsi di Sumbagsel yang memiliki kekayaan batubara, sudah waktunya fokus pada hilirisasi.
Pemanfaatan hilirisasi banyak untuk kebutuhan-kebutuhan provinsi di sekitarnya, atau provinsi lain di Indonesia. Misalnya, batubara yang bisa diolah menjadi gas LPG, pupuk, petrokimia dan sebagainya. [REN]
]]> Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, sudah saatnya pembangunan infrastruktur dan ekonomi tidak hanya tumbuh di Pulau Jawa, namun di seluruh wilayah di Indonesia.
Hal itu disampaikan Erick saat menyampaikan pidato di acara seminar hasil kajian Masyarakat Profesional (Maspro) Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), belum lama ini.
Khusus wilayah Sumbagsel, Erick melihat daerah yang terdiri dari Sumatera Selatan (Sumsel), Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung (Babel) dan Lampung ini, memiliki potensi yang sangat luar biasa untuk dikembangkan dan bersinergi bersama BUMN.
“Saya menyampaikan paparan tidak ada maksud arogansi, tetapi ingin merajut potensi Sumbagsel yang sangat luar biasa. Apalagi ini kawasan terdekat dengan Pulau Jawa,” ujar Erick, yang dikutip Selasa (15/3).
Artinya, selain potensi yang ada di provinsi masing-masing, suka tidak suka, pusat pertumbuhan ekonomi ini (Sumbagsel) menjadi penyeimbangnya.
Erick yang juga putera daerah Sumbagsel mengucapkan terima kasih kepada pemimpin daerah yang hadir dalam acara tersebut. Yang bersepakat bersama-sama mengimplementasikan gagasan besar itu di Sumbagsel.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kedatangan kakak saya Gubernur Lampung, kakak saya Gubernur Sumsel, para Gubernur yang hari ini diwakilkan, ada Pak Wagub, Pak Sekda lalu juga staf ahli. Saya mohon maaf tidak bisa sebutkan satu per satu, ada Wali Kota, Bupati yang hadir, tokoh masyarakat, alim ulama, Dekan, Rektor dan tim dari BUMN yang saya harap bisa mensinergikan program BUMN dengan program daerah,” tutur Erick.
Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) itu menyampaikan, Indonesia pada tahun 2045 berdasarkan perhitungan yang dilakukan dengan cermat, diprediksi akan masuk ke dalam empat besar ekonomi dunia.
“Empat besar ekonomi dunia ini sesuatu yang memang harus bisa dikonkretkan. Kalau tidak, ini hanya mimpi. Cita-cita tanpa implementasi yang baik hanya mimpi,” jelasnya.
Untuk itu, Erick menjelaskan jalan menuju ke arah tersebut, harus sudah mulai disiapkan road map yang baik untuk diimplementasikan.
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi yang juga hadir menyampaikan, kawasan Sumbagsel memiliki potensi luar biasa yang harus diberdayakan seoptimal mungkin ke depannya.
“Bagaimana membangun Indonesia. Sumbagsel ini terdapat lima provinsi dengan potensi luar biasa di sektor pertanian, perminyakan, energi, kita semuanya lengkap,” ujar Arinal.
Oleh karena itu, ujar dia, maka harus dibangun kekuatan agar provinsi-provinsi di Sumbagsel saling mengisi.
Misalnya di sektor energi, lanjutnya, bagaimana provinsi-provinsi di Sumbagsel yang memiliki kekayaan batubara, sudah waktunya fokus pada hilirisasi.
Pemanfaatan hilirisasi banyak untuk kebutuhan-kebutuhan provinsi di sekitarnya, atau provinsi lain di Indonesia. Misalnya, batubara yang bisa diolah menjadi gas LPG, pupuk, petrokimia dan sebagainya. [REN]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .