Dosis 2 Dan Booster Bebas Yang Belum Vaksin Covid-19 Juga Boleh Masuk Indonesia

Belum vaksin Covid-19 pun, kini boleh masuk Indonesia. Hanya saja, harus masuk karantina selama 5×24 jam.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito menjelaskan Surat Edaran (SE) Satgas Nomor 19 tahun 2022 terkait protokol kesehatan (prokes) bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) Atau pelaku perjalanan internasional.

Pertama, kata Wiku, sudah tidak diwajibkan bagi seluruh pelaku perjalanan internasional untuk menunjukkan hasil negatif Covid-19 sebelum memasuki Indonesia, baik PCR maupun antigen. Asalkan, telah memenuhi kelengkapan data profil di PeduliLindungi dan telah vaksin Covid-19 lengkap atau dua dosis.

“Kebijakan tes Covid-19 ulang tetap berlaku bagi pelaku perjalanan yang ditemukan menunjukkan gejala mirip Covid-19 atau suhu di atas 37,5 derajat celcius atau disebut suspek,” katanya.

Wiku menambahkan, kewa­jiban karantina juga hanya ber­laku bagi pelaku perjalanan yang belum divaksinasi atau sudah divaksin dosis pertama minimal 14 hari sebelum keberangkatan selama 5x 24 jam.

“Khusus pelaku perjalanan yang masuk ke dalam kategori PPLN yang telah selesai menjalankan isolasi atau perawatan Covid-19 dan dinyatakan tidak aktif menularkan, sudah tidak lagi wajib melakukan tes ulang saat kedatangan, sama seperti peng­aturan sebelumnya,” katanya.

Kategori tersebut, kata Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), akan dikecualikan untuk menunjukkan sertifikat vaksin. Yaitu, dengan cara mam­pu menunjukkan surat keteran­gan dari rumah sakit Pemerintah atau kementerian kesehatan negara keberangkatan, bahwa sudah tidak aktif menularkan Covid-19

Netizen senang aturan karan­tina dan tes Covid-19 bagi PPLN yang sudah vaksin lengkap atau lebih, dihapus pemerintah. Termasuk, kewajiban karantina bagi PPLN yang baru vaksin do­sis 1 dan belum vaksin Covid-19 sama sekali.

Akun @contactap2 menegas­kan kembali. Kata dia, sesuai SE Satgas Nomor 19 Tahun 2022, seluruh PPLN WNI termasuk anak usia di bawah 2 tahun yang ingin masuk ke Indonesia, tidak diwajibkan membawa hasil PCR Test dari negara ke­berangkatan.

 

“Apabila telah memiliki vak­sin dosis kedua/ketiga, maka tidak dilakukan karantina,” terangnya.

“Kalau melanggar karantina bisa diancam hukuman penjara 1 tahun dan/atau denda Rp 100 juta (Pasal 93 UU 6/2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan),” sambung @rezakaisar3.

Akun @dov_Now mengaku senang karena akhirnya pelaku perjalanan luar negeri tidak perlu tes PCR dan juga karantina bagi yang sudah vaksin lengkap atau booster. Indonesia, kata @byocookies, sudah bebas karan­tina bagi PPLN dengan vaksin lengkap.

“Dan bebas tes Covid,” ka­ta @byocookies.

Akun @taniawijaya mengatakan, pandemi Covid-19 sepertinya akan berakhir. Buktinya, border negara sudah tidak seketat dulu. Karantina juga, kata dia, sudah tidak ada setelah perjalanan dari luar negeri.

“Angka positive sudah menu­run, kasus kematian pun begitu. Akhirnya, pandemi mengarah ke titik terang. Kondisi mulai normal kembali,” kata dia.

Akun @drpriono1 tidak setu­ju kebijakan bebas tes Covid-19 bagi PPLN dan domestik, meski sudah vaksin dua dosis. Dia me­nekankan, pelaku perjalanan do­mestik dan luar negeri sebaiknya tetap harus tes Covid-19, baik untuk dosis 2 ataupun booster.

“Ingat, hasil survei meng­indikasikan kadar rata-rata anti­bodi yang tertinggi hanya pada yang sudah dibooster. Terbukti mudik tetap aman, tak ada lon­jakan,” kata dia.

Akun @ferdymad juga melakukan bantahan. Kata dia, tidak semua pemudik sudah dibakain booster. Terutama, kata dia, para pemudik yang meng­gunakan mobil pribadi, ataupun mobil travel.

“Wong nggak diperiksa,” ujar dia. [TIF]

]]> Belum vaksin Covid-19 pun, kini boleh masuk Indonesia. Hanya saja, harus masuk karantina selama 5×24 jam.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito menjelaskan Surat Edaran (SE) Satgas Nomor 19 tahun 2022 terkait protokol kesehatan (prokes) bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) Atau pelaku perjalanan internasional.

Pertama, kata Wiku, sudah tidak diwajibkan bagi seluruh pelaku perjalanan internasional untuk menunjukkan hasil negatif Covid-19 sebelum memasuki Indonesia, baik PCR maupun antigen. Asalkan, telah memenuhi kelengkapan data profil di PeduliLindungi dan telah vaksin Covid-19 lengkap atau dua dosis.

“Kebijakan tes Covid-19 ulang tetap berlaku bagi pelaku perjalanan yang ditemukan menunjukkan gejala mirip Covid-19 atau suhu di atas 37,5 derajat celcius atau disebut suspek,” katanya.

Wiku menambahkan, kewa­jiban karantina juga hanya ber­laku bagi pelaku perjalanan yang belum divaksinasi atau sudah divaksin dosis pertama minimal 14 hari sebelum keberangkatan selama 5x 24 jam.

“Khusus pelaku perjalanan yang masuk ke dalam kategori PPLN yang telah selesai menjalankan isolasi atau perawatan Covid-19 dan dinyatakan tidak aktif menularkan, sudah tidak lagi wajib melakukan tes ulang saat kedatangan, sama seperti peng­aturan sebelumnya,” katanya.

Kategori tersebut, kata Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), akan dikecualikan untuk menunjukkan sertifikat vaksin. Yaitu, dengan cara mam­pu menunjukkan surat keteran­gan dari rumah sakit Pemerintah atau kementerian kesehatan negara keberangkatan, bahwa sudah tidak aktif menularkan Covid-19

Netizen senang aturan karan­tina dan tes Covid-19 bagi PPLN yang sudah vaksin lengkap atau lebih, dihapus pemerintah. Termasuk, kewajiban karantina bagi PPLN yang baru vaksin do­sis 1 dan belum vaksin Covid-19 sama sekali.

Akun @contactap2 menegas­kan kembali. Kata dia, sesuai SE Satgas Nomor 19 Tahun 2022, seluruh PPLN WNI termasuk anak usia di bawah 2 tahun yang ingin masuk ke Indonesia, tidak diwajibkan membawa hasil PCR Test dari negara ke­berangkatan.

 

“Apabila telah memiliki vak­sin dosis kedua/ketiga, maka tidak dilakukan karantina,” terangnya.

“Kalau melanggar karantina bisa diancam hukuman penjara 1 tahun dan/atau denda Rp 100 juta (Pasal 93 UU 6/2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan),” sambung @rezakaisar3.

Akun @dov_Now mengaku senang karena akhirnya pelaku perjalanan luar negeri tidak perlu tes PCR dan juga karantina bagi yang sudah vaksin lengkap atau booster. Indonesia, kata @byocookies, sudah bebas karan­tina bagi PPLN dengan vaksin lengkap.

“Dan bebas tes Covid,” ka­ta @byocookies.

Akun @taniawijaya mengatakan, pandemi Covid-19 sepertinya akan berakhir. Buktinya, border negara sudah tidak seketat dulu. Karantina juga, kata dia, sudah tidak ada setelah perjalanan dari luar negeri.

“Angka positive sudah menu­run, kasus kematian pun begitu. Akhirnya, pandemi mengarah ke titik terang. Kondisi mulai normal kembali,” kata dia.

Akun @drpriono1 tidak setu­ju kebijakan bebas tes Covid-19 bagi PPLN dan domestik, meski sudah vaksin dua dosis. Dia me­nekankan, pelaku perjalanan do­mestik dan luar negeri sebaiknya tetap harus tes Covid-19, baik untuk dosis 2 ataupun booster.

“Ingat, hasil survei meng­indikasikan kadar rata-rata anti­bodi yang tertinggi hanya pada yang sudah dibooster. Terbukti mudik tetap aman, tak ada lon­jakan,” kata dia.

Akun @ferdymad juga melakukan bantahan. Kata dia, tidak semua pemudik sudah dibakain booster. Terutama, kata dia, para pemudik yang meng­gunakan mobil pribadi, ataupun mobil travel.

“Wong nggak diperiksa,” ujar dia. [TIF]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories