Erick Mau Beli Peternakan Sapi Di Belgia, PKB: Genjot Juga Produksi Peternak Lokal

Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daniel Johan mengamentari rencana Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir membeli peternakan sapi di Belgia. Menurutnya, ini solusi jangka pendek atas upaya pemenuhan stok daging sapi di dalam negeri. Mestinya, solusi jangka panjangnya, tetap genjot produksi dalam negeri.

“Bagus tapi itu salah satu solusi jangka pendek. Tapi harus diperhatikan adalah budget. Jangan sampai membenani anggaran negara,” ujar Daniel kepada RM.id, Kamis (22/4).

Anggota Komisi IV DPR ini mengungkapkan rasionalitasnya tentang rencana yang menuai polemik di masyarakat ini. Menurutnya, rencana baik tentu akan didukung selama memberikan manfaat lebih baik bagi negara. Termasuk, rencana pemenuhan produksi daging dengan berternak sapi di luar negeri.

Nah, jika pemerintah ingin memenuhi stok dalam negeri dalam jangka waktu yang panjang, disarankan untuk total memberikan perhatian kepada peternak sapi lokal. Para peternak, harus diberikan pembinaan melalui bibit unggul, pendampingan, hingga bantuan uang.

“Sehingga peternak sapi lokal bisa menjadi solusi dalam pemenuhan kebutuhan daging dalam negeri,” harapnya.

Selanjutnya, peternakan sapi dalam negeri harus dibuat grand desain swasembada daging. Sehingga, langkah demi langkah bisa dikerjakan. Tidak sebatas maunya swasembada, tetapi peternak sapi dalam negeri kurang mendapat perhatian.

“Memang harus diakui kebutuhan daging dalam negeri defisit sehingga solusi yang diambil pemerintah impor daging dari beberapa negara salah satunya India,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan keinginannya untuk membeli peternakan sapi di Belgia. Investasi itu akan dilakukan oleh perusahaan pelat merah dan untuk mengurangi impor daging yang selama ini dilakukan.

Ide ini, disampaikan ketika Erick menjadi pembicara di webinar yang dihadiri Duta Besar Indonesia untuk Belgia, Andri Hadi. Cara ini, sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan impor daging sapi. “Bagaimana kalau peternakannya kita beli, BUMN yang beli,” ujar Erick, Sabtu (17/4). [BSH]

]]> Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daniel Johan mengamentari rencana Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir membeli peternakan sapi di Belgia. Menurutnya, ini solusi jangka pendek atas upaya pemenuhan stok daging sapi di dalam negeri. Mestinya, solusi jangka panjangnya, tetap genjot produksi dalam negeri.

“Bagus tapi itu salah satu solusi jangka pendek. Tapi harus diperhatikan adalah budget. Jangan sampai membenani anggaran negara,” ujar Daniel kepada RM.id, Kamis (22/4).

Anggota Komisi IV DPR ini mengungkapkan rasionalitasnya tentang rencana yang menuai polemik di masyarakat ini. Menurutnya, rencana baik tentu akan didukung selama memberikan manfaat lebih baik bagi negara. Termasuk, rencana pemenuhan produksi daging dengan berternak sapi di luar negeri.

Nah, jika pemerintah ingin memenuhi stok dalam negeri dalam jangka waktu yang panjang, disarankan untuk total memberikan perhatian kepada peternak sapi lokal. Para peternak, harus diberikan pembinaan melalui bibit unggul, pendampingan, hingga bantuan uang.

“Sehingga peternak sapi lokal bisa menjadi solusi dalam pemenuhan kebutuhan daging dalam negeri,” harapnya.

Selanjutnya, peternakan sapi dalam negeri harus dibuat grand desain swasembada daging. Sehingga, langkah demi langkah bisa dikerjakan. Tidak sebatas maunya swasembada, tetapi peternak sapi dalam negeri kurang mendapat perhatian.

“Memang harus diakui kebutuhan daging dalam negeri defisit sehingga solusi yang diambil pemerintah impor daging dari beberapa negara salah satunya India,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan keinginannya untuk membeli peternakan sapi di Belgia. Investasi itu akan dilakukan oleh perusahaan pelat merah dan untuk mengurangi impor daging yang selama ini dilakukan.

Ide ini, disampaikan ketika Erick menjadi pembicara di webinar yang dihadiri Duta Besar Indonesia untuk Belgia, Andri Hadi. Cara ini, sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan impor daging sapi. “Bagaimana kalau peternakannya kita beli, BUMN yang beli,” ujar Erick, Sabtu (17/4). [BSH]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories