Edhy Prabowo dan Istrinya Bakal Bersaksi di Persidangan Bos PT DPPP Suharjito

Sidang kasus suap izin ekspor benur alias benih lobster dengan terdakwa Suharjito, Direktur PT Dua Putera Perkasa Pratama (PT DPPP), akan kembali digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta, hari ini.

Ada delapan orang yang dijadwalkan menjadi saksi dalam persidangan yang rencananya dimulai pukul 10.00 WIB ini. “Saksi sidang terdakwa Suharjito, Rabu, 17 Maret, ada 8,” ungkap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri lewat pesan singkat, Rabu (17/3).

Di antaranya, eks Menteri Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo dan istrinya, Iis Rosita Dewi, yang juga menjabat sebagai anggota DPR.

Selain pasangan suami istri alias pasutri itu, sidang juga akan menghadirkan sekretaris pribadi alias sespri Edhy Prabowo, Anggia Tesalonika dan staf Edhy, Ahmad Syaihul Anam.

Saksi lainnya adalah pegawai di Sub Koordinator Kelompok Rehabilitasi pada Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Andhika Anjaresta. Sementara tiga sisanya adalah Desri Yanti, Dwi Kusuma Wijaya, dan Chandra Astan.

Suharjito didakwa telah menyuap Edhy Prabowo sebesar 103 ribu dolar AS atau setara Rp 1,48 miliar dan Rp 760 juta dalam kurun waktu Mei hingga November 2020.

Pemberian suap tersebut bertujuan agar Edhy Prabowo mempercepat proses rekomendasi persetujuan pemberian izin budidaya sebagai salah satu syarat pemberian izin ekspor benur kepada PT DPPP milik Suharjito.

Uang suap itu diberikan melalui perantara. Di antaranya lewat dua staf khusus menteri KKP, Andreau Pribadi Misanta dan Safri; kemudian Amiril Mukminin selaku sekretaris pribadi Edhy, dan Ainul Faqih selaku staf pribadi Iis Rosita Dewi. [OKT]

]]> Sidang kasus suap izin ekspor benur alias benih lobster dengan terdakwa Suharjito, Direktur PT Dua Putera Perkasa Pratama (PT DPPP), akan kembali digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta, hari ini.

Ada delapan orang yang dijadwalkan menjadi saksi dalam persidangan yang rencananya dimulai pukul 10.00 WIB ini. “Saksi sidang terdakwa Suharjito, Rabu, 17 Maret, ada 8,” ungkap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri lewat pesan singkat, Rabu (17/3).

Di antaranya, eks Menteri Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo dan istrinya, Iis Rosita Dewi, yang juga menjabat sebagai anggota DPR.

Selain pasangan suami istri alias pasutri itu, sidang juga akan menghadirkan sekretaris pribadi alias sespri Edhy Prabowo, Anggia Tesalonika dan staf Edhy, Ahmad Syaihul Anam.

Saksi lainnya adalah pegawai di Sub Koordinator Kelompok Rehabilitasi pada Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Andhika Anjaresta. Sementara tiga sisanya adalah Desri Yanti, Dwi Kusuma Wijaya, dan Chandra Astan.

Suharjito didakwa telah menyuap Edhy Prabowo sebesar 103 ribu dolar AS atau setara Rp 1,48 miliar dan Rp 760 juta dalam kurun waktu Mei hingga November 2020.

Pemberian suap tersebut bertujuan agar Edhy Prabowo mempercepat proses rekomendasi persetujuan pemberian izin budidaya sebagai salah satu syarat pemberian izin ekspor benur kepada PT DPPP milik Suharjito.

Uang suap itu diberikan melalui perantara. Di antaranya lewat dua staf khusus menteri KKP, Andreau Pribadi Misanta dan Safri; kemudian Amiril Mukminin selaku sekretaris pribadi Edhy, dan Ainul Faqih selaku staf pribadi Iis Rosita Dewi. [OKT]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories