DP Nol Persen Kerek Penjualan Rumah Di Jabodetabek .

Kebijakan uang muka (down payment/DP) nol persen dinilai akan berdampak pada peningkatan permintaan (demand) rumah di sejumlah kota-kota besar, seperti Jabodetabek hingga Manado melonjak.

Hal tersebut dikatakan Country Manager Rumah123.com Maria Herawati Manik  dalam virtual media gathering Proyeksi Arah Properti 2021 bertajuk Melihat Tantangan dan Peluang Industri Properti Di Masa Pemulihan Pandemi Covid-19, Rabu (24/2).

Menurut dia, dari sisi demand itu sendiri, kawasan Jabodetabek menempati peringkat pertama peningkatan demand. Tak hanya di Jabodetabek, penyebaran peningkatan demand tersebut kemudian diikuti oleh kota-kota selanjutnya, antara lain Bandung, Surabaya, Makasar, Manado, dan beberapa wilayah lainnya sampai dengan Jawa Tengah.

“Jadi peningkatan demand perumahan akibat DP nol persen ini memang akan cenderung terkonsentrasi, terutama di kota-kota besar,” bebernya.

Maria menegaskan, untuk penyebarannya kembali lagi pada tipe properti dan demand itu sendiri baik dari segi harga yang ditawarkan bergantung pada supply yang diberikan yang mana di Rumah123.com sendiri dari agen properti dan yang kedua adalah dari pengembang.

“Dengan demikian saya tidak bisa mengatakan bahwa itu hanya terkonsentrasi di satu wilayah, tapi kemungkinan penyebaran peningkatan demand tersebut akibat DP nol persen apakah akan sangat merata di semua wilayah kemungkinan tidak,” ucapnya.

Untuk itu, konsentrasinya masih terdapat di beberapa kota besar di Indonesia yang mana selama ini merupakan konsumen database di Rumah123.com.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (Arebi) Lukas Bong. Ia mengaku, kebijakan tersebut membuat pasar properti lebih optimistis di 2021. Selain kebijakan DP nol persen KPR oleh BI, ia menyebutkan ada beberapa indikator.

“Vaksinasi nasional salah satunya. Kemudian didorong adanya UU Omnibus Law yang akan menarik minat asing terutama berinvestasi di sektor properti,” katanya.

Tren perumahan yang diminati tahun ini ia prediksi masih di rumah tapak, di mana saat ini lokasi, transportasi dan lingkungan menjadi pertimbangan memilih hunian.

Sementara terkait naiknya demand perumahan di Jabodetabe, selain karena DP juga merupakan wilayah dengan jumlah populasi yang luar biasa, dan kemudian diikuti oleh beberapa kota besar lainnya seperti Bandung, Surabaya, Semarang, Makasar, dan kota-kota besar lainnya. [DWI]

]]> .
Kebijakan uang muka (down payment/DP) nol persen dinilai akan berdampak pada peningkatan permintaan (demand) rumah di sejumlah kota-kota besar, seperti Jabodetabek hingga Manado melonjak.

Hal tersebut dikatakan Country Manager Rumah123.com Maria Herawati Manik  dalam virtual media gathering Proyeksi Arah Properti 2021 bertajuk Melihat Tantangan dan Peluang Industri Properti Di Masa Pemulihan Pandemi Covid-19, Rabu (24/2).

Menurut dia, dari sisi demand itu sendiri, kawasan Jabodetabek menempati peringkat pertama peningkatan demand. Tak hanya di Jabodetabek, penyebaran peningkatan demand tersebut kemudian diikuti oleh kota-kota selanjutnya, antara lain Bandung, Surabaya, Makasar, Manado, dan beberapa wilayah lainnya sampai dengan Jawa Tengah.

“Jadi peningkatan demand perumahan akibat DP nol persen ini memang akan cenderung terkonsentrasi, terutama di kota-kota besar,” bebernya.

Maria menegaskan, untuk penyebarannya kembali lagi pada tipe properti dan demand itu sendiri baik dari segi harga yang ditawarkan bergantung pada supply yang diberikan yang mana di Rumah123.com sendiri dari agen properti dan yang kedua adalah dari pengembang.

“Dengan demikian saya tidak bisa mengatakan bahwa itu hanya terkonsentrasi di satu wilayah, tapi kemungkinan penyebaran peningkatan demand tersebut akibat DP nol persen apakah akan sangat merata di semua wilayah kemungkinan tidak,” ucapnya.

Untuk itu, konsentrasinya masih terdapat di beberapa kota besar di Indonesia yang mana selama ini merupakan konsumen database di Rumah123.com.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (Arebi) Lukas Bong. Ia mengaku, kebijakan tersebut membuat pasar properti lebih optimistis di 2021. Selain kebijakan DP nol persen KPR oleh BI, ia menyebutkan ada beberapa indikator.

“Vaksinasi nasional salah satunya. Kemudian didorong adanya UU Omnibus Law yang akan menarik minat asing terutama berinvestasi di sektor properti,” katanya.

Tren perumahan yang diminati tahun ini ia prediksi masih di rumah tapak, di mana saat ini lokasi, transportasi dan lingkungan menjadi pertimbangan memilih hunian.

Sementara terkait naiknya demand perumahan di Jabodetabe, selain karena DP juga merupakan wilayah dengan jumlah populasi yang luar biasa, dan kemudian diikuti oleh beberapa kota besar lainnya seperti Bandung, Surabaya, Semarang, Makasar, dan kota-kota besar lainnya. [DWI]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories