Dualisme Partai Bakal Bikin KPU Jadi Korban

Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari menilai, jika dualisme Partai Demokrat berlanjut hingga Pemilu 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) bakal kerepotan.

Hal ini disampaikan Qodari, menyikapi Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat Sumatera Utara yang memutuskan mengangkat Moeldoko sebagai ketua umum partai berlambang bintang mercy itu.

“Kalau nanti keduanya sama-sama mengajukan calon, bisa jadi KPU-nya jadi korban karena didesak dari kubu Munas Demokrat 2020 dan KLB Demokrat 2021,” kata Qodari saat dihubungi RM.id Jumat (5/3).

Untuk mencegah hal itu terjadi, Qodari mengusulkan Ketua Umum Demokrat Munas 2020, Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY, dan Ketua Umum Demokrat versi KLB 2021, Moeldoko, duduk bersama untuk membahas upaya rekonsiliasi.

Diingatkan Qodari, peristiwa serupa pernah terjadi di tubuh Golkar, saat Aburizal Bakrie dan Agung Laksono sama-sama mengklaim sebagai orang nomor satu di partai berlambang Beringin itu.

“Akhirnya diselesaikan dengan kongres bersama atau KLB, di mana ARB dan Agung tidak maju lagi, lalu melahirkan nama Setya Novanto,” tuturnya.

Diketahui, KLB Demokrat di Deli Serdang, Sumut, telah memutuskan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko sebagai Ketua Umum Demokrat menggantikan Agus Harimurti Yudhoyono.

Moeldoko mengalahkan mantan Sekretaris Jenderal Demokrat Marzuki Alie dalam hitung cepat atau voting. [UMM]

]]> Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari menilai, jika dualisme Partai Demokrat berlanjut hingga Pemilu 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) bakal kerepotan.

Hal ini disampaikan Qodari, menyikapi Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat Sumatera Utara yang memutuskan mengangkat Moeldoko sebagai ketua umum partai berlambang bintang mercy itu.

“Kalau nanti keduanya sama-sama mengajukan calon, bisa jadi KPU-nya jadi korban karena didesak dari kubu Munas Demokrat 2020 dan KLB Demokrat 2021,” kata Qodari saat dihubungi RM.id Jumat (5/3).

Untuk mencegah hal itu terjadi, Qodari mengusulkan Ketua Umum Demokrat Munas 2020, Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY, dan Ketua Umum Demokrat versi KLB 2021, Moeldoko, duduk bersama untuk membahas upaya rekonsiliasi.

Diingatkan Qodari, peristiwa serupa pernah terjadi di tubuh Golkar, saat Aburizal Bakrie dan Agung Laksono sama-sama mengklaim sebagai orang nomor satu di partai berlambang Beringin itu.

“Akhirnya diselesaikan dengan kongres bersama atau KLB, di mana ARB dan Agung tidak maju lagi, lalu melahirkan nama Setya Novanto,” tuturnya.

Diketahui, KLB Demokrat di Deli Serdang, Sumut, telah memutuskan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko sebagai Ketua Umum Demokrat menggantikan Agus Harimurti Yudhoyono.

Moeldoko mengalahkan mantan Sekretaris Jenderal Demokrat Marzuki Alie dalam hitung cepat atau voting. [UMM]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories