Edhy Prabowo Akui Ngutang Untuk Beli Barang-barang Mewah di Hawaii .

Eks Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengakui berutang pada Plt Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan, Muhammad Zaini Hanafi.

Tersangka kasus suap izin ekspor benih lobster itu mengaku meminjam kartu kredit Zaini untuk membeli sejumlah barang mewah saat melakukan kunjungan kerja ke Hawaii, Amerika Serikat.

“ATM kan nggak bisa dipake, jadi saya pinjem dong, itu pun nggak memaksa. Dia (Zaini) sendiri waktu saya pinjem kan ATM-nya nggak bisa. Besok baru bisa, terus kenapa?” tutur Edhy di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (22/2).

Dia mengaku belum mengembalikan utang tersebut. Alasannya, belum ditagih. Meski begitu, politisi Gerindra itu menyatakan dirinya akan membayar utang tersebut.

“Tetap akan saya bayar. Saya di sini (rutan) gimana mau bayar? Keluar aja nggak bisa, telfon nggak bisa, gimana? Saya denger berita aja dari Anda,” selorohnya.

Sebelumnya, saat bersaksi di Pengadilan Tipikor, Rabu (17/2), Zaini mengungkapkan soal utang Edhy dan istrinya, Iis Rosita Dewi. Zaini Hanafi merupakan salah seorang pejabat KKP yang ikut serta dalam kunjungan Edhy dan Iis ke Amerika Serikat sebelum terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) tim Satgas KPK di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Banten, pada 25 November 2020.

Dia menuturkan, saat di sebuah toko di Hawaii, Edhy Prabowo membeli jam tangan merk Rolex. Melihat sang suami membeli jam tangan mewah, Iis yang merupakan anggota Komisi V DPR dari Fraksi Gerindra, juga ingin membeli jam serupa.

Namun, kartu kredit milik Edhy tidak bisa digunakan. “Kuota kartu kreditnya atau apanya, saya kurang ngerti, itu kehabisan,” ungkap Zaini.

Edhy kemudian meminjam kartu kredit Zaini. Tapi kartu itu juga tak bisa digunakan. Iis pun batal membeli jam tangan Rolex.

Keesokan harinya, Iis kembali meminjam kartu kredit milik Zaini. Kali ini, untuk belanja barang mewah lainnya. Di antaranya, tas, parfum, hingga sepatu.

Ketua Majelis Hakim Albertus Usada kemudian meminta Zaini merincikan barang-barang mewah yang dibeli Iis, berikut harganya. Zaini yang juga menjabat Staf Ahli Menteri Bidang Kemasyarakatan dan Hubungan Antarlembaga tersebut, menurut.

“Pertama, tas Hermes 2.600 dolar AS. Kemudian, parfum Hermes 300 dolar AS. Terus, syal seingat saya, kalau tidak salah, syal atau bros harganya itu 2.200 dolar AS. Kemudian, sepatu Channel ibu juga beli, 9.100 dollar AS,” ujarnya.

Jika dikonversikan ke rupiah dengan kurs saat ini, sepatu merk Channel dengan itu berharga sekitar Rp 128 juta.

Hakim kemudian bertanya, apakah Zaini sengaja menawarkan kepada Edhy dan Iis untuk meminjam kartu kreditnya. Menurutnya, Iis yang berinisiatif meminjamnya.

Hingga saat ini, Zaini mengaku, uang yang dipinjam Iis untuk membeli barang mewah belum dikembalikan. “Akan saya tagih. Karena pinjam Pak. Kalau enggak ditagih di akhirat,” katanya.

Zaini menyatakan kesiapannya untuk dikonfrontir dengan Iis Rosita Dewi dalam persidangan. “Nanti akan kami minta keterangan Bu Iis juga ya, apa pinjam atau saudara yang nawarin,” kata hakim yang diamini Zaini.

Dalam kasus ini, jaksa mendakwa Suharjito menyuap Edhy Prabowo selaku Menteri Kelautan dan Perikanan sebesar 103 ribu dolar AS atau sekitar 1,43 miliar dan Rp 706 juta.

Suap dengan total Rp 2,1 miliar itu diberikan agar PT DPPP mendapat izin ekspor benih lobster. Dikatakan jaksa, uang suap tersebut digunakan untuk kepentingan Edhy Prabowo dan istrinya. [OKT]

]]> .
Eks Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengakui berutang pada Plt Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan, Muhammad Zaini Hanafi.

Tersangka kasus suap izin ekspor benih lobster itu mengaku meminjam kartu kredit Zaini untuk membeli sejumlah barang mewah saat melakukan kunjungan kerja ke Hawaii, Amerika Serikat.

“ATM kan nggak bisa dipake, jadi saya pinjem dong, itu pun nggak memaksa. Dia (Zaini) sendiri waktu saya pinjem kan ATM-nya nggak bisa. Besok baru bisa, terus kenapa?” tutur Edhy di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (22/2).

Dia mengaku belum mengembalikan utang tersebut. Alasannya, belum ditagih. Meski begitu, politisi Gerindra itu menyatakan dirinya akan membayar utang tersebut.

“Tetap akan saya bayar. Saya di sini (rutan) gimana mau bayar? Keluar aja nggak bisa, telfon nggak bisa, gimana? Saya denger berita aja dari Anda,” selorohnya.

Sebelumnya, saat bersaksi di Pengadilan Tipikor, Rabu (17/2), Zaini mengungkapkan soal utang Edhy dan istrinya, Iis Rosita Dewi. Zaini Hanafi merupakan salah seorang pejabat KKP yang ikut serta dalam kunjungan Edhy dan Iis ke Amerika Serikat sebelum terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) tim Satgas KPK di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Banten, pada 25 November 2020.

Dia menuturkan, saat di sebuah toko di Hawaii, Edhy Prabowo membeli jam tangan merk Rolex. Melihat sang suami membeli jam tangan mewah, Iis yang merupakan anggota Komisi V DPR dari Fraksi Gerindra, juga ingin membeli jam serupa.

Namun, kartu kredit milik Edhy tidak bisa digunakan. “Kuota kartu kreditnya atau apanya, saya kurang ngerti, itu kehabisan,” ungkap Zaini.

Edhy kemudian meminjam kartu kredit Zaini. Tapi kartu itu juga tak bisa digunakan. Iis pun batal membeli jam tangan Rolex.

Keesokan harinya, Iis kembali meminjam kartu kredit milik Zaini. Kali ini, untuk belanja barang mewah lainnya. Di antaranya, tas, parfum, hingga sepatu.

Ketua Majelis Hakim Albertus Usada kemudian meminta Zaini merincikan barang-barang mewah yang dibeli Iis, berikut harganya. Zaini yang juga menjabat Staf Ahli Menteri Bidang Kemasyarakatan dan Hubungan Antarlembaga tersebut, menurut.

“Pertama, tas Hermes 2.600 dolar AS. Kemudian, parfum Hermes 300 dolar AS. Terus, syal seingat saya, kalau tidak salah, syal atau bros harganya itu 2.200 dolar AS. Kemudian, sepatu Channel ibu juga beli, 9.100 dollar AS,” ujarnya.

Jika dikonversikan ke rupiah dengan kurs saat ini, sepatu merk Channel dengan itu berharga sekitar Rp 128 juta.

Hakim kemudian bertanya, apakah Zaini sengaja menawarkan kepada Edhy dan Iis untuk meminjam kartu kreditnya. Menurutnya, Iis yang berinisiatif meminjamnya.

Hingga saat ini, Zaini mengaku, uang yang dipinjam Iis untuk membeli barang mewah belum dikembalikan. “Akan saya tagih. Karena pinjam Pak. Kalau enggak ditagih di akhirat,” katanya.

Zaini menyatakan kesiapannya untuk dikonfrontir dengan Iis Rosita Dewi dalam persidangan. “Nanti akan kami minta keterangan Bu Iis juga ya, apa pinjam atau saudara yang nawarin,” kata hakim yang diamini Zaini.

Dalam kasus ini, jaksa mendakwa Suharjito menyuap Edhy Prabowo selaku Menteri Kelautan dan Perikanan sebesar 103 ribu dolar AS atau sekitar 1,43 miliar dan Rp 706 juta.

Suap dengan total Rp 2,1 miliar itu diberikan agar PT DPPP mendapat izin ekspor benih lobster. Dikatakan jaksa, uang suap tersebut digunakan untuk kepentingan Edhy Prabowo dan istrinya. [OKT]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories