Dubes Kamapradipta Ajak Turis Swedia Pelesiran Ke Indonesia

Setelah vakum setahun karena pandemi, Swedia kembali menggelar Travel News Mar­ket 2021 di Kota Stockholm, Kamis (11/11). Indonesia ber­partisipasi dalam pameran pari­wisata terbesar di Negeri Nordik itu, bersama 120 pelaku bisnis sektor pariwisata dari berbagai negara.

Mengusung tema “Sustain­able and Quality Tourism”, Indonesia hadir untuk menso­sialisasikan masuknya Swedia sebagai salah satu dari 19 negara yang turisnya diperbolehkan masuk ke Tanah Air. Kehadiran ini diharapkan dapat mem­perkuat branding destinasi pari­wisata Nusantara.

Duta Besar (Dubes) Repub­lik Indonesia untuk Swedia dan Latvia yang berkedudukan di Stockholm, Kamapradipta Isnomo, gencar melakukan pro­mosi untuk terus mendorong peningkatan jumlah kunjungan wisatawan Swedia ke Indonesia.

“Promosi yang dilakukan KBRI Stockholm dalam pameran ini diadakan pada waktu yang tepat karena tingginya minat wisatawan Swedia yang ingin berlibur untuk melepas ke­jenuhan selama pandemi. Paket-paket wisata yang menawarkan aspek keberlanjutan dan mem­berikan jaminan kualitas,” ujar Dubes Kamapradipta.

Sebelum masa pandemi, kunjungan wisatawan Swedia ke Indonesia terus mengalami peningkatan. Yaitu, dari 51 ribu orang pada 2018 menjadi 56 ribu orang pada tahun 2019. Bahkan, selama pandemi pada 2020, sekitar 17 ribu wisatawan asal Swedia berkunjung ke Indonesia.

Dengan dibukanya kembali Indonesia bagi turis Swedia, jumlah kunjungan wisatawan Swedia diharapkan kembali tum­buh melebihi angka pada 2019.

 

“Indonesia dengan beragam seni dan budaya, kuliner serta flora dan faunanya di setiap daerah menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan Swedia yang memiliki karakter gemar men­coba hal-hal baru,” ujar Koor­dinator Fungsi Ekonomi KBRI Stockholm, Akbar Makarti.

Boyong 30 Turis

Pada pameran ini, KBRI Stock­holm bermitra dengan agen perjalanan lokal Swedia, Asien Paradisresor. Paket wisata yang ditawarkan mencakup eco-ad­venture, seperti berselancar dan bersepeda, serta budaya.

Lena Pålsson, pemilik agen perjalanan Go Slow Travel, yang berbasis di Stockholm, bersemangat dengan terbukanya pintu In­donesia untuk wisatawan Swedia. Dia juga sudah siap memboyong turis ke Indonesia seperti yang dilakukannya pada 2019.

“Saya gembira sekali men­dengar berita dibukanya Indo­nesia untuk wisatawan Swedia. Saya berencana membawa grup sebanyak 30 orang ke Bali untuk melakukan wisata spiritual awal tahun depan,” kata ena Pålsson.

Paket yang ditawarkan Go Slow Travel mencakup tiket pulang-pergi Stockholm-Bali, penginapan selama 9 hari, biaya berbagai excursions dan jasa pendamping spiritual ternama asal Swedia, Benny Rosenqvist.

Selama pameran, booth Indo­nesia dikunjungi berbagai agen perjalanan lokal, wakil pener­bangan internasional, seperti Finnair, Qatar Airways dan Aeroflot, majalah cetak dan digital Swedia. Serta calon wisatawan yang ingin mengetahui lebih banyak mengenai pera­turan dan prosedur keimigrasian yang berlaku saat ini. [PYB]

]]> Setelah vakum setahun karena pandemi, Swedia kembali menggelar Travel News Mar­ket 2021 di Kota Stockholm, Kamis (11/11). Indonesia ber­partisipasi dalam pameran pari­wisata terbesar di Negeri Nordik itu, bersama 120 pelaku bisnis sektor pariwisata dari berbagai negara.

Mengusung tema “Sustain­able and Quality Tourism”, Indonesia hadir untuk menso­sialisasikan masuknya Swedia sebagai salah satu dari 19 negara yang turisnya diperbolehkan masuk ke Tanah Air. Kehadiran ini diharapkan dapat mem­perkuat branding destinasi pari­wisata Nusantara.

Duta Besar (Dubes) Repub­lik Indonesia untuk Swedia dan Latvia yang berkedudukan di Stockholm, Kamapradipta Isnomo, gencar melakukan pro­mosi untuk terus mendorong peningkatan jumlah kunjungan wisatawan Swedia ke Indonesia.

“Promosi yang dilakukan KBRI Stockholm dalam pameran ini diadakan pada waktu yang tepat karena tingginya minat wisatawan Swedia yang ingin berlibur untuk melepas ke­jenuhan selama pandemi. Paket-paket wisata yang menawarkan aspek keberlanjutan dan mem­berikan jaminan kualitas,” ujar Dubes Kamapradipta.

Sebelum masa pandemi, kunjungan wisatawan Swedia ke Indonesia terus mengalami peningkatan. Yaitu, dari 51 ribu orang pada 2018 menjadi 56 ribu orang pada tahun 2019. Bahkan, selama pandemi pada 2020, sekitar 17 ribu wisatawan asal Swedia berkunjung ke Indonesia.

Dengan dibukanya kembali Indonesia bagi turis Swedia, jumlah kunjungan wisatawan Swedia diharapkan kembali tum­buh melebihi angka pada 2019.

 

“Indonesia dengan beragam seni dan budaya, kuliner serta flora dan faunanya di setiap daerah menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan Swedia yang memiliki karakter gemar men­coba hal-hal baru,” ujar Koor­dinator Fungsi Ekonomi KBRI Stockholm, Akbar Makarti.

Boyong 30 Turis

Pada pameran ini, KBRI Stock­holm bermitra dengan agen perjalanan lokal Swedia, Asien Paradisresor. Paket wisata yang ditawarkan mencakup eco-ad­venture, seperti berselancar dan bersepeda, serta budaya.

Lena Pålsson, pemilik agen perjalanan Go Slow Travel, yang berbasis di Stockholm, bersemangat dengan terbukanya pintu In­donesia untuk wisatawan Swedia. Dia juga sudah siap memboyong turis ke Indonesia seperti yang dilakukannya pada 2019.

“Saya gembira sekali men­dengar berita dibukanya Indo­nesia untuk wisatawan Swedia. Saya berencana membawa grup sebanyak 30 orang ke Bali untuk melakukan wisata spiritual awal tahun depan,” kata ena Pålsson.

Paket yang ditawarkan Go Slow Travel mencakup tiket pulang-pergi Stockholm-Bali, penginapan selama 9 hari, biaya berbagai excursions dan jasa pendamping spiritual ternama asal Swedia, Benny Rosenqvist.

Selama pameran, booth Indo­nesia dikunjungi berbagai agen perjalanan lokal, wakil pener­bangan internasional, seperti Finnair, Qatar Airways dan Aeroflot, majalah cetak dan digital Swedia. Serta calon wisatawan yang ingin mengetahui lebih banyak mengenai pera­turan dan prosedur keimigrasian yang berlaku saat ini. [PYB]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories