Eks Mentan Masuk Radar Capres-Cawapres Dari Indonesia Timur Komisi IV : Misi Amran Baik, Ingin Mewujudkan Kedaulatan Pangan .

Anggota Komisi IV DPR Daniel Johan menilai wajar Menteri Pertanian Periode 2014-2019 Andi Amran Sulaiman mulai diperhitungkan dalam pemilihan Presiden-Wakil Presiden 2024. Menurutnya, Amran telah mewariskan kebijakan yang baik untuk keberlangsungan peningkatan produksi pangan. 

“Kalau secara misi, Pak Amran kan ingin mewujudkan kedaulatan pangan. Dan sebagian sudah diwujudkan. Kita kan produktifitas utamanya beras meningkat. Dan di jaman Pak Amran impor (pangan) juga sangat dibatasi,” kata Daniel Djohan, Jumat (5/3). 

Daniel sendiri mengikuti kiprah Amran Sulaiman memimpin sektor pertanian di periode pertama pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Sebab saat itu, dia merupakan salah satu Pimpinan Komisi IV DPR yang memang merupakan mitra kerja Kementerian Pertanian (Kementan).

“Selama masih jadi menteri yang paling menonjol adalah kerja kerasnya yang luar biasa. Tidak ada berhentinya. Bahkan birokrasinya sampai keteteran mengikuti jam kerjanya,” ungkap Ketua DPP PKB Bidang Sumberdaya Alam dan Energi ini.

Namun disinggung soal keinginan kader PKB Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk mendorong duet Muhaimin Iskandar-Amran Sulaiman, Daniel belum bisa berkomentar banyak. Sebab, selama ini belum pernah ada pembahasan mengenai masalah capres-cawapres di partainya.

“Yang ada justru kami semua diminta fokus melayani masyarakat di tengah dampak pandemik yang cukup besar dirasakan masyarakat, selain masalah pencapresan yang waktunya masih jauh,” tambahnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Sulsel Azhar Arsyad mendorong paket Gus AMI atau Muhaimin Iskandar berpasangan dengan Andi Amran Sulaiman pada Pilpres yang akan digelar pada 2024 mendatang. Menurut Azhar, isu soal Gus Ami dijagokan menjadi calon 01, merupakan isu yang terbangun dari bawah.

“Minggu ini kami melakukan pra-Muscab di 24 kabupaten dam kota dan serentak kader PKB di tingkat desa merekomendasikan ketum Gus AMI untuk maju 01 RI,” kata Azhar. 

Namun menurut Azhar, Gus Ami yang dikenal sebagai agamawan dan merupakan anak kiai harus didampingi oleh wakil yang backgroundnya nasionalis dan paham soal lika-liku kepentingan bangsa, baik itu disegi keamanan, politik, dan juga ekonomi.

“Saya kira, bapak mantan Mentri Pertanian Amran sulaiman adalah orang yang tepat untuk mendampingi Gus Ami,” ucapnya.

Saat menjabat Menteri Pertanian 2014-2019, salah satu visi besar Amran adalah mewujudkan Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia 2015. Road Map kebijakan pun dirancang untuk mewujudkan impian tersebut.

Visi tersebut menitikberatkan pada sejumlah program. Diantaranya, Program Upaya Khusus (Upsus) pencapaian swasembada pangan strategis dan berkelanjutan untuk komoditi strategis padi, jagung, kedelai (pajale), kemudian bawang merah, bawang putih, cabe, gula konsumsi, dan gula industri serta daging.

Program ini kemudian dijewantahkan dalam bentuk program Upsus Pajale, pembangunan embung dan dan perbaikan serta rehabilitasi 3 juta hektar lahan irigasi.

Berikutnya Upsus Sapi Wajib Bunting (Siwab) melalui program Inseminasi Buatan dan pelarangan pemotongan sapi betina. Kemudian, program Wajib Tanam Bawang Putih bagi importir melalui kemitraan dengan petani. 

Lainnya, program modernisasi dan mekanisasi pertanian untuk meningkatkan produktifitas pertanian dan menarik minat anak muda terjun ke sektor pertanian.

Berikutnya, peningkatan kesejahteraan keluarga petani melalui Program Asuransi Pertanian, serap gabah petani (sergap) untuk cegah harga anjlok saat panen raya dan tingkatkan stok cadangan beras nasional.

Selain itu, dia juga merancang pengadaan secara E-Katalog untuk pemenuhan kebutuhan utama petani seperti benih, pupuk, dan obat-obatan untuk menyesuaikan kebutuhan pertanian yang harus cepat dalam mengejar waktu tanam. Dan terakhir, program sulap rawa jadi sawah yang merupakan cikal bakal Program Food Estate. [KAL]

]]> .
Anggota Komisi IV DPR Daniel Johan menilai wajar Menteri Pertanian Periode 2014-2019 Andi Amran Sulaiman mulai diperhitungkan dalam pemilihan Presiden-Wakil Presiden 2024. Menurutnya, Amran telah mewariskan kebijakan yang baik untuk keberlangsungan peningkatan produksi pangan. 

“Kalau secara misi, Pak Amran kan ingin mewujudkan kedaulatan pangan. Dan sebagian sudah diwujudkan. Kita kan produktifitas utamanya beras meningkat. Dan di jaman Pak Amran impor (pangan) juga sangat dibatasi,” kata Daniel Djohan, Jumat (5/3). 

Daniel sendiri mengikuti kiprah Amran Sulaiman memimpin sektor pertanian di periode pertama pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Sebab saat itu, dia merupakan salah satu Pimpinan Komisi IV DPR yang memang merupakan mitra kerja Kementerian Pertanian (Kementan).

“Selama masih jadi menteri yang paling menonjol adalah kerja kerasnya yang luar biasa. Tidak ada berhentinya. Bahkan birokrasinya sampai keteteran mengikuti jam kerjanya,” ungkap Ketua DPP PKB Bidang Sumberdaya Alam dan Energi ini.

Namun disinggung soal keinginan kader PKB Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk mendorong duet Muhaimin Iskandar-Amran Sulaiman, Daniel belum bisa berkomentar banyak. Sebab, selama ini belum pernah ada pembahasan mengenai masalah capres-cawapres di partainya.

“Yang ada justru kami semua diminta fokus melayani masyarakat di tengah dampak pandemik yang cukup besar dirasakan masyarakat, selain masalah pencapresan yang waktunya masih jauh,” tambahnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Sulsel Azhar Arsyad mendorong paket Gus AMI atau Muhaimin Iskandar berpasangan dengan Andi Amran Sulaiman pada Pilpres yang akan digelar pada 2024 mendatang. Menurut Azhar, isu soal Gus Ami dijagokan menjadi calon 01, merupakan isu yang terbangun dari bawah.

“Minggu ini kami melakukan pra-Muscab di 24 kabupaten dam kota dan serentak kader PKB di tingkat desa merekomendasikan ketum Gus AMI untuk maju 01 RI,” kata Azhar. 

Namun menurut Azhar, Gus Ami yang dikenal sebagai agamawan dan merupakan anak kiai harus didampingi oleh wakil yang backgroundnya nasionalis dan paham soal lika-liku kepentingan bangsa, baik itu disegi keamanan, politik, dan juga ekonomi.

“Saya kira, bapak mantan Mentri Pertanian Amran sulaiman adalah orang yang tepat untuk mendampingi Gus Ami,” ucapnya.

Saat menjabat Menteri Pertanian 2014-2019, salah satu visi besar Amran adalah mewujudkan Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia 2015. Road Map kebijakan pun dirancang untuk mewujudkan impian tersebut.

Visi tersebut menitikberatkan pada sejumlah program. Diantaranya, Program Upaya Khusus (Upsus) pencapaian swasembada pangan strategis dan berkelanjutan untuk komoditi strategis padi, jagung, kedelai (pajale), kemudian bawang merah, bawang putih, cabe, gula konsumsi, dan gula industri serta daging.

Program ini kemudian dijewantahkan dalam bentuk program Upsus Pajale, pembangunan embung dan dan perbaikan serta rehabilitasi 3 juta hektar lahan irigasi.

Berikutnya Upsus Sapi Wajib Bunting (Siwab) melalui program Inseminasi Buatan dan pelarangan pemotongan sapi betina. Kemudian, program Wajib Tanam Bawang Putih bagi importir melalui kemitraan dengan petani. 

Lainnya, program modernisasi dan mekanisasi pertanian untuk meningkatkan produktifitas pertanian dan menarik minat anak muda terjun ke sektor pertanian.

Berikutnya, peningkatan kesejahteraan keluarga petani melalui Program Asuransi Pertanian, serap gabah petani (sergap) untuk cegah harga anjlok saat panen raya dan tingkatkan stok cadangan beras nasional.

Selain itu, dia juga merancang pengadaan secara E-Katalog untuk pemenuhan kebutuhan utama petani seperti benih, pupuk, dan obat-obatan untuk menyesuaikan kebutuhan pertanian yang harus cepat dalam mengejar waktu tanam. Dan terakhir, program sulap rawa jadi sawah yang merupakan cikal bakal Program Food Estate. [KAL]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories