Empat Pilar Kebangsaan Modal Tingkatkan Ekonomi Di Tengah Pandemi

Anggota DPR Fraksi Partai Golkar Ferdiansyah menegaskan, Empat Pilar Kebangsaan menjadi modal bagi Indonesia dalam meningkatan ekonomi di Pandemi Covid-19.

Ferdiansyah menyatakan hal tersebut saat sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di depan mahasiswa STH Garut, STIKES Karsa Husada, STIE Yasa Anggana, pedagang dari Aukaresmi, dan Buruh di Gedung PGRI Tarogong Kidul, Garut, Jabar, Jumat (16/4).

Empat pilar kebangsaan tersebut, kata Ferdiyansyah, adalah Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Salah satu dari empat pilar itu adalah Pancasila. Ini adalah ideologi bangsa, falsafah hidup, dan dasar negara, yang digali Bung Karno dari kebudayaan dan kearifan lokal bangsa Indonesia. Pertama kali dicetuskan Bung Karno dalam pidato 1 Juni 1945. Artinya, Pancasila itu memang bersumber atau berasal dari rakyat Indonesia sendiri,” kata Ferdiansyah saat acara yang digelar jelang buka puasa dan dihadiri sekitar 150 orang peserta ini.

Menurutnya, tantangan Indonesia kekinian setidaknya ada dua. Pertama, memulihkan dampak pandemi Covid-19, dari mulai sektor kesehatan, sosial, hingga ekonomi. Kedua, makin masifnya perubahan budaya bangsa.

“Nilai-nilai dalam Empat Pilar Kebangsaan dapat menjawab tantangan kekinian. Misalnya bagaimana kita membangun gotong royong dan kepedulian. Coba tengok tetangga kanan dan kiri, jangan sampai ada yang kesusahan, atau bahkan tak bisa makan. Mari saling bantu,” imbau Ferdiansyah.

Dia juga mengajak warga untuk membangun ketahanan pangan berbasis potensi lokal dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah.

“Tanam sayuran dan buah-buahan. Budidaya ikan atau kembangkan ternak skala mikro-kecil. Ini bisa menjadi jalan bisnis sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis keluarga,” ujarnya.

Tak lupa, Ferdiansyah mengajak masyarakat untuk selalu menjunjung tinggi budaya bangsa. Meski karena pandemi kondisi jadi berbeda dari sebelumnya, tak lagi berjabat tangan dan tatap muka secara langsung, budaya gotong royong dan saling membantu itu jangan sampai hilang.

Anggota DPR lima periode ini selalu menutup materi dengan pantun. Karena pantun merupakan warisan budaya dunia tak benda yang dberikan kepada Indonesia. “Maka itu kita patut berbangga dan berbahagia menjadi warga negara Indonesia,” tandas¬†Ferdiansyah. [FAQ]

]]> Anggota DPR Fraksi Partai Golkar Ferdiansyah menegaskan, Empat Pilar Kebangsaan menjadi modal bagi Indonesia dalam meningkatan ekonomi di Pandemi Covid-19.

Ferdiansyah menyatakan hal tersebut saat sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di depan mahasiswa STH Garut, STIKES Karsa Husada, STIE Yasa Anggana, pedagang dari Aukaresmi, dan Buruh di Gedung PGRI Tarogong Kidul, Garut, Jabar, Jumat (16/4).

Empat pilar kebangsaan tersebut, kata Ferdiyansyah, adalah Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Salah satu dari empat pilar itu adalah Pancasila. Ini adalah ideologi bangsa, falsafah hidup, dan dasar negara, yang digali Bung Karno dari kebudayaan dan kearifan lokal bangsa Indonesia. Pertama kali dicetuskan Bung Karno dalam pidato 1 Juni 1945. Artinya, Pancasila itu memang bersumber atau berasal dari rakyat Indonesia sendiri,” kata Ferdiansyah saat acara yang digelar jelang buka puasa dan dihadiri sekitar 150 orang peserta ini.

Menurutnya, tantangan Indonesia kekinian setidaknya ada dua. Pertama, memulihkan dampak pandemi Covid-19, dari mulai sektor kesehatan, sosial, hingga ekonomi. Kedua, makin masifnya perubahan budaya bangsa.

“Nilai-nilai dalam Empat Pilar Kebangsaan dapat menjawab tantangan kekinian. Misalnya bagaimana kita membangun gotong royong dan kepedulian. Coba tengok tetangga kanan dan kiri, jangan sampai ada yang kesusahan, atau bahkan tak bisa makan. Mari saling bantu,” imbau Ferdiansyah.

Dia juga mengajak warga untuk membangun ketahanan pangan berbasis potensi lokal dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah.

“Tanam sayuran dan buah-buahan. Budidaya ikan atau kembangkan ternak skala mikro-kecil. Ini bisa menjadi jalan bisnis sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis keluarga,” ujarnya.

Tak lupa, Ferdiansyah mengajak masyarakat untuk selalu menjunjung tinggi budaya bangsa. Meski karena pandemi kondisi jadi berbeda dari sebelumnya, tak lagi berjabat tangan dan tatap muka secara langsung, budaya gotong royong dan saling membantu itu jangan sampai hilang.

Anggota DPR lima periode ini selalu menutup materi dengan pantun. Karena pantun merupakan warisan budaya dunia tak benda yang dberikan kepada Indonesia. “Maka itu kita patut berbangga dan berbahagia menjadi warga negara Indonesia,” tandas¬†Ferdiansyah. [FAQ]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories

Generated by Feedzy