Dukung ASEAN Bantu Myanmar, Australia Nyumbang 5 Juta Dolar .

Australia memuji Pertemuan Pemimpin Persatuan Bangsa Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di Jakarta, pada 25 April lalu, tentang krisis di Myanmar.  Negeri Kanguru itu berkomitmen untuk memberikan bantuan dana sebesar 5 juta dolar Australia untuk bantuan kemanusiaan, khususnya untuk rakyat Myanmar.

Menurut Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia, Marise Payne, pertemuan yang dilakukan dalam keadaan sulit, dengan mempertemukan pihak-pihak regional untuk bersama-sama membahas krisis di Myanmar. Ia juga merespons positif lima poin konsensus hasil pertemuan tentang situasi di Myanmar.

“Australia menyambut baik diselenggarakannya Pertemuan Pemimpin ASEAN di Jakarta kemarin, dan diskusi tentang krisis di Myanmar,” kata Payne lewat surat keterangan dari Kedutaan Besar Australia Jakarta, Senin (26/4/2021).

Australia memandang ASEAN sebagai inti dari Indo-Pasifik yang terbuka, stabil, dan tangguh. Pertemuan tersebut menurut Payne memiliki peran penting untuk dilakukan dalam memetakan jalan keluar dari krisis saat ini.

Untuk mendukung lima poin konsensus yang disepakati pada pertemuan tersebut, Australia akan memberikan 5 juta dolar Australia atau sekitar Rp 56,5 miliar (1 dolar Australia=10.964,14) kepada Pusat Koordinasi Bantuan Kemanusiaan ASEAN untuk Pengendalian Bencana guna menyediakan bantuan kemanusiaan kepada Myanmar.

“Sebagai Mitra Dialog pertama ASEAN, kami berkomitmen kuat untuk mendukung upaya ASEAN secara konstruktif, dan kami mendesak penerapan lima poin konsensus segera mungkin,” ujarnya.

Inilah 5 poin konsensus hasil Pertemuan Pemimpin ASEAN:

1. Segera menghentikan kekerasan 2. Dimulainya dialog membangun di antara semua pihak terkait 3. Utusan khusus Ketua ASEAN yang akan memfasilitasi mediasi proses dialog, dengan bantuan Sekretaris Jenderal ASEAN 4.Pemberian bantuan kemanusiaan ASEAN melalui Pusat Koordinasi ASEAN untuk Bantuan Kemanusiaan terhadap Pengendalian Bencana 5.Kunjungan ke Myanmar oleh Utusan Khusus dan delegasi untuk bertemu dengan seluruh pihak terkait.

Payne menegaskan sejak kudeta 1 Februari, Australia secara konsisten menyerukan rezim militer untuk menahan diri dari kekerasan, membebaskan semua yang ditahan dan mengambil bagian dalam dialog. Australia mengutuk penggunaan kekuatan mematikan terus menerus dan mengerikan terhadap warga sipil di Myanmar, termasuk perempuan dan anak-anak. [MEL]

]]> .
Australia memuji Pertemuan Pemimpin Persatuan Bangsa Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di Jakarta, pada 25 April lalu, tentang krisis di Myanmar.  Negeri Kanguru itu berkomitmen untuk memberikan bantuan dana sebesar 5 juta dolar Australia untuk bantuan kemanusiaan, khususnya untuk rakyat Myanmar.

Menurut Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia, Marise Payne, pertemuan yang dilakukan dalam keadaan sulit, dengan mempertemukan pihak-pihak regional untuk bersama-sama membahas krisis di Myanmar. Ia juga merespons positif lima poin konsensus hasil pertemuan tentang situasi di Myanmar.

“Australia menyambut baik diselenggarakannya Pertemuan Pemimpin ASEAN di Jakarta kemarin, dan diskusi tentang krisis di Myanmar,” kata Payne lewat surat keterangan dari Kedutaan Besar Australia Jakarta, Senin (26/4/2021).

Australia memandang ASEAN sebagai inti dari Indo-Pasifik yang terbuka, stabil, dan tangguh. Pertemuan tersebut menurut Payne memiliki peran penting untuk dilakukan dalam memetakan jalan keluar dari krisis saat ini.

Untuk mendukung lima poin konsensus yang disepakati pada pertemuan tersebut, Australia akan memberikan 5 juta dolar Australia atau sekitar Rp 56,5 miliar (1 dolar Australia=10.964,14) kepada Pusat Koordinasi Bantuan Kemanusiaan ASEAN untuk Pengendalian Bencana guna menyediakan bantuan kemanusiaan kepada Myanmar.

“Sebagai Mitra Dialog pertama ASEAN, kami berkomitmen kuat untuk mendukung upaya ASEAN secara konstruktif, dan kami mendesak penerapan lima poin konsensus segera mungkin,” ujarnya.

Inilah 5 poin konsensus hasil Pertemuan Pemimpin ASEAN:

1. Segera menghentikan kekerasan 2. Dimulainya dialog membangun di antara semua pihak terkait 3. Utusan khusus Ketua ASEAN yang akan memfasilitasi mediasi proses dialog, dengan bantuan Sekretaris Jenderal ASEAN 4.Pemberian bantuan kemanusiaan ASEAN melalui Pusat Koordinasi ASEAN untuk Bantuan Kemanusiaan terhadap Pengendalian Bencana 5.Kunjungan ke Myanmar oleh Utusan Khusus dan delegasi untuk bertemu dengan seluruh pihak terkait.

Payne menegaskan sejak kudeta 1 Februari, Australia secara konsisten menyerukan rezim militer untuk menahan diri dari kekerasan, membebaskan semua yang ditahan dan mengambil bagian dalam dialog. Australia mengutuk penggunaan kekuatan mematikan terus menerus dan mengerikan terhadap warga sipil di Myanmar, termasuk perempuan dan anak-anak. [MEL]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories