Empat Hari, Tagihan Telepon Rp 3,7 Miliar

John Nisill kaget bukan main. Dia mendapat tagihan telepon senilai 192.069 poundsterling, atau sekitar Rp 3,7 miliar. Tagihan itu didapatkannya saat berlibur di Turki selama empat hari.

Mengutip Ladbible, kemarin, dalam rincian tagihan disebutkan, selama di Turki, Nisill telah menggunakan data internet sebanyak 43 gigabyte (GB). Padahal, selama di negara tersebut, Nisill mengaku tidak melakukan apa-apa selain menjawab beberapa email dan melakukan panggilan telepon selama sekitar 16 menit.

Karena nomor kontaknya itu milik kantor, jadi tangihan Nissil diketahui bos Nissill, Paul Trotter. “Bos saya menelepon dan mengatakan bahwa saya harus mematikan telepon karena tagihannya sangat besar,” jelas Nisill.

Trotter mengatakan, dia hampir jatuh dari kursi saat melihat tagihan tersebut. Angkaitu membuat pria asal Skelmersdale, Lancashire, Inggris tersebut terkejut.

Dia yakin, ada kesalahan pencatatan komputer. Namun, setelah dilihat secara rinci, Trotter menjelaskan, tagihannya bertambah sekitar 80 poundsterling (sekitar Rp 1,5 juta) setiap setengah menit. “Bahkan jika John mengunduh film,” kata Trotter.

Beruntung, perusahaan penyedia internet itu tidak memaksa Trotter maupun Nisill membayar tagihan tersebut. Namun, dia mengingatkan kepada para pelanggannya, agar memilih paket data internet dengan cermat.

“Kami mengimbau pelanggan memperhatikan setiap notifikasi yang kami kirimkan terkait kuota data mereka,” jelas Juru Bicara perusahaan penyedia internet itu. [PYB]

]]> John Nisill kaget bukan main. Dia mendapat tagihan telepon senilai 192.069 poundsterling, atau sekitar Rp 3,7 miliar. Tagihan itu didapatkannya saat berlibur di Turki selama empat hari.

Mengutip Ladbible, kemarin, dalam rincian tagihan disebutkan, selama di Turki, Nisill telah menggunakan data internet sebanyak 43 gigabyte (GB). Padahal, selama di negara tersebut, Nisill mengaku tidak melakukan apa-apa selain menjawab beberapa email dan melakukan panggilan telepon selama sekitar 16 menit.

Karena nomor kontaknya itu milik kantor, jadi tangihan Nissil diketahui bos Nissill, Paul Trotter. “Bos saya menelepon dan mengatakan bahwa saya harus mematikan telepon karena tagihannya sangat besar,” jelas Nisill.

Trotter mengatakan, dia hampir jatuh dari kursi saat melihat tagihan tersebut. Angkaitu membuat pria asal Skelmersdale, Lancashire, Inggris tersebut terkejut.

Dia yakin, ada kesalahan pencatatan komputer. Namun, setelah dilihat secara rinci, Trotter menjelaskan, tagihannya bertambah sekitar 80 poundsterling (sekitar Rp 1,5 juta) setiap setengah menit. “Bahkan jika John mengunduh film,” kata Trotter.

Beruntung, perusahaan penyedia internet itu tidak memaksa Trotter maupun Nisill membayar tagihan tersebut. Namun, dia mengingatkan kepada para pelanggannya, agar memilih paket data internet dengan cermat.

“Kami mengimbau pelanggan memperhatikan setiap notifikasi yang kami kirimkan terkait kuota data mereka,” jelas Juru Bicara perusahaan penyedia internet itu. [PYB]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories