Dorong Peningkatan Keselamatan Transportasi Kemenhub Luncurkan Kampanye “Yuk Selamat Bersama” .

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meluncurkan kampanye kolaboratif “Yuk Selamat Bersama” dalam rangka mengedukasi insan transportasi dan masyarakat akan pentingnya menjaga keselamatan dalam bertransportasi. Peluncuran dibuka Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi secara virtual, di Jakarta, Rabu (17/3).

“Keselamatan merupakan muara utama dalam sebuah penyelenggaraan transportasi. Untuk itu, perlu langkah, komitmen, dan kolaborasi yang baik antarpemangku kepentingan, untuk mewujudkan kemajuan dan peningkatan keselamatan transportasi di Indonesia,” kata BKS, sapaan akrab Budi Karya, dalam keterangan yang diterima RM.id, Rabu (17/3).

Kemenhub terus mendorong para pelaku di sektor transportasi untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada dalam upaya meningkatkan keselamatan transportasi. BKS juga menginstruksikan jajarannya untuk selalu konsisten mengedepankan keselamatan dalam setiap pelaksanaan tugas melayani masyarakat serta menjadi pelopor keselamatan bertransportasi. 

Dalam peluncuran tersebut, Kemenhub menyelenggarakan dialog publik yang menghadirkan sejumlah narasumber top. Mereka adalah Sekjen Kemenhub Djoko Sasono, Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono, Sekjen Masyarakat Transportasi Indonesia Harya S Dillon, dan pesepeda yang juga artis Nirina Zubir.

Djoko Sasono mengatakan, kampanye ini merupakan bagian dari upaya Kemenhub untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya menjaga aspek keselamatan dalam bertransportasi. “Semua orang butuh selamat. Maka kita semua harus komit untuk menjaga keselamatan diri kita dan orang lain. Untuk itu, Kemenhub perlu mengawal untuk itu,” ucapnya.

Sementara, Soerjanto Tjahjono menyampaikan, semua pihak memiliki peran penting untuk menjaga keselamatan. “Misalnya, para pemilik hotel atau tempat wisata bisa menyediakan tempat yang layak bagi para pengemudi bus untuk beristirahat. Karena banyak kecelakaan yang disebabkan karena kelelahan pengemudi,” tuturnya. 

Selanjutnya, Nirina Zubir mengatakan, kesadaran akan keselamatan harus dimulai dari diri sendiri dan tentunya harus memahami aturan-aturan terkait keselamatan. 

“Saya sebagai pesepeda harus tahu dan paham aturan-aturan dalam bersepeda. Kalau kita disiplin, Insya Allah bisa terhindar dari kecelakaan. Kalau ada yang mengatakan kesehatan itu mahal, maka keselamatan juga sama mahalnya,” ujar Nirina.

Kampanye kolaboratif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan di sektor transportasi ini dimulai Maret 2021 sampai 31 Mei 2021. [USU]

]]> .
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meluncurkan kampanye kolaboratif “Yuk Selamat Bersama” dalam rangka mengedukasi insan transportasi dan masyarakat akan pentingnya menjaga keselamatan dalam bertransportasi. Peluncuran dibuka Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi secara virtual, di Jakarta, Rabu (17/3).

“Keselamatan merupakan muara utama dalam sebuah penyelenggaraan transportasi. Untuk itu, perlu langkah, komitmen, dan kolaborasi yang baik antarpemangku kepentingan, untuk mewujudkan kemajuan dan peningkatan keselamatan transportasi di Indonesia,” kata BKS, sapaan akrab Budi Karya, dalam keterangan yang diterima RM.id, Rabu (17/3).

Kemenhub terus mendorong para pelaku di sektor transportasi untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada dalam upaya meningkatkan keselamatan transportasi. BKS juga menginstruksikan jajarannya untuk selalu konsisten mengedepankan keselamatan dalam setiap pelaksanaan tugas melayani masyarakat serta menjadi pelopor keselamatan bertransportasi. 

Dalam peluncuran tersebut, Kemenhub menyelenggarakan dialog publik yang menghadirkan sejumlah narasumber top. Mereka adalah Sekjen Kemenhub Djoko Sasono, Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono, Sekjen Masyarakat Transportasi Indonesia Harya S Dillon, dan pesepeda yang juga artis Nirina Zubir.

Djoko Sasono mengatakan, kampanye ini merupakan bagian dari upaya Kemenhub untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya menjaga aspek keselamatan dalam bertransportasi. “Semua orang butuh selamat. Maka kita semua harus komit untuk menjaga keselamatan diri kita dan orang lain. Untuk itu, Kemenhub perlu mengawal untuk itu,” ucapnya.

Sementara, Soerjanto Tjahjono menyampaikan, semua pihak memiliki peran penting untuk menjaga keselamatan. “Misalnya, para pemilik hotel atau tempat wisata bisa menyediakan tempat yang layak bagi para pengemudi bus untuk beristirahat. Karena banyak kecelakaan yang disebabkan karena kelelahan pengemudi,” tuturnya. 

Selanjutnya, Nirina Zubir mengatakan, kesadaran akan keselamatan harus dimulai dari diri sendiri dan tentunya harus memahami aturan-aturan terkait keselamatan. 

“Saya sebagai pesepeda harus tahu dan paham aturan-aturan dalam bersepeda. Kalau kita disiplin, Insya Allah bisa terhindar dari kecelakaan. Kalau ada yang mengatakan kesehatan itu mahal, maka keselamatan juga sama mahalnya,” ujar Nirina.

Kampanye kolaboratif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan di sektor transportasi ini dimulai Maret 2021 sampai 31 Mei 2021. [USU]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories