DPRD DKI: Tracing Seluruh Suporter Persija Yang Bekerumun Di HI

Pesta kemenangan Persija Jakarta oleh The Jakmania, suporter klub asal ibu kota disayangkan banyak pihak. Sebab, ini dilakukan di tengah pandemi Covid-19.

Anggota Komisi B DPRD DKI Gilbert Simanjuntak menyatakan, euforia kemenangan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), MH Thamrin-Sudirman, Jakarta Pusat, jelas mengabaikan protokol kesehatan Covid-19.

“Para suporter berkerumun dan tak memakai masker. Amat berpotensi terjadi penyebaran virus Covid-19,” kata Gilbert dalam keterangannya, Senin (26/4).

Dia menilai, aparat kurang tegas. Selain itu, jumlah mereka tidak sebanding dengan suporter yang tumpah ruah. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI pun diminta mendata kerumunan. Caranya, berkoordinasi dengan pengurus suporter siapa saja yang ikut dalam pawai tersebut.

“Saya khawatir akan memicu klaster baru. Data kelompok superter tersebut untuk di-tracing. Ke depan harus lebih antisipatif bila ada potensi kerumunan. Semestinya Pemprov DKI Jakarta sejak awal sudah mengetahui, dan mengimbau seluruh perwakilan pengurus suporter,” kata dia.

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyesalkan aksi suporter ini. Dalam masa pandemi, harusnya seluruh pihak menghindari kerumunan. Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengingatkan, setiap orang seharusnya melindungi keselamatan dirinya dan orang lain dari Covid-19. Yakni dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

“Mestinya kreatif, bisa melakukan selebrasi secara virtual yang tidak berisiko menularkan Covid-19. Meski virtual, tak mengurangi semangat olahraga dan ekspresi kegembiraan,” tegasnya.

Seperti diketahui, ratusan pendukung Persija Jakarta merayakan juara Piala Menpora 2021 usai timnya mengalahkan rival bebuyutan, Persib Bandung. Pesta kemenangan berlangsung di kawasan Bundaran HI, MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (25/4) malam hingga Senin (26/4) dini hari.

Dari berbagai akun media sosial, pendukung Macan Kemayoran berbaju serba oranye ini berkerumun tanpa memakai masker. Mereka datang naik sepeda motor, maupun dengan berjalan kaki. Sembari memakai atribut Persija lainnya, para suporter berkeliling menabuh drum, mengibarkan bendera klub dan menyalakan suar. Akibat kerumunan ini, arus lalu lintas di Jalan Sudirman-Thamrin yang sebelumnya lengang menjadi padat.

Bukan cuman orang dewasa, bocah kecil tanggung juga ikutan dalam pesta kemenangan ini. Tak hanya nyanyi-nyanyi menabuh drum, suporter juga membakar petasan. Ada juga aksi Jakmania yang ekstrem. Yakni menceburkan diri di Kolam Bundaran HI. Euforia kemenangan Persija dilakukan The Jakmania hingga dini hari.

Polisi akhirnya membubarkan kerumunan massa ini pada dini hari. Sebanyak 65 suporter Persija diamankan. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menyampaikan, mereka membuat keramaian tanpa mengantongi izin dari kepolisian.

“Petugas Polda Metro Jaya dan Polres Jakpus melakukan pembubaran kerumunan tersebut, karena saat ini PPKM skala mikro, jangan sampai jadi klaster dari pada Covid-19,” kata Yusri di Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (26/4). [FAQ]

]]> Pesta kemenangan Persija Jakarta oleh The Jakmania, suporter klub asal ibu kota disayangkan banyak pihak. Sebab, ini dilakukan di tengah pandemi Covid-19.

Anggota Komisi B DPRD DKI Gilbert Simanjuntak menyatakan, euforia kemenangan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), MH Thamrin-Sudirman, Jakarta Pusat, jelas mengabaikan protokol kesehatan Covid-19.

“Para suporter berkerumun dan tak memakai masker. Amat berpotensi terjadi penyebaran virus Covid-19,” kata Gilbert dalam keterangannya, Senin (26/4).

Dia menilai, aparat kurang tegas. Selain itu, jumlah mereka tidak sebanding dengan suporter yang tumpah ruah. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI pun diminta mendata kerumunan. Caranya, berkoordinasi dengan pengurus suporter siapa saja yang ikut dalam pawai tersebut.

“Saya khawatir akan memicu klaster baru. Data kelompok superter tersebut untuk di-tracing. Ke depan harus lebih antisipatif bila ada potensi kerumunan. Semestinya Pemprov DKI Jakarta sejak awal sudah mengetahui, dan mengimbau seluruh perwakilan pengurus suporter,” kata dia.

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyesalkan aksi suporter ini. Dalam masa pandemi, harusnya seluruh pihak menghindari kerumunan. Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengingatkan, setiap orang seharusnya melindungi keselamatan dirinya dan orang lain dari Covid-19. Yakni dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

“Mestinya kreatif, bisa melakukan selebrasi secara virtual yang tidak berisiko menularkan Covid-19. Meski virtual, tak mengurangi semangat olahraga dan ekspresi kegembiraan,” tegasnya.

Seperti diketahui, ratusan pendukung Persija Jakarta merayakan juara Piala Menpora 2021 usai timnya mengalahkan rival bebuyutan, Persib Bandung. Pesta kemenangan berlangsung di kawasan Bundaran HI, MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (25/4) malam hingga Senin (26/4) dini hari.

Dari berbagai akun media sosial, pendukung Macan Kemayoran berbaju serba oranye ini berkerumun tanpa memakai masker. Mereka datang naik sepeda motor, maupun dengan berjalan kaki. Sembari memakai atribut Persija lainnya, para suporter berkeliling menabuh drum, mengibarkan bendera klub dan menyalakan suar. Akibat kerumunan ini, arus lalu lintas di Jalan Sudirman-Thamrin yang sebelumnya lengang menjadi padat.

Bukan cuman orang dewasa, bocah kecil tanggung juga ikutan dalam pesta kemenangan ini. Tak hanya nyanyi-nyanyi menabuh drum, suporter juga membakar petasan. Ada juga aksi Jakmania yang ekstrem. Yakni menceburkan diri di Kolam Bundaran HI. Euforia kemenangan Persija dilakukan The Jakmania hingga dini hari.

Polisi akhirnya membubarkan kerumunan massa ini pada dini hari. Sebanyak 65 suporter Persija diamankan. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menyampaikan, mereka membuat keramaian tanpa mengantongi izin dari kepolisian.

“Petugas Polda Metro Jaya dan Polres Jakpus melakukan pembubaran kerumunan tersebut, karena saat ini PPKM skala mikro, jangan sampai jadi klaster dari pada Covid-19,” kata Yusri di Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (26/4). [FAQ]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories