Dorong Prestasi Pecatur Indonesia, Idris Laena Gelar Turnamen Nasional

Sekitar 500 pecatur yang datang dari berbagai kota dan provinsi di Indonesia, memadati Plaza Gedung Nusantara V, Komplek Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Minggu (17/7). Kehadiran mereka di komplek gedung wakil rakyat itu untuk mengikuti Turnamen Catur Nasional.  

Turnamen yang memperebutkan Piala Ir. H. M. Idris Laena itu bukan turnamen biasa. Sebab di sana hadir dan ikut bertanding Grand Master Catur Internasional Susanto Megaranto dan sejumlah grand master catur nasional lainnya.

Idris Laena dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung acara itu sehingga turnamen yang digelar terselenggara dengan lancar. “Kami juga khusus ucapkan terima kasih kepada PB Percasi,” ujar pria yang saat ini menjadi Ketua Fraksi Partai Golkar MPR itu.  

Turnamen yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB itu menurut Idris Laena, digelar sebagai bentuk kepedulian dirinya terhadap upaya meningkatkan kapasitas pecatur di Indonesia. Kegiatan ini menurut Ketua Badan Anggaran MPR itu perlu dilakukan rutin dan sering agar prestasi pecatur di tanah air tak kalah dengan pecatur negara lainnya.

“Turnamen ini merupakan salah satu instrumen untuk meningkatkan prestasi dan kapasitas pecatur,” ujar pria asal Riau itu.

Untuk itu, sebagai salah satu pimpinan di MPR, pria yang saat ini bertugas di Komisi VI DPR itu menyambut baik dan mendukung terselenggaranya turnamen itu.  

Pria yang juga menjadi Ketua Umum Satuan Karya (Satkat) Ulama Indonesia itu juga mengingatkan, kegiatan yang diadakan tidak hanya sekadar untuk bertanding. Namun juga untuk menjalin persahabatan dan persaudaraan di antara anak bangsa, terutama pecatur. Ini sesuai dengan konsep MPR sebagai rumah kebangsaan.

“Pertandingan catur bukan semata tempat berkompetisi dalam rangka olahraga tetapi juga sebagai sarana untuk membangun persahabatan dan silaturahmi,” tegasnya.  

Baginya, menang dalam pertandingan adalah suatu hal yang membanggakan. Namun persahabatan adalah di atas segalanya. Ia mengutip kata-kata mutiara dalam salah satu atlet Olimpiade saat berlaga di Jerman.

“Penghargaan, hadiah, medali, yang diperoleh di setiap turnamen tidak akan bertahan lama tetapi persahabatan dan persaudaraan yang tercipta dari kompetisi itu akan abadi,” ujar Idris.

Ungkapan atlet tersebut menurutnya sesuai dengan jiwa catur, yakni semua bersaudara  dan satu keluarga. “Untuk itu kita akan terus dukung turnamen catur,” pungkasnya. ■

]]> Sekitar 500 pecatur yang datang dari berbagai kota dan provinsi di Indonesia, memadati Plaza Gedung Nusantara V, Komplek Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Minggu (17/7). Kehadiran mereka di komplek gedung wakil rakyat itu untuk mengikuti Turnamen Catur Nasional.  

Turnamen yang memperebutkan Piala Ir. H. M. Idris Laena itu bukan turnamen biasa. Sebab di sana hadir dan ikut bertanding Grand Master Catur Internasional Susanto Megaranto dan sejumlah grand master catur nasional lainnya.

Idris Laena dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung acara itu sehingga turnamen yang digelar terselenggara dengan lancar. “Kami juga khusus ucapkan terima kasih kepada PB Percasi,” ujar pria yang saat ini menjadi Ketua Fraksi Partai Golkar MPR itu.  

Turnamen yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB itu menurut Idris Laena, digelar sebagai bentuk kepedulian dirinya terhadap upaya meningkatkan kapasitas pecatur di Indonesia. Kegiatan ini menurut Ketua Badan Anggaran MPR itu perlu dilakukan rutin dan sering agar prestasi pecatur di tanah air tak kalah dengan pecatur negara lainnya.

“Turnamen ini merupakan salah satu instrumen untuk meningkatkan prestasi dan kapasitas pecatur,” ujar pria asal Riau itu.

Untuk itu, sebagai salah satu pimpinan di MPR, pria yang saat ini bertugas di Komisi VI DPR itu menyambut baik dan mendukung terselenggaranya turnamen itu.  

Pria yang juga menjadi Ketua Umum Satuan Karya (Satkat) Ulama Indonesia itu juga mengingatkan, kegiatan yang diadakan tidak hanya sekadar untuk bertanding. Namun juga untuk menjalin persahabatan dan persaudaraan di antara anak bangsa, terutama pecatur. Ini sesuai dengan konsep MPR sebagai rumah kebangsaan.

“Pertandingan catur bukan semata tempat berkompetisi dalam rangka olahraga tetapi juga sebagai sarana untuk membangun persahabatan dan silaturahmi,” tegasnya.  

Baginya, menang dalam pertandingan adalah suatu hal yang membanggakan. Namun persahabatan adalah di atas segalanya. Ia mengutip kata-kata mutiara dalam salah satu atlet Olimpiade saat berlaga di Jerman.

“Penghargaan, hadiah, medali, yang diperoleh di setiap turnamen tidak akan bertahan lama tetapi persahabatan dan persaudaraan yang tercipta dari kompetisi itu akan abadi,” ujar Idris.

Ungkapan atlet tersebut menurutnya sesuai dengan jiwa catur, yakni semua bersaudara  dan satu keluarga. “Untuk itu kita akan terus dukung turnamen catur,” pungkasnya. ■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories