Duh, Muncul Klaster Tawarih Di Pati, 56 Jemaah Positif Covid-19 .

Sebanyak 56 jemaah shalat tarawih di Masjid Al-Istiqomah, Perumahan RSS Sidokerto, Kecamatan Pati Kota, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka tertular dari imam shalat tawarih yang berstatus orang tanpa gejala alias OTG.

Bupati Pati Haryanto membenarkan hal ini. Klaster tawarih ini terungkap setelah beberapa jemaah shalat tarawih itu jatuh sakit dan dinyatakan positif Covid-19. Hasil tracing menunjukkan, mereka tertular dari imam. 

“Awalnya ada satu yang positif, kebetulan dia yang mengimami di sana karena masjidnya ber-AC lalu menularkan kepada jemaah. AC-nya pas di depan tempat imam soalnya,” ucap Haryanto, Sabtu (8/5).

Pemkab Pati gerak cepat mengatasi hal ini. Untuk mencegah penularan berlanjut, akses ke Perumahan RSS Sidokerto ditutup selama 14 hari, dari 7 sampai 21 Mei. 

Pemkab lalu melakukan tracing di 2 RT di perumahan itu dengan melakukan swab kepada warganya. 

Sebagian warga yang dinyatakan positif dievakuasi ke rumah sakit. Tapi, ada juga yang melakukan karantina di rumah. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati Martinus Budi, menambahkan, tracing juga dilakukan terhadap warga satu RT di sekitar perumahan itu. Warga tersebut juga bagian dari jemaah Masjid Al-Istiqomah. Pada Sabtu (8/4), sebanyak 200 orang warga di-rapid test antigen. [USU]

]]> .
Sebanyak 56 jemaah shalat tarawih di Masjid Al-Istiqomah, Perumahan RSS Sidokerto, Kecamatan Pati Kota, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka tertular dari imam shalat tawarih yang berstatus orang tanpa gejala alias OTG.

Bupati Pati Haryanto membenarkan hal ini. Klaster tawarih ini terungkap setelah beberapa jemaah shalat tarawih itu jatuh sakit dan dinyatakan positif Covid-19. Hasil tracing menunjukkan, mereka tertular dari imam. 

“Awalnya ada satu yang positif, kebetulan dia yang mengimami di sana karena masjidnya ber-AC lalu menularkan kepada jemaah. AC-nya pas di depan tempat imam soalnya,” ucap Haryanto, Sabtu (8/5).

Pemkab Pati gerak cepat mengatasi hal ini. Untuk mencegah penularan berlanjut, akses ke Perumahan RSS Sidokerto ditutup selama 14 hari, dari 7 sampai 21 Mei. 

Pemkab lalu melakukan tracing di 2 RT di perumahan itu dengan melakukan swab kepada warganya. 

Sebagian warga yang dinyatakan positif dievakuasi ke rumah sakit. Tapi, ada juga yang melakukan karantina di rumah. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati Martinus Budi, menambahkan, tracing juga dilakukan terhadap warga satu RT di sekitar perumahan itu. Warga tersebut juga bagian dari jemaah Masjid Al-Istiqomah. Pada Sabtu (8/4), sebanyak 200 orang warga di-rapid test antigen. [USU]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories